IPW: Ledakan Kebon Kacang Modus Baru Penebar Teror

Siswanto

Kamis, 09 April 2015 | 11:41 WIB
IPW: Ledakan Kebon Kacang Modus Baru Penebar Teror
Personel kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (8/4/2015) sore, di lokasi ledakan benda diduga bahan peledak, di kawasan Jalan Jatibunder, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengaitkan peristiwa ledakan di Jalan Jati Bunder VII, RT 16/9, Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan aksi teroris.

Menurut Neta, peristiwa itu menunjukkan bahwa sesulit dan sekecil apapun peluangnya, kelompok radikal tetap berusaha menebar teror. Peristiwa ini, katanya, sekaligus menunjukkan para teroris semakin kesulitan mendapat bahan peledak, tapi tetap menciptakan modus baru dan bahan peledak baru, yakni bom lempar.

Dari pendataan IPW, kata Neta, kasus Kebon Kacang adalah modus baru kedua yang dipertontonkan kelompok radikal di tahun 2015. Pertama adalah ledakan di gedung ITC Depok, Jawa Barat. Tujuan yang ingin dicapai adalah efek kebakaran hebat, tapi untungnya gagal, kata Neta, Kamis (9/4/2015).

"Kedua, ledakan di Tanah Abang. Efek yang ingin dicapai adalah ledakan kecil, tapi di banyak tempat, yang melukai korban dengan tebaran paku. Untungnya, Polri berhasil dengan cepat menyita puluhan bom lempar tersebut," katanya.

Neta menduga para teroris berusaha melakukan aksi balas dendam, setelah basis kekuatan mereka diobrak-abrik Polri di sepanjang 2013 dan 2014. Menurut Neta sasaran mereka tidak lagi kepentingan asing, tapi ledakan-ledakan kecil di pusat-pusat keramaian sehingga format bahan peledak yang mereka buat berbentuk mini agar efektif dan efisien.

"Biasanya yang ahli dalam hal ini adalah Kelompok Klaten, yang beberapa waktu lalu pernah membuat bom pasta gigi, bom baju dan bom ransel. Kelompok Klaten tergolong kekuatan baru yang merupakan gabungan eks Moro dan eks Afghanistan. Selama ini ada persaingan tajam antara eks Moro dengan eks Afghanistan. Sebab kelompok eks Afghanistan merasa kastanya lebih tinggi dan selalu menganggap enteng eks Moro. Namun dengan munculnya ISIS di Timteng keduanya terkonsolidasi lewat Kelompok Klaten maupun Kelompok Poso yang dikomando Santoso," kata Neta.

Neta menambahkan terkonsolidasinya kelompok itu patut dicermati Polri. Selain itu, kata Neta, yang perlu diantisipasi adalah orang-orang Indonesia yang bergabung dengan ISIS di luar negeri. Jika mereka pulang, kata dia, berarti ada tiga kelompok radikal yang berpotensi menjadi kelompok teroris di Indonesia, yakni eks Afghanistan, eks Moro, dan ISIS.

"Saat ini ada ratusan orang Indonesia yang sudah bergabung dengan ISIS dan ada ribuan TKI di kawasan Timteng yang berpotensi "digarap" ISIS. Sementara di Indonesia masih terdapat sejumlah daerah rawan radikalisme, seperti Sulteng, Jakarta, Aceh, Sumut, Lampung, Klaten, Solo, Jatim, Bima (NTB), Maluku, dan Papua," kata dia. "Polri perlu bekerja keras mengantisipasi semua ini dan IPW memberi apresiasi kepada Polri yang bekerja cepat melokalisir kasus Tanah Abang hingga berhasil menyita puluhan bom lempar."

Ledakan di Kebon Kacang, Rabu (8/4/2015) sekitar jam 14.15 WIB, mengakibatkan empat korban terluka dan saat ini mereka dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Mereka adalah Feri Andiyanto (31) asal Indramayu yang tinggal di Jalan Jabun RT 16/09 Kebon Kacang, Amir (30) asal Tasikmalaya yang tinggal di Jalan Jabun III RT 6/9 Kebon Kacang, Asep Samsudin (67) asal Garut yang tinggal di Jalan Jabun VII RT 16/9 Kebon Kacang, dan Rustam alias Suro yang juga tinggal di Kebon Kacang.

Ledakan di Kebon Kacang menggemparkan warga. Suara ledakan sangat keras terdengar, bahkan menggetarkan rumah warga yang berada di sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Dari TKP, polisi menemukan buku karangan Taufiq Ismail berjudul warna merah "Katastofi Mendunia"‎ dengan sub judul Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma, dan Narkoba.

Buku disita bersamaan dengan barang bukti lain, seperti 49 bungkusan plastik warna hitam berisi benda berukuran bola tenis, serpihan paku, dan empat galon air minum.

Sejauh ini, polisi belum menyimpulkan apakah ledakan ini ada kaitannya dengan kegiatan teroris atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Empat Korban Ledakan Tanah Abang Masih Dirawat di RS Polri

Empat Korban Ledakan Tanah Abang Masih Dirawat di RS Polri

News | Kamis, 09 April 2015 | 11:22 WIB

5 Jenis Bom Berdasarkan Mekanisme Ledakannya

5 Jenis Bom Berdasarkan Mekanisme Ledakannya

Tekno | Kamis, 09 April 2015 | 07:01 WIB

Cerita Warga Soal Empat Korban Ledakan di Kebon Kacang

Cerita Warga Soal Empat Korban Ledakan di Kebon Kacang

News | Rabu, 08 April 2015 | 21:19 WIB

Pekarangan Dibongkar Agar Mobil Penerangan Bisa ke TKP Ledakan

Pekarangan Dibongkar Agar Mobil Penerangan Bisa ke TKP Ledakan

News | Rabu, 08 April 2015 | 21:09 WIB

Terkini

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

×