Terlalu Mahal, Australia Segera Hentikan Pencarian Pesawat MH370

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 02 Maret 2015 | 11:44 WIB
Terlalu Mahal, Australia Segera Hentikan Pencarian Pesawat MH370
Bayangan pesawat P3 Orion milik AU Selandia Baru dalam operasi pencarian MH370 di Samudera Hindia. (Reuters/Rob Griffith)

Suara.com - Australia mengatakan bahwa pencarian pesawat nahas Malaysia Airlines MH370 akan segera dihentikan pada Mei mendatang. Keputusan itu diambil setelah Australia bertemu dengan Cina dan Malaysia.

"Kami jelas tidak akan mencari selama-lamanya, tetapi kami melakukan segala sesuatu yang masuk akal untuk menemukan pesawat itu," kata Deputi Perdana Menteri Australia, Warren Truss, dalam wawancara dengan Reuters.

Jejak pesawat Boeing 777 itu belum juga ditemukan, padahal pencarian sudah memakan waktu hampir setahun. Pesawat yang membawa 239 orang itu hilang pada 8 Maret 2014, dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing, Cina.

Para penyidik yakin pesawat itu hilang di atas Lautan Hindia, ribuan kilometer dari jalur terbang seharusnya. Hilangnya MH370 kini menjadi misteri terbesar dalam sejarah penerbangan dunia.

Tim pencari sudah menyusuri dasar lautan seluas 60.000 km persegi untuk mencari pesawat nahas itu.

Truss, yang juga menjabat sebagai menteri transportasi Australia, membandingkan pencarian MH370 dengan pencarian Amelia Earhart, pilot perempuan yang hilang dalam penerbangan pada 1937. Hingga kini pesawat dan jenazah Earhart tak pernah ditemukan.

Salah satu alasan Australia menghentikan pencarian itu adalah dana. Sejauh ini Australia dan Malaysia telah menanggung dana pencarian MH370, yang telah memakan anggaran sebesar 52 juta dolar Australia atau sekitar Rp524,5 miliar.

"Kami menghabiskan banyak uang yang kami yakini cukup untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan alat-alat terbaik. (Tetapi) Kami harus membuat keputusan lain, tentang berapa lama pencarian ini akan berlangsung," ujar Truss, sambil menambahkan bahwa dunia internasional harus turun tangan jika pencarian itu harus diteruskan.

Adapun sebagian besar penumpang HM370 adalah warga Malaysia dan Cina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Metode Baru Lacak Keberadaan MH370

Metode Baru Lacak Keberadaan MH370

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 23:12 WIB

Stroke Gara-gara Penumpang MH370 Dinyatakan Tewas

Stroke Gara-gara Penumpang MH370 Dinyatakan Tewas

News | Sabtu, 21 Februari 2015 | 09:51 WIB

MH370 Diduga Masih Utuh di 4.000 Meter di Bawah Laut

MH370 Diduga Masih Utuh di 4.000 Meter di Bawah Laut

News | Sabtu, 17 Januari 2015 | 20:23 WIB

Terkini

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:46 WIB

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:44 WIB

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:38 WIB

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak

Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:30 WIB

May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki

May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:29 WIB

Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan

Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:24 WIB

Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?

Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:00 WIB

Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha

Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha

News | Rabu, 29 April 2026 | 17:58 WIB