Ajaran ISIS Diperkirakan Sudah Lama Masuk Indonesia

Siswanto

Minggu, 22 Maret 2015 | 18:29 WIB
Ajaran ISIS Diperkirakan Sudah Lama Masuk Indonesia
Mahasiswa IKJ gelar aksi teatrikal di Bundaran HI menuntut pemerintah lindungi warga dari ISIS, Minggu (8/3/2015). [Suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Pemerintah Indonesia harus melibatkan ormas - ormas Islam untuk menanggulangi penyebaran paham dan ajaran ISIS di Indonesia, demikian dikatakan peneliti dari Pusat Studi Islam dan Transformasi Sosial Muhammad Wildan, Minggu (22/03/2015).

"Pemerintah harus melibatkan ormas Islam untuk menanggulangi penyebaran paham dan ajaran ISIS, karena kalau pemerintah kan fokusnya pada keamanan, kalau ormas mereka paham juga soal penyimpangan agama dan gerakan radikalnya, jadi akan lebih maksimal," katanya.

Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta itu mengatakan pelibatan ormas - ormas Islam, seperti Muhammadiyah dan NU sangat diperlukan, sebab mereka paham betul soal penyimpangan dan ajaran radikal yang dianut oleh kelompok ISIS.

Wildan menambahkan selain menggandeng ormas Islam, pemerintah juga harus lebih pro aktif sosialisasi ke kampus - kampus.

"Pemerintah saat ini harus lebih pro aktif ke kampus - kampus dan menjalin kerja sama dengan kampus - kampus, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) serta lembaga lain yang dimiliki pemerintah untuk menanggulangi kelompok radikal saat ini masih cenderung sporadis, masih kurang pencegahan dan risetnya," kata Wildan.

Wildan juga mengatakan untuk mengatasi penyebaran ISIS, pemerintah harus gerak cepat, hal tersebut dikarenakan saat ini target kelompok ISIS menyasar pada mahasiswa, siswa SMA serta anak muda yang secara kejiwaan masih tergolong labil.

Selain itu, kata dia, saat ini pemerintah seharusnya mulai merazia juga buku - buku, terutama karangan Aman yang di dalamnya berisi ajaran - ajaran radikal dan menyimpang dari ajaran pokok Islam.

Tak hanya itu, menurut Wildan, pemerintah seharusnya juga mengawasi mahasiswa atau pelajar di luar negeri, terutama di Pakistan, Mesir, dan negara yang berdekatan Suriah.

Saat ini, katanya, diperkirakan tak sedikit mahasiswa serta pelajar di daerah tersebut yang terkontaminasi ajaran ISIS.

Wildan memperkirakan ajaran ISIS sudah lama masuk Indonesia, bahkan sebelum ISIS mendeklarasikan diri.

"Ajaran radikal dan dengan mudahnya mengkafirkan orang ini mirip dengan sebagian kecil paham kelompok radikal di Indonesia," katanya. (Wita Ayodhyaputri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bila ISIS Tak Ditangani, Indonesia Bisa Diserang Bom Bunuh Diri

Bila ISIS Tak Ditangani, Indonesia Bisa Diserang Bom Bunuh Diri

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 16:47 WIB

Ini Barang Bukti yang Diamankan Polisi dari Lima Terduga ISIS

Ini Barang Bukti yang Diamankan Polisi dari Lima Terduga ISIS

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 15:55 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×