Jadi Tujuan Manusia Perahu, Malaysia Takkan Beri Izin Mendarat

Esti Utami | Suara.com

Rabu, 13 Mei 2015 | 01:19 WIB
Jadi Tujuan Manusia Perahu, Malaysia Takkan Beri Izin Mendarat
Ilustrasi [Shutterstock]

Suara.com - Kepala Kepolisian Thailand dan Malaysia akan membahas upaya kerjasama untuk menahan gelombang pendatang mendarat di pantai mereka. Sementara badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa UNHCR memperingatkan ada sekitar 7.000 orang terapung di Teluk Benggala.

Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta pemerintah negara Asia Tenggara tidak melautkan kembali perahu yang mengangkut ribuan orang itu, karena sarat dengan pengungsi lapar dan sakit, yang ditinggalkan penyelundup sesudah Thailand melakukan tindakan keras.

"Kami meramalkan keadaan darurat kemanusiaan di sini," kata juru bicara Badan Perpindahan Antarbangsa (IOM) Leonard Doyle pada taklimat bersama dengan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Pengungsi di Jenewa.

Taklimat itu juga menyebut terjadi lonjakan arus pendatang dari negara miskin Banglades dan Myanmar ke Malaysia dan Indonesia pada tahun ini, menyusul tindakan keras terhadap pedagang oleh Thailand, yang biasa menjadi tujuan pertama jaringan penyelundupan manusia di kawasan itu.

Banyak pendatang adalah warga Rohingya, suku kecil tanpa kewarganegaraan dari Myanmar, yang dinyatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai salah satu kelompok kecil paling teraniaya di dunia.

Thailand pada Selasa menyatakan akan meminta bantuan tetangganya untuk melacak pedagang manusia, yang menyelinap di perbatasan berhutan lebat mereka ke Malaysia.

Pada pembicaraan tahunan pejabat polisi kedua negara itu, polisi Malaysia menyatakan negaranya sudah mengirim tambahan petugas keamanan ke perbatasan untuk membendung gelombang yang mencoba menyeberang, tapi ia tidak merinci tindakan yang mungkin dilakukan kedua negara tersebut.

Malaysia, salah satu kekuatan ekonomi di Asia Tenggara, sejak lama menjadi tujuan pendatang gelap, tapi kini gelombang itu dihadapkan dengan tindakan yang diambil pihak berwenang di sana.

Akhir pekan lalu, tiga kapal membawa lebih dari 1.000 orang mendarat di pulau Langkawi, salah satu tempat wisata di Malaysia yang terletak dekat dengan perbatasan Thailand. Pejabat kelautan Malaysia menyatakan kapal lain berusaha mendarat akan diusir.

"Kami tidak mengizinkan mereka masuk. Itu masalah kebijakan," kata Laksamana Pertama Tan Kok Kwee, kepala wilayah utara Badan Penegakan Hukum Laut Malaysia.

Sekitar 25.000 warga Rohingya dan Banglades dari Myanmar naik perahu kecil ke perairan Asia Tenggara dalam tiga bulan pertama tahun ini. Angka ini dua kali lebih banyak daripada masa yang sama 2014, kata badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa UNHCR. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bangladesh Kewalahan! 60.000 Rohingya Masuk Diam-Diam di Tengah Konflik Myanmar

Bangladesh Kewalahan! 60.000 Rohingya Masuk Diam-Diam di Tengah Konflik Myanmar

News | Senin, 23 Desember 2024 | 09:40 WIB

Di Balik Jeruji Truk: Kisah Pilu Pengungsi Rohingya yang Ditolak di Aceh

Di Balik Jeruji Truk: Kisah Pilu Pengungsi Rohingya yang Ditolak di Aceh

Liks | Senin, 11 November 2024 | 17:21 WIB

Gencatan Senjata Gagal, Pemulangan Pengungsi Rohingya dari Bangladesh Tertunda

Gencatan Senjata Gagal, Pemulangan Pengungsi Rohingya dari Bangladesh Tertunda

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 10:43 WIB

Puluhan Orang Rohingya Diam-diam Tinggali 2 Rumah di Sukabumi, Dipastikan Tanpa Surat Imigrasi

Puluhan Orang Rohingya Diam-diam Tinggali 2 Rumah di Sukabumi, Dipastikan Tanpa Surat Imigrasi

News | Senin, 23 September 2024 | 13:27 WIB

Cerita Perempuan Indonesia yang Menikah dengan Pengungsi Rohingya: Saya Tak Melihat Suku, Tapi dari Kemanusiaan

Cerita Perempuan Indonesia yang Menikah dengan Pengungsi Rohingya: Saya Tak Melihat Suku, Tapi dari Kemanusiaan

Video | Kamis, 20 Juni 2024 | 10:05 WIB

Di Balik Jeruji Besi: Nasib Tragis Ratusan Pengungsi Rohingya di Penjara Bangladesh

Di Balik Jeruji Besi: Nasib Tragis Ratusan Pengungsi Rohingya di Penjara Bangladesh

News | Kamis, 13 Juni 2024 | 19:58 WIB

Kurangnya Perawatan Hepatitis C Bikin Besar Pengungsi Rohingya Tidak Bisa Sembuh

Kurangnya Perawatan Hepatitis C Bikin Besar Pengungsi Rohingya Tidak Bisa Sembuh

Health | Kamis, 13 Juni 2024 | 11:29 WIB

Ini  Alasan Warga Aceh Tidak Ingin Menerima Pengungsi Rohingya

Ini Alasan Warga Aceh Tidak Ingin Menerima Pengungsi Rohingya

Video | Kamis, 18 April 2024 | 08:00 WIB

Puluhan Pengungsi Etnis Rohingya Dipindahkan dari Gedung PMI ke Kantor Bupati Aceh Barat, Mengapa?

Puluhan Pengungsi Etnis Rohingya Dipindahkan dari Gedung PMI ke Kantor Bupati Aceh Barat, Mengapa?

News | Rabu, 27 Maret 2024 | 00:05 WIB

HOAKS, Menlu Retno Marsudi Perintahkan Usir Pengungsi Rohingya

HOAKS, Menlu Retno Marsudi Perintahkan Usir Pengungsi Rohingya

News | Kamis, 18 Januari 2024 | 17:39 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB