KontraS Sebut Polri Sengaja Incar Novel Baswedan

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 02 Mei 2015 | 13:57 WIB
KontraS Sebut Polri Sengaja Incar Novel Baswedan
Koordinator Kontras Haris Azhar (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Kordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar menilai pihak Bareskrim Mabes Polri telah sengaja mengincar penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Bahkan ini diprediksi sudah direncanakan sejak lama.

"Novel Baswedan sengaja jadi bancakan Polri, yang sengaja diganggu oleh Polri, dan akan diteruskan menjadi tersangka, dan kalau sudah menjadi tersangka menjadi titik lemah KPK," ucap Haris ketika diskusi publik 'TeleNOVELa KPK-Polri' di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

Haris menilai aneh penangkapan yang dilakukan oleh Bareskrim kepada Novel. Ketika penyidik senior KPK itu menjadi Kasat Reskrim Polres Bengkulu, nyatanya Novel tidak terlibat dengan penganiayaan empat orang yang diduga pencuri sarang burung walet.

"Novel baru 4 hari menjadi Kasat Reskrim Bengkulu, lalu memang ikut rombongan polisi-polisi tersebut, karena memang biasa sebelum di bawa ke Polri, tersangka di bawa ke Pantai Pajang Bengkulu (tempat dilakukan kekerasan yang berakibat hilangya nyawa korban). Nah pada saat itu Novel datang terlambat ketika si empat orang sudah dikerjai," terang Haris.

Haris yang juga mengaku pengacara Novel mengungkapakan ujung dari kasus tersebut ada seornag yang meninggal dunia. Di sanalah Novel dilimpahkan perkara tersebut dan dia diminta untuk menjelaskan kepada keluarga korban dan diminta bertanggungjawab.

"Novel disuruh menjelaskan kasus itu ke keluarga dan kasus itu Novel diberi tanggungjawab untuk kasus ini," jelas Haris.

Haris mengatakan pada saat itu Novel merasa aneh dengan dilimpahkan kasus tersebut. Dia dituduh bersalah di sidang etik kepolisian.

"NB (Novel Baswedan) mengaku kenapa saya yang bertanggungjawab, pada saat sidang etik. Padahal kausu itu sudah direkayasa," kata Haris.

Novel Baswedan adalah Mantan Anggota Polri yang menjadi penyidik KPK pada tahun 2009 lalu. Dan pada tahun 2012 dia mengundurkan diri dari anggota kepolisian dan terus melanjutkan bekerja sebagai penyidik KPK.

Namun, kasus yang dituduhkan kepadanya saat ini, berlangsung pada tahun 2004 di mana saat itu dirinya bertugas di Polresta Bengkulu. Dia diduga melakukan penganiayaan dan penembakan terhadap beberapa orang dari enam tersangka pencurian sarang burung walet.

Setelah ditangkap, Novel langsung diterbangkan ke Bengkulu. Tujuannya, untuk melakukan rekonstruksi atau reka ulang kasus yang diduga melibatkan Novel 11 tahun silam. Namun, pengacara Novel menolak melakukan rekonstruksi.

Alasannya tidak ada komunikasi yang baik untuk pelaksanaan rekonstruksi. Kedua, Novel sebagai tersangka belum diperiksa dan tidak ada Berita Acara Pemeriksaannya (BAP), sehingga tidak ada sesuatu yang mau direkonstruksikan. Ketiga, adalah ada instruksi dari presiden dan kapolri agar instruksi tersebut dilaksanakan terlebih dulu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pimpinan KPK Datangi Mabes Polri

Pimpinan KPK Datangi Mabes Polri

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 13:35 WIB

Kompolnas: Kasus Novel Baswedan Tak Ada Kaitannya dengan KPK

Kompolnas: Kasus Novel Baswedan Tak Ada Kaitannya dengan KPK

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 13:00 WIB

Tiga Alasan Pengacara Tolak Rekonstruksi Novel Baswedan

Tiga Alasan Pengacara Tolak Rekonstruksi Novel Baswedan

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 12:29 WIB

"TeleNOVELa KPK-Polri"

"TeleNOVELa KPK-Polri"

Foto | Sabtu, 02 Mei 2015 | 12:01 WIB

Kuasa Hukum Tolak Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan

Kuasa Hukum Tolak Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 12:00 WIB

Kasus Novel, Polisi Diminta Tunduk Perintah Presiden

Kasus Novel, Polisi Diminta Tunduk Perintah Presiden

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 10:28 WIB

Sabtu Pagi, Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan Dilanjutkan

Sabtu Pagi, Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan Dilanjutkan

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 09:44 WIB

Pengacara Novel Ancam Laporkan Penyidik Bareskrim ke Ombudsman

Pengacara Novel Ancam Laporkan Penyidik Bareskrim ke Ombudsman

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 06:01 WIB

Ini Alasan Badrodin Dukung Penangkapan Novel Baswedan

Ini Alasan Badrodin Dukung Penangkapan Novel Baswedan

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 03:06 WIB

Pengacara Bingung Cari Tiket Buat Dampingi Rekonstruksi  Novel

Pengacara Bingung Cari Tiket Buat Dampingi Rekonstruksi Novel

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 00:02 WIB

Terkini

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus BPPJPN Sumut, 1 Mangkir dari Panggilan

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus BPPJPN Sumut, 1 Mangkir dari Panggilan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:33 WIB

SymWhite 377 vs Tranexamic Acid: Mana yang Lebih Cepat Memudarkan Flek Hitam?

SymWhite 377 vs Tranexamic Acid: Mana yang Lebih Cepat Memudarkan Flek Hitam?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Kritik Prosedur Pencabutan IUP Kristalin Ekalestari, Haris Azhar: Ada Tata Cara, Ini Negara Hukum!

Kritik Prosedur Pencabutan IUP Kristalin Ekalestari, Haris Azhar: Ada Tata Cara, Ini Negara Hukum!

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:31 WIB

LPSK Serahkan Laporan Restitusi Kasus TPPU PT DSI, 5.102 Korban Berhak Dapat Ganti Rugi Rp1,07 T

LPSK Serahkan Laporan Restitusi Kasus TPPU PT DSI, 5.102 Korban Berhak Dapat Ganti Rugi Rp1,07 T

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kemenkeu Beberkan Jurus APBN 2027: Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Kemenkeu Beberkan Jurus APBN 2027: Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Hari Museum Indonesia 2026, Revitalisasi 200 Cagar Budaya Jadi Mercusuar Era Prabowo

Hari Museum Indonesia 2026, Revitalisasi 200 Cagar Budaya Jadi Mercusuar Era Prabowo

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Krisis Dokter Gigi, 29 Kampus Ditugaskan Buka Fakultas Kedokteran Gigi Baru

Krisis Dokter Gigi, 29 Kampus Ditugaskan Buka Fakultas Kedokteran Gigi Baru

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar

Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:19 WIB

Arif Rahman Resmi Pimpin Petani NasDem, Bidik Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Arif Rahman Resmi Pimpin Petani NasDem, Bidik Kesejahteraan Petani dan Nelayan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×