Suasana Ini Hilang Pascakonflik Ambon

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2015 | 12:44 WIB
Suasana Ini Hilang Pascakonflik Ambon
Jacky Manuputty. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Konflik bernuasa suku, ras, agama dan golongan (SARA) di Ambon, Maluku sudah berakhir sejak lama. Sekarang Ambon damai, antara warga yang saling berdampingan. Namun ada yang hilang setelah konflik itu.

Pascakonflik itu, masyarakat kota Ambon telah terpisah secara geografis berdasarkan agama. Komunitas Kristen berada di belahan selatan pulau Ambon, sedangkan komunitas Muslim berada di belahan utara. Komunitas di dalam Kota Ambon sendiri terpisah berdasarkan desa, sebab ada desa yang mayoritas Kristen dan ada desa yang mayoritas Muslim.

"Secara keseluruhan semua berjalan normal. Interaksi ekonomi, politik dan sebagainya. Tapi konflik dahulu itu menyisahkan kondisi-kondisi yang terpisah secara geografis," jelas Tokoh perdamaian dari Maluku Jacky Manuputty saat berbincang dengan suara.com, Kamis (7/5/2015) pagi.

Dia mengatakan meski terpisah, mereka berbaur dalam ruang publik. Namun bedanya, hampir 90 persen masyarakat di sana tidak bertetangga antar masyarakat yang berbeda keyakinan.

"Saya kira yang hilang itu adalah perjumpaan-perjumpaan di ruang domestik (antar tetangga) yah. Seperti pasar, kantor, sekolah, rumah sakit itu ruang publik. Mereka ketemu. Tapi setelah sore selesai, mereka kembali ke ruang domestik muslim dengan muslim, Kristen dengan Kristen," cerita Jacky.

Selain itu tidak ada pemandangan anak-anak antar lain kelompok yang bermain di malam hari. Mereka bermain dengan komunitasnya sendiri. Namun itu terjadi bukan karena bermusuhan, tapi soal jarak antar komunitas yang terpisah.

"Misal berkunjung di hari besar sebuah agama. Kehidupan tetangga itu hilang. Dulu (saya) pas bangun tidur ada acara muslim yang salawatan, saya bisa minta kuenya. Jadi relasi kemanusiaan yang hilang," katanya.

Mengembalikan suasana segar penuh toleransi

Jacky merupakan penerima anugerah internasional bertajuk Tanembaum Peacemaker in Action Award tahun 2012. Penghargaan ini diberikan oleh lembaga Tanenbaum Center for Interreligious Understanding di New York, Amerika Serikat.

Jacky juga salah satu deklarator Penjanjian Maluku di Malino yang mengakhiri konflik di Maluku. Dia dan teman-temannya di Maluku membangun kelompok-kelompok damai lintas iman yang mencakup jurnalis, perempuan, tokoh agama dan mahasiswa.

Salah satu program yang digagas Jacky dan berhasil melepaskan Ambon dari konflik adalah 'live-in'. Dalam program itu Jacky membawa tokoh-tokoh agama dan perempuan tinggal di rumah orang-orang yang berbeda kepercayaan, bahkan pernah bermusuhan.

"Kami pertemukan antar anak-anak SD dari muslim dan agama lain. Mereka berkumpul, setelah Magrib, kita break. Yang muslim salat, dilihat oleh yang agama lain. Setelah selesai, yang melihat salat pada tepuk tangan. lho kenapa tepuk tangan? Mereka ini baru melihat hal baru yang tidak bisa di lihat di komunitasnya. Dan itu menyenangkan," kata dia.

Jacky berharap 'live-in' bisa melahirkan agen perdamaian di sebuah daerah. Agen itu memberi contoh cara hidup berdampingan dengan masyarakat berbeda kepercayaan.

"Bagaimana bersinergi antar tetangga. Yang pertama kita harus hidupkan aktor perdamaian, yang memberi pengaruh ke komunitas yang tinggal di satu komunitas," kata Jacky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ajarkan Toleransi, Ajak Anak Memahami Agama Lain

Ajarkan Toleransi, Ajak Anak Memahami Agama Lain

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 11:25 WIB

Kehidupan Pernikahan 'Normal' Tiga Orang Gay

Kehidupan Pernikahan 'Normal' Tiga Orang Gay

News | Minggu, 19 April 2015 | 11:19 WIB

SMA Ini Ajarkan Propaganda Anti-Muslim

SMA Ini Ajarkan Propaganda Anti-Muslim

News | Jum'at, 10 April 2015 | 13:40 WIB

Perempuan Ini Dipaksa Lepas Jilbab di Pengadilan

Perempuan Ini Dipaksa Lepas Jilbab di Pengadilan

News | Jum'at, 10 April 2015 | 06:02 WIB

Cinta Damai, Gadis Cantik India Ini Pelajari 3 Agama

Cinta Damai, Gadis Cantik India Ini Pelajari 3 Agama

News | Jum'at, 03 April 2015 | 14:10 WIB

Kawasan Wisata Ini Khusus untuk Waria, Lesbian dan Gay

Kawasan Wisata Ini Khusus untuk Waria, Lesbian dan Gay

News | Selasa, 31 Maret 2015 | 05:31 WIB

Buku Agama Ajarkan Intoleransi,  Penulisnya Bisa Kena Sanksi

Buku Agama Ajarkan Intoleransi, Penulisnya Bisa Kena Sanksi

News | Jum'at, 20 Maret 2015 | 17:00 WIB

MK Jerman: Guru Boleh Pakai Jilbab saat Mengajar

MK Jerman: Guru Boleh Pakai Jilbab saat Mengajar

News | Sabtu, 14 Maret 2015 | 15:42 WIB

Italia Larang Masjid Dibangun di Kota Ini

Italia Larang Masjid Dibangun di Kota Ini

News | Sabtu, 14 Maret 2015 | 13:44 WIB

Muslim Inggris Gunakan Gereja untuk Salat

Muslim Inggris Gunakan Gereja untuk Salat

News | Jum'at, 13 Maret 2015 | 15:42 WIB

Terkini

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:41 WIB

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:38 WIB