4 Jurnalis Ini 'Ganggu' Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Rabu, 28 Januari 2015 | 16:02 WIB
4 Jurnalis Ini 'Ganggu' Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

Suara.com - Sebanyak 4 wartawan dalam negeri dan luar negeri mencoba mengganggu proses eksekusi mati terpidana narkoba di Nusa Kambangan, Jawa Tengah, Minggu (18/1) lalu. Berbagai cara mereka lalukan untuk bisa menyaksikan eksekusi mati.

Keempat wartawan itu di antaranya Marcio Gomez dan Geovannie Versy Saima Guerero. Mereka masing-masing berasal dari Brazil dan Peru. Kepada penjaga LP Nusa Kambangan, mereka mengaku sebagai warawa HAM internasional.

Sementara dua wartawan lokal yang mencoba menyusup adalah wartawan RCTI dan Rajawali TV. Mereka menyusup dengan menyamar menjadi nelayan.

"Saat eksekusi sempat ada halangan. Menyusupnya aktivis ham, dan upaya wartawan media elektronik kita denga berusaha menyamar sebagai nelayan. Tapi bisa kita cegah untuk tidak mendekat ke lokasi eksekusi," kata Jaksa Agung Prasetyo dalam rapat kerja dengan Komisi III di DPR, Jakarta, Rabu (28/1).

Dia menjelaskan dua wartawan asing yang mencoba menyusup itu sudah dideportasi melalui Imigrasi Cilacap. Menurut mantan politisi Partai Nasdem itu, saat penyusup itu datang, kondisi Nusa Kambangan tidak steril dan dianggap menganggu eksekusi mati.

"Kondisi tersebut menunjukkan lokasi LP Nusa Kambangan tidak lagi steril dari pengganggu yakni jurnalis dalam dan luar negeri yang mencoba meliput eksekusi mati," kata Prasetyo.

Di Nusa Kambangan, Kejaksaan Agung mengeksekusi 4 warga negara asing. Mereka adalah Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brazil), Namaona Denis (WN Malawi), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria), Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WN Belanda) dan 1 warga negara Indonesia yaitu Rani Andriani alias Melisa Aprilia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kecelakaan Maut Pondok Indah Bukti Indonesia Darurat Narkoba

Kecelakaan Maut Pondok Indah Bukti Indonesia Darurat Narkoba

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 06:43 WIB

Kasus Narkoba, Guru Besar Unhas Didakwa 12 Tahun Bui

Kasus Narkoba, Guru Besar Unhas Didakwa 12 Tahun Bui

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 02:10 WIB

Lapas Penuh, Ini Usul Menkumham Buat Napi Narkoba

Lapas Penuh, Ini Usul Menkumham Buat Napi Narkoba

News | Rabu, 21 Januari 2015 | 14:26 WIB

Terkini

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Review KIPRUN Kipstorm Tempo, Sepatu Lari Long Run dan Tempo Run Pecinta Pace Ngebut

Review KIPRUN Kipstorm Tempo, Sepatu Lari Long Run dan Tempo Run Pecinta Pace Ngebut

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG

Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?

Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Jaga Hutan dengan Kearifan Lokal, Pemerintah Genjot Status Hukum Masyarakat Adat Gunung Kong

Jaga Hutan dengan Kearifan Lokal, Pemerintah Genjot Status Hukum Masyarakat Adat Gunung Kong

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA

Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru

Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun

Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi

Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi

Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

×