Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 08 September 2026 | 10:22 WIB
Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami
ampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
baca 10 detik
  • Erupsi Anak Krakatau mereda, tetapi delapan bandara tetap ditutup hingga Senin sore.
  • Pembatalan 2.300 penerbangan berdampak pada 268.539 penumpang dan memaksa sekolah menggelar PJJ.
  • Badan Geologi memperingatkan potensi erupsi susulan berupa lontaran batu pijar dan abu lebat.

Suara.com - Media Eropa menggambarkan kengerian letusan Gunung Anak Krakatau di masa lalu dan di era modern. Terbaru, erupsi intensif Gunung Anak Krakatau yang berlangsung selama 25 jam kini mulai mereda meski dampaknya masih melumpuhkan sektor penerbangan dan pendidikan.

Otoritas penerbangan mempertahankan penutupan delapan bandara udara di wilayah Sumatra dan Jawa hingga Senin sore. Aktivitas vulkanik ini tidak hanya membatalkan ribuan jadwal penerbangan nasional, tetapi juga memaksa ribuan sekolah mengalihkan kegiatan belajar ke sistem daring. Kebijakan darurat ini diambil demi mengantisipasi bahaya sebaran abu vulkanik di udara.

"Indonesia memiliki lebih dari 120 gunung berapi aktif dan sering mengalami letusan karena lokasinya di sepanjang "Cincin Api" Pasifik," tulis Euronews.

Penampakan Gunung Anak Krakatau erupsi. (Dok. esdm.go.id)
Penampakan Gunung Anak Krakatau erupsi. (Dok. esdm.go.id)

Dampak letusan skala besar ini dirasakan langsung oleh ratusan ribu calon penumpang di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Lampung. Penghentian operasional fasilitas udara menjadi langkah krusial guna menghindari risiko fatal pada mesin pesawat.

Laporan Badan Geologi menunjukkan letusan utama yang memuntahkan lava pijar dan dentuman sejauh 700 kilometer telah berhenti sejak Minggu. Meski demikian, aktivitas seismik lokal serta hembusan abu hitam tebal masih terekam secara berkala.

Pemantauan visual terhadap kawah gunung saat ini terkendala oleh kondisi cuaca buruk di sekitar Selat Sunda. Petugas teknis mengandalkan instrumen pendeteksi untuk mengamati pergerakan magma di bawah permukaan secara realtime.

Laporan dari Euronews, pengujian AirNav Indonesia mengonfirmasi keberadaan sebaran abu vulkanik pada ruang udara sekitar Jakarta dan kota-kota sekitarnya. Penghentian sementara operasional delapan bandara langsung diberlakukan sampai pukul 18.00 WIB.

Empat di antaranya merupakan bandara komersial utama di bawah naungan InJourney Airports, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, serta Radin Inten. Gangguan jadwal ini berdampak masif pada rute penerbangan domestik maupun internasional.

Pihak InJourney Airports mencatat sebanyak 2.300 penerbangan terpaksa dibatalkan atau ditunda akibat bencana alam ini. Kebijakan pembekuan penerbangan sementara tersebut memengaruhi perjalanan setidaknya 268.539 penumpang.

baca juga

Pemerintah turut mengizinkan seluruh sekolah di zona terdampak untuk menghentikan aktivitas tatap muka sementara waktu. Langkah belajar dari rumah ini diterapkan di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung.

Instruksi pembelajaran jarak jauh bertujuan meminimalkan risiko gangguan pernapasan pada anak-anak akibat paparan hujan abu. Pemerintah mengimbau warga untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Otoritas geologi Indonesia mengingatkan masyarakat bahwa ancaman bahaya dari kawah Anak Krakatau belum sepenuhnya berakhir. Potensi erupsi lanjutan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari mendatang. Ancaman bahaya utama mencakup lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga potensi aliran lava baru. Bahaya tersebut dapat terjadi sewaktu-waktu jika aktivitas erupsi menerus kembali meningkat.

Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati area kawah dalam radius aman yang telah ditentukan. Seluruh pemangku kepentingan diminta tetap siaga mengantisipasi perubahan status gunung secara mendadak.

Masih dari Euronews, Gunung Anak Krakatau merupakan pulau vulkanik aktif yang terletak di perairan Selat Sunda. Gunung ini tumbuh dari sisa-sisa letusan dahsyat Krakatau pada tahun 1883 yang sempat memicu perubahan iklim global hingga bumi menjadi dingin.

"Namanya berarti "anak Krakatau," dan gunung berapi ini merupakan keturunan dari Krakatau yang terkenal, yang letusannya yang dahsyat pada tahun 1883 memicu periode pendinginan global," tulis media itu lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Niat Pulang ke Indonesia, Raditya Dika Tertahan di Qatar Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Niat Pulang ke Indonesia, Raditya Dika Tertahan di Qatar Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:12 WIB

Gas SO2 Anak Krakatau Tercium Sampai Jabodetabek, Seberapa Bahaya?

Gas SO2 Anak Krakatau Tercium Sampai Jabodetabek, Seberapa Bahaya?

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:05 WIB

Abu Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, 2 Bandara di Lampung Belum Dibuka!

Abu Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, 2 Bandara di Lampung Belum Dibuka!

News | Selasa, 08 September 2026 | 09:27 WIB

Terkini

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×