Array

Kisah Emak Wati, 23 Tahun Tinggal Menempel di Gardu Listrik

Jum'at, 13 Maret 2015 | 05:23 WIB
Kisah Emak Wati, 23 Tahun Tinggal Menempel di Gardu Listrik
Petugas memantau gardu induk tegangan ekstra tinggi PLN di Area Pengaturan Beban DKI Jakarta dan Banten, Cawang, Jakarta Timur. (Antara/Reno Esnir)
Gedung pencakar langit Ibu Kota terus bertambah. Infrastruktur publik juga terus tumbuh. Katanya, itu pertanda ekonomi kota baik.

Tapi kenyataannya tidaklah demikian, khususnya bagi sebagian 'wong cilik' atau warga berekonomi lemah. Mereka semakin terpinggirkan.

Itu tercermin dari kehidupan Swarti (45) atau Emak Wati. Emak Wati dan keluarga hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, bahkan bisa dikatakan membahayakan nyawa sendiri.

Janda tiga anak ini tinggal bersama keluarga kecilnya di bawah gardu listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara, tepatnya di samping Stasiun Juanda, Gambir, Jakarta Pusat.

Gubuk Emak Wati yang berukuran sekitar 3 x 5 meter persegi terbuat dari kayu. Posisinya menempel pada gardu listrik di pinggir Jalan Juanda.

Tak hanya untuk tempat tinggal, dari gubuk itu pula ia menafkahi keluarga. Ia membuka warung kecil-kecilan, seperti bensin eceran, gorengan, dan minuman jus.

Di samping gardu terdapat ruang kecil dengan lebar hanya setengah meter berbentuk lorong ke belakang. Lorong yang berbatas tembok dinding ‎dimanfaatkan sebagai dapur sekaligus tempat mandi.

Jangan bayangkan di sini ada toilet, bila ingin buang air, Emak Wati dan anak-anak harus menumpang di WC umum kantor Pos Polisi stasiun.

‎Emak Wati mengaku sudah 23 tahun tinggal di dekat rumah strum. Ia turut menjadi saksi pembangunan Stasiun Juanda, salah satu stasiun tersibuk di Ibu Kota.

"Saya tinggal di sini sejak tahun 1992, sejak pondasi Stasiun Juanda ini bangun," kata Emak Wati kepada suara.com, Kamis (12/3/2015).

‎Warga asal Purwodadi, Jawa Tengah ini, mengaku tak tinggal di dekat gardu listrik bertegangan tinggi. Baginya tak ada pilihan lagi. Cuma ini satu-satunya tempat berteduh.

Ia bersyukur, walau hidup amat sederhana, dari penghasilan jualan, bisa membiayai sekolah anak.

Emak Wati makin bersyukur karena walau pun berdekatan dengan aliran listrik bertegangan tinggi, ia tidak pernah sakit. Ia juga tidak pernah kena strum.

"‎Selama di sini saya tidak pernah sakit," ujar perempuan yang mengenakan kerudung ini.

Petugas PLN sudah tahu tempat tinggal Emak Wati. Sebab, secara berkala petugas datang untuk mengecek gardu. Petugas juga tidak pernah mengganggunya, malah Emak Wati diberi nomor telepon agar segera lapor bila melihat ada masalah di gardu.

"Orang PLN kadang datang ke sini untuk mengontrol atau perbaikan gardu. Petugasnya memberikan nomor telepon untuk dihubungi bila terjadi apa-apa," katanya.
 
Ikuti cerita selanjutnya tentang Emak Wati

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI