Kronologis Kaligis Dijemput KPK di Hotel Dekat Lapangan Banteng

Siswanto, Nikolaus Tolen

Selasa, 14 Juli 2015 | 18:57 WIB
Kronologis Kaligis Dijemput KPK di Hotel Dekat Lapangan Banteng
OC Kaligis dan anaknya, Velove Vexia [Suara.com/Ismail]

Suara.com - Sebelum dibawa ke gedung KPK, pengacara yang merangkap Ketua Mahkamah Partai Nasional Demokrat, OC Kaligis, dijemput dari sebuah hotel di dekat Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2015). Saat ini, Kaligis resmi ditetapkan KPK menjadi tersangka kasus dugaan suap terhadap tiga hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Sumatera Utara.

Bagaimana awal mulanya?

"Beberapa hari lalu ditetapkan tersangka terhadap pengacara, tiga hakim dan panitera. Berkaitan dengan itu kemarin melakukan pemeriksaan tersangka dan saksi, dan disimpulkan bahwa terdapat dua alat bukti permulaan yang cukup, bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan OCK," kata pelaksana tugas pimpinan KPK Johan Budi di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Penetapan tersangka terhadap Kaligis terkesan berbeda dengan penetapan tersangka yang lain. Pada panggilan pertama, Senin (13/7/2015), Kaligis akan diperiksa sebagai saksi buat anak buahnya, M. Yagari Bhastara Guntur alias Gerry. Sehari kemudian, penyidik langsung mendatangi Kaligis dan menetapkannya menjadi tersangka.

Johan Budi menjelaskan awalnya Kaligis memang dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi, namun pada saat bersamaan sebenarnya sudah dilakukan gelar perkara untuk menetapkan ayah dari artis Velove Vexia ini menjadi tersangka.

Penetapan Kaligis menjadi tersangka setelah penyidik memperoleh informasi dari lima tersangka yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan di Medan.

"Pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka kita lakukan, dan kemudian disimpulkan bahwa OCK di duga melakukan tindak pidana korupsi. Lalu dipanggil sebagai tersangka. Surat panggilan dibawa kemudian dijemput dari sebuah hotel di Lapangan Banteng," kata Johan.

Sampai petang ini, OC Kaligis masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Kamis (9/7/2015), KPK menangkap lima orang dalam OTT di kantor PTUN Medan. Mereka adalah Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro, dua hakim anggota PTUN Dermawan Ginting dan Amir Fauzi, panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan, serta anak buah Kaligis Gerry.

Dalam OTT tersebut, petugas menyita uang 15 ribu dolar AS dan 5.000 dolar Singapura. Diduga, Gerry telah menyuap tiga majelis hakim dan panitera PTUN Medan sebanyak tiga kali. Suap itu diberikan untuk memenangkan perkara klien Gerry di PTUN, yakni, Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Surya Paloh Tahu OC Kaligis Jadi Tersangka, Nasdem Tak Intervensi

Surya Paloh Tahu OC Kaligis Jadi Tersangka, Nasdem Tak Intervensi

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 18:01 WIB

Nasdem Bisa Pahami KPK Jadikan OC Kaligis Tersangka

Nasdem Bisa Pahami KPK Jadikan OC Kaligis Tersangka

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 17:49 WIB

KPK Tetapkan OC Kaligis Jadi Tersangka Kasus Suap Hakim

KPK Tetapkan OC Kaligis Jadi Tersangka Kasus Suap Hakim

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 17:07 WIB

Setelah Anak Buah Jadi TSK, OC Kaligis Dijemput Petugas KPK

Setelah Anak Buah Jadi TSK, OC Kaligis Dijemput Petugas KPK

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 16:44 WIB

KPK Telusuri Sumber Uang Suap untuk Hakim PTUN Medan

KPK Telusuri Sumber Uang Suap untuk Hakim PTUN Medan

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 11:06 WIB

KPK Periksa OC Kaligis Sebagai Saksi Kasus PTUN Medan

KPK Periksa OC Kaligis Sebagai Saksi Kasus PTUN Medan

News | Senin, 13 Juli 2015 | 14:04 WIB

Terkini

Parkir Ngepruk di Solo: Mengapa Masalah Parkir Liar Tak Akan Hilang Hanya dengan Dibina

Parkir Ngepruk di Solo: Mengapa Masalah Parkir Liar Tak Akan Hilang Hanya dengan Dibina

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Praktis Tinggal Usap, Ini 5 Micellar Wipes Pilihan untuk Kulit Berjerawat

Praktis Tinggal Usap, Ini 5 Micellar Wipes Pilihan untuk Kulit Berjerawat

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Telkom Selesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity

Telkom Selesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:48 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim Masuk Rumah Sakit, Biro Pers: Mari Kita Berdoa

PM Malaysia Anwar Ibrahim Masuk Rumah Sakit, Biro Pers: Mari Kita Berdoa

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Gugat Prosedur Tapi Abaikan Substansi, Strategi Febrie Adriansyah Dinilai Gagal Yakinkan Publik

Gugat Prosedur Tapi Abaikan Substansi, Strategi Febrie Adriansyah Dinilai Gagal Yakinkan Publik

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD

Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD

Jatim | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket

Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket

Jogja | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan

Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya

Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian

Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:30 WIB

×