Satu atau Dua Hari Lagi, Novel Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel

Siswanto, Erick Tanjung

Minggu, 03 Mei 2015 | 12:52 WIB
Satu atau Dua Hari Lagi, Novel Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Novel Baswedan bersama Johan Budi jumpa pers di Kantor KPK. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Tim kuasa hukum penyidik utama Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan tengah menyiapkan langkah moral dan hukum untuk menuntut institusi Polri. Mereka menilai Badan Reserse Kriminal Polri sewenang-wenang menangkap Novel. 
 
"Ada beberapa langkah moral yang akan tempuh. Karena persoalan ini (penangkapan Novel) bukan murni kasus hukum, tetapi ini adalah masalah moralitas lembaga kepolisian," kata salah satu tim kuasa hukum Novel Baswedan, Muji Kartika Rahayu, kepada Suara.com, Minggu (3/5/2015).
 
Salah satu langkah hukum yang akan segera ditempuh tim pentacara Novel ialah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Jakarta Selatan.
 
"Praperadilan salah satu strategi hukum yang tengah disiapkan. Secepatnya akan kami ajukan praperadilan, mungkin besok atau lusa," katanya.
 
Sejak Januari 2015, konflik antara KPK dan Polri yang menyedot perhatian nasional, sudah tiga kali terjadi. Dimulai saat Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan dicalonkan ke posisi kepala Kepolisian Indonesia oleh Presiden Jokowi yang lalu dipersoalkan KPK.

Berikutnya saat Wakil Ketua KPK (saat itu), Bambang Widjojanto, diperkarakan Kepolisian Indonesia, demikian juga dengan Ketua KPK (saat itu) Abraham Samad, dan terakhir penahanan Novel, yang juga anggota Polri. Personalia pimpinan KPK lalu diubah Presiden.

Baswedan ditangkap petugas Bareskrim karena dua kali mangkir dari pemeriksaan atas kasus dugaan penganiayaan hingga mengakibatkan meninggal dunia terhadap seseorang pada 2004.

Dia ditangkap di rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2015) pukul 00.30 WIB.

Surat perintah penangkapan Novel diregistrasi dengan nomor SP.Kap/19/IV/2015/Dittipidum yang memerintahkan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia untuk membawa Baswedan ke kantor polisi.

Kasus yang diduga melibatkan Novel ini sudah lama terjadi, pada Februari 2004, Polres Bengkulu menangkap enam pencuri sarang walet, setelah dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi di pantai, keenamnya ditembak sehingga satu orang tewas.

Novel yang saat itu berpangkat inspektur satu polisi dan menjabat kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu dianggap bertanggungjawab karena melakukan penembakan tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Polri bersikap transparan dalam mengusut kasus yang menimpa mantan polisi tersebut.

"(Polri) Harus transparan, itu masalahnya. Kalau tidak ada salahnya, (Novel) akan bebas. Di kepolisian ini terbuka juga, ada (jenderal) bintang empat kena juga, bintang tiga, bintang dua, bintang satu, semuanya di antara kita kan tidak boleh kebal (hukum). Tetapi (proses) itu harus transparan," kata Kalla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Novel Baswedan Bantah Punya Banyak Rumah

Novel Baswedan Bantah Punya Banyak Rumah

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 19:54 WIB

Terkini

Review Ibadah & Cinta: Konflik Keluarga Menarik, Eksekusinya Kurang Terarah

Review Ibadah & Cinta: Konflik Keluarga Menarik, Eksekusinya Kurang Terarah

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Reshuffle Jilid 7: Paradoks Efisiensi Anggaran di Tengah Penggemukan Kabinet

Reshuffle Jilid 7: Paradoks Efisiensi Anggaran di Tengah Penggemukan Kabinet

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Saat Gen Z Makin Peduli Isu Keberlanjutan, Bagaimana Perusahaan FMCG Ini Beradaptasi?

Saat Gen Z Makin Peduli Isu Keberlanjutan, Bagaimana Perusahaan FMCG Ini Beradaptasi?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:28 WIB

Tarot, Primbon, dan Ilusi Kendali: Cara Unik Founder Startup Hadapi Ketidakpastian Bisnis

Tarot, Primbon, dan Ilusi Kendali: Cara Unik Founder Startup Hadapi Ketidakpastian Bisnis

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Mau Introspeksi, Alasan Timothy Ivan Mundur dari Bakom RI

Mau Introspeksi, Alasan Timothy Ivan Mundur dari Bakom RI

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Silsilah Keluarga Hannah Al Rashid: Akar Budaya Bugis yang Membentuk Identitas Multitalenta

Silsilah Keluarga Hannah Al Rashid: Akar Budaya Bugis yang Membentuk Identitas Multitalenta

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Gak Mau Kalah dari Avengers, Spider-Man: Brand New Day Bakal Dirilis Ulang

Gak Mau Kalah dari Avengers, Spider-Man: Brand New Day Bakal Dirilis Ulang

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Ole Romeny Ungkap Momen Gila Timnas Indonesia Bantai Bangladesh 9 Gol

Ole Romeny Ungkap Momen Gila Timnas Indonesia Bantai Bangladesh 9 Gol

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri

Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD

Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD

Malang | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:19 WIB

×