Gedung Baru, Reformasi untuk DPR

Ardi Mandiri, Bagus Santosa

Rabu, 20 Mei 2015 | 22:19 WIB
Gedung Baru, Reformasi untuk DPR
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (suara.com/Rengga Satria)

Suara.com -
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut, implemantasi reformasi untuk DPR mencakup bidang kedewanan, Sekretariat Jenderal atau sistem pendukung, serta penguatan kelembagaan, sarana-prasarana menuju kemandriian staf dan anggaran.

Hal itu diungkapkan Fahri Hamzah dalam pidato Paripurna di DPR, hari ini, Rabu (20/5/2015). Dia menganggap demokrasi yang berkembang di era reformasi ini perlu dijaga. Karenanya, perlu penguatan reformasi di DPR yang merupakan pilar demokrasi, termasuk dalam membangun fasilitasnya.

"Implementasi reformasi DPR di bidang penguatan kelembagaan akan dilaksanakan secara eksternal dan internal," kata Fahri.

Fahri menerangkan, ada tujuh langkah yang perlu dilakukan dan akan berjalan simultan serta terintegrasi untuk penguatan kelembagaan DPR guna penguatan reformasi tadi.

Pertama, membangun alun-alun demokrasi. Yaitu sebuah plasa reformasi untuk publik. Fahri menilai, alun-alun demokrasi ini bisa menjadi tempat unjuk rasa dan penyampaian aspirasi publik terbesar di Indonesia.

Kedua, membangun museum dan perpustakaan yang sekaligus akan dijadikan cagar budaya dan ikon nasional. Ketiga, pembangunan jalan akses bagi tamu dan publik untuk mempermudah tamu masuk ke DPR. Keempat, membangun visitor center yang dikelola untuk aktivitas pengunjung harian.

Kelima, pembangunan ruang pusat kajian legislasi dan perancangan undang-undang, kajian APBN dan kajian akuntabilitas keuangan negara dan pusat penelitian.

Keenam, pembanguan ruangan kerja anggota dan tenaga ahli yang standar. Serta ketujuh, integrasi tempat tinggal anggota dengan kantor kerja anggota.

Fahri menerangkan, anggaran untuk penguatan ini masuk dalam RAPBN 2016. Namun, dia sendiri mengaku tidak tahu anggarannya dan sudah didiskusikan sebelumnya dengan sejumlah ahli, baik arsitek, budaya dan lainnya.

"Semua mengatakan inilah momen kita menjaga ingatan publik tentang momen demokrasi kita. Kalau dewan tidak berbenah bahaya. Bisa-bisa rakyat minta kudeta. Anda harus ingat itu. Orang sudah nggak tahan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peringati Harkitnas, DPR Malah Gelar Pameran Keris

Peringati Harkitnas, DPR Malah Gelar Pameran Keris

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 17:01 WIB

DPR Rapat Paripurna RAPBN 2016 dengan Menteri Ekonomi

DPR Rapat Paripurna RAPBN 2016 dengan Menteri Ekonomi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2015 | 11:49 WIB

Usai Konsultasi dengan Jokowi, UU Pilkada Kembali ke Komisi II

Usai Konsultasi dengan Jokowi, UU Pilkada Kembali ke Komisi II

News | Selasa, 19 Mei 2015 | 12:55 WIB

Rapat Konsultasi, Ini yang Dibahas Pimpinan DPR dan Jokowi

Rapat Konsultasi, Ini yang Dibahas Pimpinan DPR dan Jokowi

News | Senin, 18 Mei 2015 | 18:47 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×