Lima Alasan Anak Ikut Jadi Begal Motor

Siswanto, Firsta Nodia

Selasa, 03 Maret 2015 | 16:54 WIB
Lima Alasan Anak Ikut Jadi Begal Motor
Pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Sudirman-Senayan, Jakarta, Jumat (9/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kasus begal sepeda motor di wilayah hukum Polda Metro Jaya semakin meresahkan warga. Pelakunya tak hanya orang dewasa saja, tapi juga anak-anak usia sekolah.

Berdasarkan hasil kajian Komisi Perlindungan Anak Indonesia, faktor pemicu anak-anak usia sekolah turut menjadi begal sangat kompleks. Menurut Komisioner KPAI, Susanto, MA, faktor pertama yang memicu adalah pengaruh teman sebaya.

"Mereka umumnya menjadi pelaku begal karena dipicu keisengan dan kohesi dengan pertemanan. Pada beberapa kasus, mereka melakukan karena tidak menyadari bahwa tindakannya melawan hukum. Sebagian lagi sadar tapi yakin kalau mereka tidak akan terjerat hukuman karena masih tergolong anak-anak," ujar Susanto di Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Faktor kedua yang mendasari adalah disfungsi keluarga pelaku. Setelah ditelusuri, KPAI menemukan bahwa pelaku adalah korban dari pola asuh yang tidak mendukung perkembangannya di usia anak-anak.

Selain itu, bullying yang pernah diterima pelaku juga memberi dampak munculnya tindakan kekerasan yang dilakukannya di kemudian hari.

"Dampak dari bullying itu cukup sistemik. Apalagi kalau bullying-nya itu dalam bentuk verbal atau psikis, itu bisa membekas lama. Bila kondisi psikisnya tidak nyaman atau labil, apapun materi yang masuk ke dia akan menjadi masalah. Kalau misalnya dia didoktrin untuk melakukan begal, itu akan semakin rentan," imbuhnya.

Cara berpikir serba intan di zaman sekarang ini juga turut memengaruhi perilaku anak yang menjadi begal. Mereka melakukan tindakan pembegalan untuk mendapatkan sesuatu.

"Mereka ingin mendapatkan motor dengan cara instan. Dan ini juga sangat dipengaruhi oleh pola pembelajaran yang dia terima di sekolah ataupun di keluarga," katanya.

Selain keempat faktor di atas, dampak dari tontonan kekerasan, menurut Susanto, juga turut berkontribusi memicu anak-anak menjadi pelaku pembegalan hingga berani menghilangkan nyawa seseorang.

"Dampak dari tontonan atau game yang bermuatan kekerasan menjadi pemicu anak untuk imun terhadap begal. Mereka permisif terhadap kekerasan. Kalaupun tidak jadi pelaku, mereka bisa saja menganggap wajar sebuah kekerasan," kata Susanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polda Metro akan Selidiki Warga yang Bakar Begal Motor

Polda Metro akan Selidiki Warga yang Bakar Begal Motor

News | Senin, 02 Maret 2015 | 12:49 WIB

Pospol: Warga Kapuk Digorok, Pelakunya sudah Diamankan

Pospol: Warga Kapuk Digorok, Pelakunya sudah Diamankan

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 19:09 WIB

Usai Kasus Begal, Jambret Tewas Dihajar Warga di Pasar Minggu

Usai Kasus Begal, Jambret Tewas Dihajar Warga di Pasar Minggu

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 17:00 WIB

Terkini

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak

4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 20:06 WIB

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:56 WIB

×