Bocah yang Diduga Digergaji Ibu Kini Dilindungi di Rumah Aman

Siswanto

Jum'at, 03 Juli 2015 | 16:42 WIB
Bocah yang Diduga Digergaji Ibu Kini Dilindungi di Rumah Aman
Ilustrasi anak korban kekerasan. (Shutterstock)

Suara.com - GT, bocah lelaki berusia 12 tahun, yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu kandung berinsial LSR, di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, saat ini sudah dilindungi di rumah aman milik dinas sosial. Salah satu bentuk penganiayaan yang diterima GT diduga dilakukan dengan menggergaji tangannya.

"Korban sudah di rumah aman didampingi KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)," kata Sekretaris Jenderal KPAI Erlinda, Jumat (3/7/2015).

Kondisi bocah kelas VI sekolah dasar tersebut, kata Erlinda, sudah berangsur-angsur stabil.

"Bisa tersenyum dan tertawa, kita usahakan dia ikut olahraga, ikut aktivitas. Karena dia muslim, kita ajak puasa juga," kata Erlinda.

GT, kata Erlinda, juga ingin kembali pulang ke rumah dan melanjutkan sekolah.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan.

"Kita minta polisi menangani kasus ini lebih cepat. Kita minta supaya hari ini diperiksa kembali saksi-saksi semua, karena kita khawatir ada adiknya ikut alami hal yang sama," kata Sekretaris Jenderal KPAI Erlinda.

Erlinda berharap polisi segera memeriksa ibu rumah tangga tersebut sehingga diketahui duduk persoalannya.

Penyidik Polres Jakarta Selatan menerima laporan kasus tersebut Senin (29/6/2015). Sampai saat ini, penyidik sudah memeriksa dua saksi termasuk korban. Saksi memberikan penjelasan bahwa saat itu korban tidak mau pulang ke rumah.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jaksel Komisaris Polisi Aswin mengatakan saat ini proses penyelidikan dan penyidikan sedang berlangsung.

Penyidik, katanya, belum memanggil LSR karena saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti.

Untuk penanganan korban, kata Aswin, polisi sudah meminta bantuan psikolog untuk mendampinginya.

"Dan korban juga sudah dimintakan perlindungan Dinas Sosal untuk anak di Cipayung," kata Aswin.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Aswin memang ditemukan luka gores atau baret-baret di kedua tangan korban. Selain itu juga ditemukan luka baret dan memar di wajah. Tapi, polisi belum bisa menyimpulkan luka tersebut akibat digergaji ibu, sebelum dilakukan visum oleh dokter. 

Aswin berharap kasus ini cepat terungkap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Diduga Gergaji Tangan Anak, Polres Jaksel Periksa Dua Orang

Ibu Diduga Gergaji Tangan Anak, Polres Jaksel Periksa Dua Orang

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 15:52 WIB

Polres Jaksel Selidiki Dugaan Ibu Gergaji Tangan Anak Sendiri

Polres Jaksel Selidiki Dugaan Ibu Gergaji Tangan Anak Sendiri

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 15:38 WIB

Seorang Ibu Diduga Gergaji Tangan Anak Sendiri di Kebayoran Lama

Seorang Ibu Diduga Gergaji Tangan Anak Sendiri di Kebayoran Lama

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 15:06 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×