Cerita Pilu Korban Begal Motor

Pebriansyah Ariefana

Senin, 09 Maret 2015 | 12:52 WIB
Cerita Pilu Korban Begal Motor
Ratusan sepeda motor hasil operasi curanmor dan begal di halaman Mapolres Karawang, Jabar, Rabu (4/3). [Antara/M.Ali Khumaini]

Suara.com - Wajah Zainal terlihat datar saat menceritakan pengalamannya menjadi korban begal motor. Tiga tahun lalu, sepeda motornya dirampok di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dia meneyebut 'dirampok' karena saat itu tidak mengetahui ada istilah 'begal'. Awal Juni 2013, warga Cisauk, Serpong itu baru menerima gaji dari hasil kerjanya sebagai buruh di Perusahaan Air Minum kemasan di Tangerang. Dia sengaja untuk berbelanja bulanan dulu setelah keluar kantornya pada pukul 19.00 WIB.

"Saya lembur waktu itu, jadi pulang agak malam. Nah, kebetulan Pasar Kelapa Dua dekat, jadi saya belanja beras dan mainan untuk anak," ujarnya saat ditemui di kawasan Alam Sutra, Minggu (8/3/15) pagi.

Usai berbelanja bulanan pukul 21.00 WIB, Zainal mengendarai Suzuki Shogun biru dengan membawa berasnya di sela jok dan setir motornya. Dia kemudian mengendarai motornya dengan pelan melewati jalan sepi di Legok. Di sisi kiri dan kanan hanya ada hamparan sawah dan beberapa rumah di tengahnya, tanpa penerangan lampu jalan.

"Maklum di sana masih desa. Tapi jalannya sudah aspal," kata Zainal.  
Selama 5 tahun bekerja, Zainal selalu melewati jalan yang sama saat pulang dari tempat kerja. Alasannya jalan itu lebih dekat ketimbang harus melewati Jalan Raya Serpong.

Sekitar 30 menit berkendara, sebuah sepeda motor melintas cepat. Sementara di belakang Zainal, ada satu sepeda motor yang mengikutinya.  

"Saya ditabrak dari belakang, sampai jatuh. Beras juga jatuh ke sawah. Terus saya ditodong celurit," kata Zainal bernada emosi.

Kejadiannya begitu cepat, sepeda motor Zainal dibawa kabur pelaku. Zainal berusaha berteriak meminta tolong, tapi sia-sia. Baru sekitar 20 menit, ada pengendara motor yang melintas dan kemudian menolong dirinya.

"Saya nggak lapor polisi. Menurut saya percuma lah. Lagian dompet dan surat-surat nggak ilang. Nggapain juga. Rasanya masih nyesek sih sekarang. Mana motor satu-satunya," keluh Zainal.

Kejadian serupa dialami Tosirun, warga Curug. Dia hampir dibegal di Jalan Pasir Randu, Kabupaten Tangerang, bulan lalu. Jalan itu menghubungkan kawasan Industri Manis di Jalan Pajajaran, Tangerang. Akses jalan itu menjadi andalan warga Tangerang dari Panongan dan Curug yang ingin ke Kota Tangerang. Tosirun hampir dibegal saat berangkat kerja.

"Saya berangkat habis subuh, sekitar Pukul 05.00 WIB. (masih gelap?) Iya, sepi juga," kata lelaki 40-an tahun itu.

Tosirun diikuti sebuah motor matic yang ditumpangi dua orang. Dia dapat melihat dengan jelas pakaian orang itu dari kaca spion. Keduanya bercelana pendek dan mengenakan kostum Barcelona.

"Dia pepet saya sampai keluar jalur sampai teriak, 'woy berhenti lu... berehnti... berhenti...'. Begitu. Saya nggak berhenti, malah saya langsung kebut aja," kata dia.

Begitu sampai di Jalan Pajajaran, motor pengejarnya sudah tidak ada.

Kerja Pagi

Seorang petugas keamanan di salah satu perumahan Curug Tangerang, Muhammad Ali sering mendengar ada begal dan upaya pembegalan di kawasan yang dilewati Tosirun dan Zainal. Terlebih jalan yang dilewati Tosirun memang rawan begal. Kebanyakan korban dibegal pagi buta sebelum matahari terbit.

"Ini sih pengamatan saya selama ini, karena kalau pagi itu puncak-puncaknya orang capek. Kan nggak ada yang beraktivitas," jelas Ali pekan lalu.

Ali yang bertugas menjaga perumahan mengungkapkan suasana jalansangat sepi antara pukul 03.00 WIB sampai 05.00 WIB.

"Kebanyakan di jam itu habis stamina kita. Jadi pantas aja jalan-jalan sepi dan nggak ada aktivitas," kata Ali.

Warga asli Tangerang itu sudah beberapa kali mengalami percobaan begal. Bahkan sejak tahun 90-an, ketika Tangerang belum banyak mempunyai akses jalan ke kampung.

"Dulu Curug ini siapa yang tahu? Sawah dan rawa semua. Nggak ada jalan, apa lagi lampu," katanya.

Rawan Begal

Sejumlah titik di Kabupaten Tangerang menjadi kawasan yang rawan pembegalan. Menurut Polda Metro Jaya kewasan rawan pembegalan itu adalah Cikupa, Citra Raya, Balaraja, dan Serpong.  

Sampai saat ini, Kepolisian Resort Tangerang sudah menangkap belasan pelaku pembegalan. Kasat Reskrim Polrestro Tangerang Sutarmo mengatakan sudah menahan 12 tersangka begal sejak awal tahun ini.

"Mudah-mudahan sekarang sudah tidak ada lagi. Kita tetap sebar Tim Buser Begal di tiap Polsek-Polsek," kata dia pekan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Begal Motor Sasar Warteg Di Tambun Utara Bekasi, Pelaku Ancam Korban Pakai Celurit

Viral Begal Motor Sasar Warteg Di Tambun Utara Bekasi, Pelaku Ancam Korban Pakai Celurit

News | Selasa, 27 Desember 2022 | 10:34 WIB

Aksi Taufik 5 Kali Maling Motor untuk Bayar Cicilan, Berujung Dibekuk Polsek Cengkareng

Aksi Taufik 5 Kali Maling Motor untuk Bayar Cicilan, Berujung Dibekuk Polsek Cengkareng

Video | Jum'at, 23 Desember 2022 | 10:00 WIB

ABG Korban Begal di Jagakarsa Resmi Buat Laporan Polisi

ABG Korban Begal di Jagakarsa Resmi Buat Laporan Polisi

Video | Sabtu, 17 September 2022 | 11:05 WIB

Polisi Bekuk Otak Pelaku Begal Motor di Tanjung Duren Berinisial AA

Polisi Bekuk Otak Pelaku Begal Motor di Tanjung Duren Berinisial AA

News | Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:34 WIB

Sadisnya! Kawanan Begal Ini Bogem Korbannya Sebelum Rampas Motor di Jaktim

Sadisnya! Kawanan Begal Ini Bogem Korbannya Sebelum Rampas Motor di Jaktim

News | Jum'at, 29 Juli 2022 | 23:18 WIB

Terkini

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB