Pakar Perilaku: Jokowi Belum Bisa Disebut sebagai Pemimpin

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 29 Mei 2015 | 06:31 WIB
Pakar Perilaku: Jokowi Belum Bisa Disebut sebagai Pemimpin
Presiden Joko Widodo didampingi pimpinan DPR RI dan sejumlah menteri Kabinet Kerja saat konferensi pers di komplek Gedung Nusantara IV Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2015). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pakar perilaku dari Universitas Indonesia (UI), Taufik Bahaudin mengatakan, yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia menjadi negara maju adalah seorang pemimpin dan bukan pimpinan.

"Indonesia ini butuh pemimpin, bukannya pimpinan seperti yang hadir sejak beberapa tahun belakangan," kata Taufik, usai peluncuran survei awal tahun dengan tajuk "Menakar Kinerja Jokowi-JK dalam Evaluasi Mahasiswa UI", di Kampus UI Salemba, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Berdasarkan disiplin ilmu yang dia kuasai, Taufik mengatakan bahwa ada perbedaan mendasar dari pemimpin dan pimpinan. Pemimpin menurutnya adalah orang yang memiliki terobosan untuk membawa semua yang ada di bawahnya untuk meraih visinya.

"Sedangkan pimpinan tidak. Dia hanya memberdayakan, mengefektifkan semua sumber yang ada, untuk menjalankan visi orang lain," paparnya.

Ketika ditanya siapa menurutnya yang merupakan pemimpin, Taufik mencontohkan Presiden Soekarno, Presiden Kuba Fidel Castro, serta mantan Presiden Mesir Gamal Abdul Naser.

"Bahkan mantan Presiden Soeharto, mau tidak mau, suka tidak suka, adalah pemimpin," ujarnya pula.

Menurut Taufik lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum bisa dianggap sebagai pemimpin, karena belum berani mengambil tindakan ketika dirasakan ada yang salah dalam cara mengelola negara oleh masyarakat.

"Dia belum bisa dibilang leader, karena masih belum berani ambil putusan sendiri. Leader itu juga harus punya visi. Dan Nawacita itu saya lihat bukan mimpinya Jokowi, tetapi mimpi orang lain," ujar Taufik.

Taufik mengatakan, pemimpin harus bertanggungjawab dalam memilih bawahannya, berani mengambil risiko demi kebaikan bangsa, serta tidak takut dipersepsikan jelek. Selain itu, kualitas pemimpin itu menurutnya juga tercermin dari struktur organisasi yang dipimpinnya.

"Leader itu harus berani memilih, tidak takut dipersepsikan jelek, berani mengambil risiko untuk kebaikan bangsa ke depannya. Dan ingat, kualitas sistem organisatoris dari tingkat RT hingga negara, itu tergantung orang nomor satunya," tutur Taufik.

Terkait survei oleh Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Indonesia (KSM UI) yang menilai kinerja menteri dan kementerian dalam Kabinet Kerja yang dipimpin oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla belum memuaskan, Taufik mengatakan bahwa hal ini bisa dijadikan bahan introspeksi para pihak yang berkepentingan.

"Semua survei adalah persepsi. Ini diyakini sebagai fakta yang terjadi, karena ada kepercayaan dan apa yang responden rasakan dan terjadi di masyarakat. Namun persepsi seperti ini bersifat subjektif, tetapi bisa untuk introspeksi oleh pihak atau objek yang dinilai," katanya. [Antara]

BACA JUGA: 

Pasal Ini Jelaskan Krisna Mukti Ayah Sah dari Anak Devi

Beda Sepekan, Pasangan Ini Tewas di Waktu dan Tempat yang Sama

Rahasia Mengejutkan Disneyland yang Belum Diketahui Orang

Beberkan Ciri-ciri Artis TM, Kuasa Hukum RA: Semua Pasti Tahu

23 Jam Duduk di Warnet, Pemuda Tewas

Marak Ijazah Palsu, Ini Cara Cek Universitas 'Abal-abal'

Ahok Tanggapi Santai Pernyataan Lia Eden Soal Bencana di Jakarta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sambut Jokowi, Ribuan Siswa di Manado 'Dijemur' Sejak Pagi

Sambut Jokowi, Ribuan Siswa di Manado 'Dijemur' Sejak Pagi

News | Kamis, 28 Mei 2015 | 07:58 WIB

Terkini

6 Kombinasi Lipstik Ombre untuk Kulit Kuning Langsat, Bibir Makin Fresh dan Berdimensi

6 Kombinasi Lipstik Ombre untuk Kulit Kuning Langsat, Bibir Makin Fresh dan Berdimensi

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:07 WIB

Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks

Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?

Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:51 WIB

Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya

Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:45 WIB

4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan

4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:42 WIB

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:22 WIB

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×