Tips Cegah Anak-anak Terlibat Kejahatan Begal

Pebriansyah Ariefana, Firsta Nodia

Selasa, 03 Maret 2015 | 22:26 WIB
Tips Cegah Anak-anak Terlibat Kejahatan Begal
Tiga tersangka pelaku begal motor yakni IS (18), D (18) dan ADP (18), saat di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Minggu (1/2/2015). [Antara/Indrianto Eko Suwarso]

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) miris dengan kejahatan begal motor yang selama ini terjadi di beberapa kota besar. Sebab pelaku pembegalan ada yang masih anak-anak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 8 aksi komplotan begal motor pada 2014 lalu dilakukan oleh anak-anak usia sekolah. Sedangkan hingga Maret 2015 terdapat 6 kasus begal yang melibatkan pelajar ini.

Komisioner KPAI Susanto mengatakan pencegahan begal pada anak tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan tunggal. Menurutnya kasus ini perlu diselesaikan secara utuh untuk mengatasi faktor pemicunya.

"Tren kasus begal akhir-akhir ini dilakukan oleh anak muda yang mana masih pelajar. Tetapi memang yang harus diingat ini bukan hanya tanggung jawab orangtua dan masyarakat saja. Tapi juga tanggungjawab Pemerintah Pusat, Kepolisian, Pemda untuk memastikan aman. Karena kalau kondisi tidak aman pelaku begal akan mudah beraksi dan semakin liar," kata Susanto di Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Menurutnya, pemerintah perlu fokus pada pendidikan yang diterima anak dari lingkungan keluarga. Tidak hanya di aspek ekonomi tapi juga perspektif perlindungan anak yang harus dibenahi.

"Pemerintah harus memastikan bahwa orangtua memberi pengasuhan yang ramah anak dan berkarakter. Karena keluarga adalah tempat pertama kali anak mendapatkan pendidikan. Kalau di sistem pendidikan dasarnya sudah tidak tepat maka perilaku-perilaku yang tidak diinginkan bisa diadopsi anak," imbuhnya.

Selain itu, KPAI juga berharap agar Pemerintah Pusat dan Daerah memastikan bahwa sekolah bebas dari bibit-bibit kekerasan dan memastikan tenaga pendidik memiliki pemahaman untuk mendukung perlindungan anak demi menciptakan karakter generasi bangsa yang jauh dari kekerasan.

"Anak-anak yang terbiasa dengan tindakan kekerasan  sangat potensial untuk melakukan tindakan kejahatan di kemudian hari, termasuk pembegalan. KPAI merekomendasikan agar guru nantinya mendapatkan pembelajaran tentang perlindungan anak untuk mencegah kekerasan yang dilakukan anak-anak," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ferry Maryadi Merasa Wajar Begal Motor Dibakar Hidup-hidup

Ferry Maryadi Merasa Wajar Begal Motor Dibakar Hidup-hidup

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2015 | 19:17 WIB

Akhir Kisah Empat Begal Motor Ngurah Rai Bersenjata Parang

Akhir Kisah Empat Begal Motor Ngurah Rai Bersenjata Parang

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 17:57 WIB

Lima Alasan Anak Ikut Jadi Begal Motor

Lima Alasan Anak Ikut Jadi Begal Motor

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 16:54 WIB

Polda Metro akan Selidiki Warga yang Bakar Begal Motor

Polda Metro akan Selidiki Warga yang Bakar Begal Motor

News | Senin, 02 Maret 2015 | 12:49 WIB

Berantas Begal, Polri Sampai Gandeng 2 Kementerian

Berantas Begal, Polri Sampai Gandeng 2 Kementerian

News | Senin, 02 Maret 2015 | 00:13 WIB

Pospol: Warga Kapuk Digorok, Pelakunya sudah Diamankan

Pospol: Warga Kapuk Digorok, Pelakunya sudah Diamankan

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 19:09 WIB

Terkini

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

×