Jaksa Agung: Biaya Eksekusi Mati Tiap Narapidana Rp200 Juta

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 28 Januari 2015 | 12:39 WIB
Jaksa Agung: Biaya Eksekusi Mati Tiap Narapidana Rp200 Juta
Jaksa Agung HM Prasetyo (tengah) [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Jaksa Agung HM Prasetyo mengungkapkan sejumlah masalah yang ditemui selama proses pelaksanaan eksekusi mati terhadap enam terpidana narkotika di Nusakambangan dan Boyolali, Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu. 

"Kita mencari tempat yang aman dan kondusif. Di sepakati tempat yang aman di LP Nusakambangan, meskipun jauh dan transportasi mahal," kata Prasetyo dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (28/1/2015).

Mantan politisi Partai Nasional Demokrat ini juga menceritakan awalnya eksekusi akan dilaksanakan di Pulau Seribu, Jakarta. Namun, dalam proposal yang diajukan biayanya mencapai Rp258 juta per narapidana.

"Jumlah ini, melebihi anggaran (eksekusi mati) yang seharusnya per orang Rp200 juta. Ini untuk pemenuhan seluruh kebutuhan yang dibutuhkan narapidana sehingga diputuskan tetap melakukan eksekusi di Nusakambangan," katanya.

Prasetyo menambahkan masalah keamanan dan pengawalan juga menjadi pertimbangan ketika itu. Sebab, jaraknya jauh sehingga membutuhkan pengawalan ekstra.

Pemilihan lokasi Nusakambangan semula juga menjadi perdebatan, mengingat kurang steril.

"LP Nusakambangan tidak terlalu steril. Di sebelah Nusakambangan ada pulau yang dihuni sejumlah kepala keluarga. Adanya keyakinan Islam garis keras di sana. Kita dengar mereka lakukan pelatihan-pelatihan yang harus kita waspadai," ujarnya.

Faktor cuaca juga menjadi kendala pada waktu eksekusi akan dilaksanakan, bahkan sempat molor beberapa menit dari jadwal semula.

"Cuaca menjadi kendala itulah yang menyebabkan rencana eksekusi 00.00 WIB menjadi agak molor menjadi 00.30 WIB dan 00.46 WIB," kata Prasetyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Denny Indrayana: Kasus BLBI Bisa Diterapkan Hukuman Mati

Denny Indrayana: Kasus BLBI Bisa Diterapkan Hukuman Mati

wawancara | Senin, 26 Januari 2015 | 10:00 WIB

Surat Penolakan Grasi Jokowi Diterima Terpidana Mati WN Australia

Surat Penolakan Grasi Jokowi Diterima Terpidana Mati WN Australia

News | Sabtu, 24 Januari 2015 | 15:46 WIB

DPR Minta Aktivis HAM Hentikan Protes Hukuman Mati

DPR Minta Aktivis HAM Hentikan Protes Hukuman Mati

News | Rabu, 21 Januari 2015 | 20:56 WIB

DPR Puji Langkah Pemerintah Soal Diplomasi Hukuman Mati

DPR Puji Langkah Pemerintah Soal Diplomasi Hukuman Mati

News | Rabu, 21 Januari 2015 | 19:57 WIB

Terkini

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:57 WIB

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:52 WIB

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:46 WIB

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:37 WIB

Sebut White Collar Crime, Jaksa Heran Harta Nadiem Naik Rp4,8 T Saat GoTo Rugi

Sebut White Collar Crime, Jaksa Heran Harta Nadiem Naik Rp4,8 T Saat GoTo Rugi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:36 WIB

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:33 WIB

Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita

Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:25 WIB

Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak

Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:21 WIB

Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden

Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:15 WIB