Petisi #Kakatuabotol Berhasil Desak DPR Revisi UU Konservasi SDA

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 06 Juni 2015 | 11:18 WIB
Petisi #Kakatuabotol Berhasil Desak DPR Revisi UU Konservasi SDA
Diskusi Kongkow Ijo yang diinisiasi Green Initiative Foundation dan Change.org pada Jumat (5/6/2015) dengan tema #SaveJambulKuning. (Foto: suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Beberapa pekan lalu, upaya penyelundupan kakatua jambul kuning terungkap. Dimana puluhan burung langka yang dilindungi itu dibius dan dijejalkan hidup-hidup ke dalam botol. Sontak perilaku keji terhadap si manis kakatua ini menimbulkan keprihatinan publik.

Sebuah petisi di situs www.change.org/kakatuabotol yang ditandatangani 200 ribu netizen berhasil mendesak DPR untuk segera merevisi UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Hal ini terungkap dalam diskusi Kongkow Ijo yang diinisiasi Green Initiative Foundation dan Change.org pada Jumat (5/6/2015) dengan tema #SaveJambulKuning.

Samedi, selaku perwakilan dari KEHATI yang juga menjadi bagian dalam Pokja Kebijakan Konservasi mengatakan bahwa undang-undang yang sudah 25 tahun dibuat belum pernah mengalami pengubahan atau revisi padahal zaman kerap mengalami perubahan di segala aspek.

"Undang-undang itu sudah kuno. Sebagian pelaku melakukan transaksi secara digital, tapi tidak ada aturan yang jelas bagaimana itu harus dilarang, sanksi yang diberikan pun sangat kecil," tuturnya di sela-sela diskusi.

Tak hanya itu, Samedi juga menyebut bahwa perdagangan satwa liar merupakan kejahatan yang terorganisir dan sangat serius. Bahkan menempati urutan ketiga setelah perdagangan narkoba dan senjata api.

"Minggu lalu, Kementerian Perhutanan dan DPR sepakat memasukkan UU ini ke dalam revisi 2016. Meski demikian kita harus kawal mereka untuk melaksanakannya dengan tepat guna," imbuh Samedi.

Sementara itu, Irma selaku perwakilan dari Unit Penanggulangan Kejahatan Satwaliar-WCS yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa vonis yang dijatuhkan bagi pelaku perdagangan satwaliar sangat kecil dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka.

"Kebanyakan yang kami telusuri, ini dilakukan oleh pemain lama yang pernah dikurung kemudian bebas. Karena keuntungan dari penjualan satwa ini sangat besar mereka juga akan lebih cerdik mencari cara baru agar tidak tertangkap lagi," imbuhnya.

Hadir pula dalam diskusi Kongkow Ijo ini, putri ke-4 Gus Dur, Inayah Wahid. Ia menceritakan kenangannya bersama si Jacob sebelum diserahkan secara sukarela kepada negara untuk dilindungi.

"Awalnya saya nggak tahu ini boleh dipelihara atau enggak, terus kita cari tahu ke berbagai lembaga perlindungan hewan. Eh, nggak lama dari itu banyak berita tentang penyelundupan jambul kuning, lalu kami inisiatif mengembalikan ke pemerintah untuk direhabilitasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kakaktua Jambul Kuning Ini Hanya Mau Minum Susu Cokelat

Kakaktua Jambul Kuning Ini Hanya Mau Minum Susu Cokelat

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 23:03 WIB

Empat Tahun Menghilang, Burung Kakaktua Ini Berganti Bahasa

Empat Tahun Menghilang, Burung Kakaktua Ini Berganti Bahasa

News | Selasa, 14 Oktober 2014 | 13:55 WIB

BBKP Gagalkan 4 Kasus Penyelundupan Satwa Langka

BBKP Gagalkan 4 Kasus Penyelundupan Satwa Langka

News | Senin, 16 Juni 2014 | 14:06 WIB

Warga Banyumas Digegerkan Munculnya Beruang

Warga Banyumas Digegerkan Munculnya Beruang

News | Kamis, 22 Mei 2014 | 14:10 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×