Beras yang Ditemukan di Kota Bekasi Terbukti Beras Plastik

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 21 Mei 2015 | 10:47 WIB
Beras yang Ditemukan di Kota Bekasi Terbukti Beras Plastik
Ilustrasi beras [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Hasil pengujian laboratorium Sucofindo membuktikan beras mencurigakan yang ditemukan warga di Kota Bekasi, Jawa Barat, benar-benar beras palsu alias beras plastik.

"Setelah kami melakukan identifikasi fisik, kemudian kami lakukan identifikasi lebih lanjut, dan ini diketemukan ada suspect, dalam arti ada senyawa lain di luar komponen beras, kemudian kami lakukan pengujian lagi, kami scrining dulu dengan alat spectro infrared, untuk melihat apakah ada unsur polimer, dan hasilnya terdapat komponen yang sangat identik dengan senyawa Polimer Chlorida, yang digunakan untuk pembuatan pipa, kabel, dan kebanyakan untuk kebutuhan industri," kata Kepala Bagian Pengujian Laboratorium Sucofindo, Adisam ZN, di kantor Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2015).

Beras yang diteliti laboratorium diambil bersama jajaran Pemerintahan Kota Bekasi dan polisi dari agen penjual beras dan toko bubur milik Dewi Septiani di Mutiara Gading, Bekasi Timur.

Adisam mengatakan pemeriksaan dilakukan secara teliti. Pemeriksaan juga dilakukan dengan menggunakan identifikasi kandung plasticer plastik. Proses ini menggunakan alat yang sangat sensitif.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, didapat tiga senyawa yang terdapat dalam beras, yakni senyawa BBB (Benzyl Butyl Phtalate), DEHP (Bis 2-ethylhexyl Phtalate), dan DINP (Diisononyl Phtalate).

Tiga senyawa tersebut, katanya, biasa digunakan untuk pelembut atau pelentur pipa agar tidak kaku.

"Kemudian kami identifikasi lagi, apakah ada senyawa lain, kami gunakan lagi dengan alat lebih sensitif, ada senyawa apa saja, hasilnya diketemukan karakteristik, tiga senyawa di atas yang umumnya digunakan plasticer atau pelembut, agar kabel atau pipa mudah dibentuk agar tidak kaku bahwa sampel beras ini ada tambahan senyawa dari luar," katanya.

Dengan melihat kandungan dalam beras, katanya, kalau dikonsumsi beras tersebut sangat berpengaruh bagi organ tubuh manusia. Dalam jangka pendek akan menyebabkan terjadinya sakit perut, sedangkan dalam jangka panjang akan menimbulkan kanker.

"Akibat jangka pendeknya kalau habis makan pasti sakit perut, dan kalau terus menerus dikonsumsi dalam waktu lama akan menyebabkan kanker," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beras Plastik Disinyalir Sudah Masuk Riau

Beras Plastik Disinyalir Sudah Masuk Riau

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 02:48 WIB

Beredar Beras Plastik, Pedagang Pasar Besar Ngawi Rugi

Beredar Beras Plastik, Pedagang Pasar Besar Ngawi Rugi

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 19:43 WIB

Menteri Gobel Duga Beras Plastik yang Beredar Hasil Selundupan

Menteri Gobel Duga Beras Plastik yang Beredar Hasil Selundupan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2015 | 19:38 WIB

Peredaran Beras Plastik Dijamin Tak Tembus Pasar Induk Cipinang

Peredaran Beras Plastik Dijamin Tak Tembus Pasar Induk Cipinang

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 06:13 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×