Cerita Pelajar Indonesia di Suriah Berpuasa di Tengah Perang

Pebriansyah Ariefana

Senin, 22 Juni 2015 | 00:30 WIB
Cerita Pelajar Indonesia di Suriah Berpuasa di Tengah Perang
Perempuan menangis pascaserangan udara yang terjadi di Distrik Bab al Nairab, Aleppo, Suriah, (12/4). (Reuters/Abdlrahman Ismail)

Suara.com - Para pelajar Indonesia yang masih bertahan di Suriah tetap menjalankan ibadah puasa. Meski kondisi krisis masih melanda negara tersebut.

Hal itu diceritakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus, Suriah, Minggu (21/6/2015). Sejak gelombang Arab Spring melanda pada awal 2011, pada Ramadan tahun ini berarti krisis yang memporak-porandakan Suriah memasuki tahun kelima.

Para pelajar Indonesia yang masih bertahan di Suriah tentu harus menyesuaikan diri dengan kondisi krisis. Beberapa pelajar Indonesia pun menyampaikan kisah pengalaman mereka menjalankan ibadah puasa di tengah kondisi krisis di Suriah.

"Kalau dulu, setiap malam kami berkeliling ke masjid-masjid di Kota Damaskus. Kadang mahasiswa berburu makanan berbuka yang enak-enak di masjid-masjid tertentu," ungkap Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Suriah, Ahmad Fuadi Fauzi.

"Apalagi orang Damaskus terkenal dermawan kepada para pelajar asing, pulang tarawih kadang dikasih uang. Namun, kini kondisi itu jarang ditemukan. Kesulitan ekonomi menjadi faktor utamanya," ujar Fuadi ketika bercerita tentang perbandingan keadaan Ramadan di Suriah sebelum dan setelah krisis.

Menurut dia, beberapa masjid yang biasa menjadi tempat langganan bagi para pelajar untuk berburu makanan sekarang sudah dikuasai pemberontak, baik dari kelompok Free Syrian Army, ISIS, Jabhat al-Nushra, maupun kelompok pemberontak lainnya. Selain itu, situasi keamanan yang rawan juga tidak memungkinkan para mahasiswa untuk bepergian terlalu malam.

Fuadi mengungkapkan bahwa Ramadan tahun ini jatuh pada musim panas. Hal itu berarti lama waktu puasa di Suriah sekitar 16,5 jam, yaitu dimulai dari Subuh pukul 04.30 dan Maghrib pukul 20.00.

"Salat Isya baru dimulai pukul 21.30 dan tarawih selesai sekitar jam 23.00. Jadi menjelang tengah malam baru tiba di rumah kembali," kata dia.

Ahsin Marus, seorang mahasiswa pascasarjana Indonesia di Universitas Kuftaro, menceritakan bahwa sebelum krisis melanda Suriah, para pelajar dapat bebas bepergian pada jam berapapun dan kemanapun.

"Bahkan, anak-anak bermain bola di lapangan hingga larut malam di musim panas ini. Tidak ada orang yang bertanya, siapa dan maksud kita apa. Kalau sekarang ngeri. Keluar malam, kita dicurigai. Ditanyai macam-macam oleh tentara di 'check point'," ungkap dia.

"Apalagi di saat kondisi sulit seperti ini banyak orang kepepet dan nekad melakukan tindakan kejahatan," tambahnya.

Para pelajar Indonesia itu menyampaikan pengalaman mereka dalam acara buka puasa bersama yang diadakan KBRI Damaskus pada Kamis (18/6/2015) dengan mengundang seluruh staf dan para mahasiswa.

Acara buka puasa bersama itu dihadiri oleh Dubes RI untuk Suriah Djoko Harjanto dan dimulai dengan berbuka, santap malam, ceramah agama, hingga ditutup dengan tarawih berjamaah.

Menurut Pelaksana Fungsi Pendidikan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Damaskus, AM Sidqi acara buka puasa bersama itu memang diadakan sebagai sarana silaturahim bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Damaskus, sekaligus sebagai cara untuk mengobati kerinduan akan kemeriahan suasana Ramadhan di Tanah Air.

"Dengan kumpul dan bergembira seperti ini, kita sejenak melupakan kondisi krisis yang melanda Suriah, tanpa lupa mendoakan agar kedamaian segera terwujud di Bumi Syam ini," tutur Sidqi.

KBRI Damaskus berencana untuk mengadakan acara buka puasa bersama empat kali selama bulan Ramadhan. Berdasarkan data KBRI Damaskus, saat ini jumlah pelajar Indonesia di Suriah sebanyak 27 orang dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari SMA hingga pascasarjana. Sebelum krisis, pelajar Indonesia di Suriah mencapai sekitar 250 orang.

Namun, akibat krisis yang berkepanjangan, Pemerintah RI melalui KBRI Damaskus melakukan repatriasi secara bertahap para WNI yang berada di Suriah. Selain itu, pemerintah Indonesia juga memberlakukan moratorium untuk pengiriman tenaga kerja ke Suriah sejak September 2011. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belanja Kebutuhan Ramadan, Pengungsi Suriah Tak Seberuntung Kita

Belanja Kebutuhan Ramadan, Pengungsi Suriah Tak Seberuntung Kita

Ramadan | Selasa, 16 Juni 2015 | 16:24 WIB

Terkini

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:15 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 11:13 WIB

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:10 WIB

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 11:08 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap

5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa

Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

×