Cuaca Buruk, Layanan Pelayaran di NTT Lumpuh Total

Ririn Indriani

Jum'at, 05 Juni 2015 | 08:19 WIB
Cuaca Buruk, Layanan Pelayaran di NTT Lumpuh Total
Ilustrasi cuaca buruk di perairan. (Foto: Antara /Ampelsa)

Suara.com - Layanan pelayaran dari dan ke berbagai tujuan di Nusa Tenggara Timur akhirnya lumpuh total setelah lintasan Kupang - Rote Ndao yang selama tiga hari terakhir dimajukan jam pemberangkatannya lebih awal untuk menghindari cuaca buruk.

"Berhubung cuaca buruk, maka khusus untuk lintaan Kupang-Rote Ndao yang tiga hari terakhir disiasati untuk tetap berlayar dengan diberangkatkan lebih awal, ditutup untuk dua hari ke depan," kata General Manajemen PT Fery Indonesia Cabang Kupang, Arnol Jansen melalui pesan singkat di Kupang, Jumat(5/6/2015) pagi.

Menurut dia, dengan ditutupnya lintasan Kupang-Rote Ndao itu, maka seluruh lintasan pelayaran ke berbagai daerah tujuan di Nusa Tenggara Timur lumpuh total terhitung hari ini, Jumat (5/6/2015) setelah sebelumnya Rabu (3/6/2015), lintasan Kupang-Sabu dan Kupang-Aiemere-Waingapu ditutup.

"Penutupan pelayaran dari dan ke berbagai daerah di wilayah kepulauan itu berlangsung sejak Rabu kemarin (3/6/2015) dan diawali dari lintaan Kupang--Sabu Raijua, diikuti lintaan Kupang-Aimere-Waingapu di Pulau Sumba dan hari ini diikuti lagi Kupang-Rote Ndao," jelas Arnol.

Dan kemungkinan, tambah dia, pada pekan depan barulah kondisi perairan Kupang-Aimere-Waingapu dan Kupang-Wibalun-Lewoleba dan Kupang-Sabu-Rote NDao serta Kupang--Rote Ndao pergi dan pulang diperkirakan normal kembali dan layak untuk dilayari kembali.

"Ini berdasarkan perkiraaan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun El Tari Kupang yang menyatakan tinggi gelombang di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur dalam dua hari ke depan, berada pada kisaran 4-5 meter, sehingga perlu diwaspadai oleh semua armada pelayaran," terang Arnol.

Prakirawan cuaca pada Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Wahyu Argo kepada Antara di Kupang, Jumat, mengatakan tingginya gelombang laut tersebut dipicu oleh perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Australia dengan 1028 hpa dengan Indonesia yang hanya 1014 hpa telah memicu terjadinya angin kencang.

Berdasarkan hasil foto satelit, kata Wahyu, kondisis itu akan membuat kecepatan angin di atas permukaan air laut akan terus meningkat menjadi 30-40 knot atau berada pada kisaran 35-45 km/jam.

Ia menambahkan kecepatan angin yang bergerak melampaui ambang batas normal itu, kemudian memicu terjadinya gelombang besar di wilayah daratan rendah NTT pada kisaran antara 4-5 meter.

"Diperkirakan kecepatan angin bertiup maksimal 30 knot sehingga dapat memicu tinggi gelombang pada kisaran dua hingga empat meter, sehingga perlu diwaspadai oleh para nelayan dan operator kapal motor penyeberangan (KMP) dan para nelayan yang beraktivitas dan melintasi perairan ini," imbuh Arnol.

Ia mengatakan terkait kondisi cuaca, pihaknya mengimbau PT ASDP dan pengelola syahbandar untuk berwaspada mengoperasikan KMP Fery atau kapala pencari ikan dari dan ke berbagai wilayah di NTT untuk menhindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemudik Jalur Selatan Jawa Diminta Waspada Longsor

Pemudik Jalur Selatan Jawa Diminta Waspada Longsor

News | Jum'at, 25 Juli 2014 | 19:45 WIB

Cuaca Buruk, Pelayanan Kapal Feri Ditutup Sementara

Cuaca Buruk, Pelayanan Kapal Feri Ditutup Sementara

News | Rabu, 25 Juni 2014 | 18:07 WIB

Terkini

Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca

Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 18:14 WIB

Andre Taulany Nikahi Amanda Rigby, Ungkap Pernikahan Direstui Orang Tua dan Anak

Andre Taulany Nikahi Amanda Rigby, Ungkap Pernikahan Direstui Orang Tua dan Anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 18:14 WIB

5 Sunscreen Mengandung TXA untuk Memudarkan Flek Hitam Wanita

5 Sunscreen Mengandung TXA untuk Memudarkan Flek Hitam Wanita

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 18:08 WIB

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Entertainment | Minggu, 20 September 2026 | 18:00 WIB

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:52 WIB

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:50 WIB

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:39 WIB

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:33 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 17:25 WIB

×