Menteri Susi Ngetwit Ditawar 5 T untuk Mundur, Ini Tanda Apa?

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 14 Mei 2015 | 19:36 WIB
Menteri Susi Ngetwit Ditawar 5 T untuk Mundur, Ini Tanda Apa?
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (1/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Di tengah isu perombakan kabinet, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ngetwit di @susipudjiastuti. Susi mendengar ada pihak yang menginginkannya untuk mundur. Nilai tawaran agar dirinya tak lagi di Kabinet Kerja mencapai Rp5 triliun.

"Saya dapat kabar 5T untk saya walk away. Nilai yg sangat banyak. Saya bangga tarif untk seorang lulusan SMP begitu mahal," tulis Menteri Susi di Twitter @susipudjiastuti, Rabu (13/5/2015).

Menanggapi hal itu, pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia Dewi Haroen menilai Menteri Susi sudah kehilangan kepercayaan dari masyarakat.

"Itu statusnya dia (Menteri Susi di Twitter) bahwa sebetulnya, artinya dia kehilangan muka, kan di sana dia pasti ada penawaran politik apa-apa juga. Kan ada isu reshuffle kan, dan salah satunya menelusuri menteri yang kurang baik. Kan sekarang perikanan menurun," kata Dewi kepada suara.com, Kamis (14/5/2015).

Lebih jauh, Dewi mengaku tidak yakin ada orang yang menawarkan uang sampai Rp5 triliun hanya untuk meminta seorang menteri keluar dari kabinet.

"Ya saya gak yakin, artinya segitu-gitunya, saya gak yakin Rp5 triliun segala macem, untuk apa? terus apa gunanya, kan belum tentu juga," ujar Dewi.

Kemudian terkait salah satu survei yang menempatkan Menteri Susi sebagai menteri terpopuler dan banyak diberitakan media massa, menurut Dewi, itu bukan berarti kinerjanya bagus.

"Survei yang mana dulu mas? survei kan bisa dibuat, survei itu, kan hanya dari (pemberitaan) media, tapi kalau tingkat kepuasan masyarakat apa iya bisa dibuat, misal dia bagus dari survei tapi kinerjanya itu dari masyarakat kondisi ekspor menurun misalnya, kan menimbulkan keresahan di masyarakat juga," kata dia.

Dewi enggan memberikan penilaian terhadap kinerja Menteri Susi.

"Penilaian itu bisa dilihat dari angka-angka ekspor, angka nelayan, saya gak mau menilai orangnya, bukan juga dari survei lagi, tapi rapor aslinya. Kan pencapaian ekspor, saya lebih suka real penilaian di masyarakat, kondisi dampak kerjanya gimana, menenggelamkan kapal ada dampaknya gak sih? jadi kita lihat itu semua," kata Dewi.

Dewi menduga Menteri Susi merupakan salah satu dari beberapa menteri yang masuk daftar diganti.

"Ya kemungkinan (Susi akan di reshuffle). Karena angka-angka dia, kan angka perekonomian, kan semua ini akan hancur kalau perekonomian gak jalan, jadi Pak Jokowi akan bermasalah kalau perekonomian gak jalan apalagi menyangkut nelayan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota DPD: Menko Indroyono Kalah Langkah dengan Menteri Susi

Anggota DPD: Menko Indroyono Kalah Langkah dengan Menteri Susi

News | Minggu, 10 Mei 2015 | 18:29 WIB

Distribusi Lambat, Menteri Susi akan Bangun Runway di Pulau Kecil

Distribusi Lambat, Menteri Susi akan Bangun Runway di Pulau Kecil

Bisnis | Senin, 04 Mei 2015 | 15:03 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×