Kesaksian Warga Sekitar Rumah Ortu yang Telantarkan Anak

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 14 Mei 2015 | 17:22 WIB
Kesaksian Warga Sekitar Rumah Ortu yang Telantarkan Anak
Rumah Utomo (45) di Perumahan Citra Gran Cibubur, Cluster Nusa Dua, Blok E [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - ‎Bocah berusia delapan tahun berinisial AD diduga ditelantarkan kedua orangtuanya, Utomo Permono (45) dan Nurindra Sari, di Perumahan Citra Gran, Cluster Nusa Dua - Blok E, Cibubur. AD dan keempat saudara perempuannya kini diamankan di safe house milik negara, sedangkan orangtua mereka dibawa ke Polda Metrojaya untuk diperiksa.

Utomo membantah melakukan penelantaran dan penganiayaan terhadap anak-anaknya. Menurut dia, AD tidak boleh masuk ke rumah selama berhari-hari sebagai bagian dari pendidikan.

Apa pendapat para tetangga Utomo setelah kasus itu terungkap? ‎Ibu Fitri mengatakan selama ini sering melihat Utomo keluar rumah di malam hari dan pulang subuh. Utomo dan istri dikenal jarang berinteraksi dengan tetangga.

"Dia selalu keluar malam dan pulang jam 03.00 subuh," kata Fitri kepada Suara.com.

Kemudian pada siang hari, katnya, Utomo dan istri jarang keluar rumah.

"Pintu rumahnya selalu tertutup. Rumahnya berantakan, kotor. Kasihan anak-anaknya," tutur Fitri.

‎Hal senada disampaikan Erwin Nafianto (40), warga yang rumahnya terletak di belakang rumah korban‎. Beberapa waktu belakangan ini, dia sering mendengar suara musik keras dari rumah Utomo.

"Saya tinggal di belakang rumahnya.‎ Beberapa malam lalu saya dengar suara musik keras dari rumahnya‎. Itu cukup mengganggu warga," kata Erwin.

Tetangga depan rumah korban, Hendro (45), mengaku sudah sebulan melihat AD di luar rumah terus dan tidak pergi ke sekolah.

"Saya lihat hampir tiap hari anak ini tidur di pos jaga. Bagi kami sebagai warga prihatin. Kami yang membantu merawat anaknya dan nginap di rumah malah dilabrak oleh orangtuanya," kata dia.

Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda mengatakan bocah-bocah itu akan menjalani trauma healing atau tindakan untuk menghilangkan stres, trauma, dan rasa takut. Sebab, selama ini mereka diduga mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dari orangtua.

"Kita akan lakukan trauma healing dulu. Kita melihat dari sorot matanya, dia trauma mendalam dan rasa ketakutan," kata Erlinda di lokasi. "Anak-anak ini akan kami lindungi di rumah aman milik negara."

Bila orangtua terbukti bersalah, kata Erlinda, bisa saja negara mengambil alih hak pengasuhan anak-anak itu atau mencabut hak asuh orangtua mereka.

Erlinda mengatakan kondisi anak-anak tersebut sekarang ini terlihat mengalami gangguan psikis, mengalami trauma, dan mengalami tekanan.

"Kakak tertua depresi berat, anak-anak ini masih belia, ada yang usia tiga tahun," katanya.

Anak-anak itu, kata Erlinda, sekarang diberikan makanan dan minuman yang sehat agar kondisi mereka pelan-pelan pulih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPAI Bawa Polisi karena Ortu Tak Izinkan Bawa Anak ke Rumah Aman

KPAI Bawa Polisi karena Ortu Tak Izinkan Bawa Anak ke Rumah Aman

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 17:04 WIB

Kedua Orangtua yang Telantarkan Anak Diperiksa di Polda Metro

Kedua Orangtua yang Telantarkan Anak Diperiksa di Polda Metro

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 16:46 WIB

5 Anak Cibubur yang Kondisinya Bikin Sedih Dibawa ke Rumah Aman

5 Anak Cibubur yang Kondisinya Bikin Sedih Dibawa ke Rumah Aman

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 15:22 WIB

Penyidik Geledah Rumah Penelantar Anak Cibubur, Temukan Senjata

Penyidik Geledah Rumah Penelantar Anak Cibubur, Temukan Senjata

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 14:42 WIB

Terkini

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB