Komisi III DPR Minta Kasus Angeline Diungkap Secara Transparan

Siswanto

Kamis, 18 Juni 2015 | 15:16 WIB
Komisi III DPR Minta Kasus Angeline Diungkap Secara Transparan
Sidang paripurna DPR [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad berharap pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Angeline (8) di Bali berlangsung transparan.

"Kami ingin kasus ini diungkap secara jelas," kata Dasco yang juga Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan kepada Suara.com, Kamis (18/6/2015).

Seperti diketahui, sejak jenazah Angeline ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh orangtua angkat, Margaret, Margaret gonta-ganti pengacara. Salah satu pengacara yang mundur, Bernadin, beralasan mengundurkan diri karena sudah tak sesuai prinsip. Prinsipnya, kata Bernadin, tiap pengacara siap membela siapapun selama sesuai dengan pembelaan yang ada. Tapi, kata dia, dalam kasus yang ditangani sekarang sudah tidak sesuai lagi.

Belakangan, pengacara baru Margaret, Hotma Sitompul, mempersoalkan anggota komisi bidang hukum DPR, Akbar Faizal, yang bertemu dengan tersangka pembunuh Angeine, Agustinus alias Agus, di Polresta Bali, di tengah kunjungan kerja ke mitra Komisi III.

"Nah kita pengen ini terbuka," kata Dasco.

Dasco juga mendorong aparat penegak hukum yang menangani kasus Angeline bekerja maksimal.

"Dan buka proses tersebut ke masyarakat, tidak ada yang ditutupi," katanya.

Dasco menilai kasus Angeline masuk kategori kejahatan luar biasa.

"Kejahatan terhadap anak yang dilakukan itu, kejahatan luar biasa," katanya.

Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. 

Dalam kasus Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang tersangka. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu rumah Angeline, ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan. Kedua, Margaret, jadi tersangka kasus penelantaran anak.

Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).

Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).

Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.

Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut. Ia juga menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan Agus. Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saksi Kasus Angeline Diteror, LPSK Beri Perlindungan

Saksi Kasus Angeline Diteror, LPSK Beri Perlindungan

News | Kamis, 18 Juni 2015 | 15:09 WIB

Tak Ada yang Salah Akbar Faizal Temui Pembunuh Angeline di Bali

Tak Ada yang Salah Akbar Faizal Temui Pembunuh Angeline di Bali

News | Kamis, 18 Juni 2015 | 15:01 WIB

Ungkap Pembunuhan Angeline, Pemeriksaan Harus Integratif

Ungkap Pembunuhan Angeline, Pemeriksaan Harus Integratif

News | Kamis, 18 Juni 2015 | 13:34 WIB

Terkini

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership

Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Terbongkar dari Keluhan Flek, Ayah di Jakbar Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

Terbongkar dari Keluhan Flek, Ayah di Jakbar Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan

Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:06 WIB

×