Bunuh Singa Langka, Dokter Gigi AS Terancam Denda Ratusan Juta

Esti Utami | Suara.com

Rabu, 29 Juli 2015 | 15:04 WIB
Bunuh Singa Langka, Dokter Gigi AS Terancam Denda Ratusan Juta
Ilustrasi singa langka (shutterstock)

Suara.com - Petugas satwa liar Zimbabwe, Selasa (28/7/2015) waktu setempat mendakwa Walter James Palmer, seorang pemburu asal Amerika Serikat (AS) telah membunuh singa tertua dan paling terkenal di Zimbabwe. Walter disebut tanpa seizin pihak berwenang membayar 50 ribu dolar atau hampir Rp700 juta kepada dua oknum untuk memancing singa tersebut menuju kematiannya.

"Singa bernama Cecil itu dipancing keluar dari Taman Nasional Hwange dengan menggunakan umpan, kemudian ditembak oleh Walter James Palmer," kata kepala Satuan Tugas Pelestarian Zimbabwe Johnny Rodrigues.

Kelompok konservasi LionAid mengatakan, Cecil terluka akibat terkena panah, dan tidak segera ditembak mati hingga 40 jam kemudian.

Palmer, seorang dokter gigi dari Minnesota menuai kritikan luas di media sosial karena membunuh Cecil. Ia mengakui telah mengupah beberapa pemandu profesional yang memiliki izin untuk berburu dengan menggunakan busur. Ia mengaku sangat menyesal telah menewaskan singa tersebut.

"Sepengetahuan saya, semua yang terkait soal wisata ini adalah sah dan ditangani dan dijalankan dengan tepat," kata Palmer seperti dikutip portal berita Star Tribune.

Rodrigues mengatakan Palmer membayar pemburu Zimbabwe Theo Bronkhorst dan pemilik taman berburu swasta Honest Ndlovu, untuk memancing keluar singa berumur 13 tahun itu.

Bronkhorst dan Ndlovu akan menghadapi dakwaan perburuan, di Hwange atas pembunuhan singa itu pada 1 Juli lalu. Jika terbukti bersalah, keduanya bisa dituntut untuk membayar denda senilai 20 ribu dolar atau lebih dari Rp260 juta, namun pengadilan juga bisa menjatuhkan hukuman penjara tambahan.

Palmer mengatakan tidak dihubungi oleh otoritas di Zimbabwe maupun Amerika Serikat dan akan membantu upaya penyelidikan.

"Saya tidak tahu bahwa singa yang saya bunuh itu adalah singa terkenal, favorit setempat, ada tali leher, dan merupakan bagian dari sebuah studi, sampai perburuan itu berakhir," kata Palmer.

"Saya bergantung pada keahlian pemandu lokal profesional saya untuk memastikan perburuan yang sah," katanya.

Perburuan Palmer sebelumnya juga mendapat pemeriksaan ketat. Pada 2008, ia mengaku bersalah telah berbohong kepada petugas kehidupan liar AS mengenai seekor beruang hitam yang dibunuhnya di Wisconsin dua tahun sebelumnya.

Palmer dituduh membunuh beruang itu sekitar 40 mil di luar zona yang diizinkan, menyeret jasad beruang kembali masuk ke kawasan yang diizinkan, dan berbohong dengan mengatakan bahwa beruang itu dibunuh di lokasi itu. Ia dihukum dengan satu tahun masa percobaan dan denda 2.938 dolar.

Komentar-komentar yang muncul di Twitter soal Palmer di antaranya, "Anda ini seorang manusia yang menjijikkan" dan "kapan musim berburu Walter Palmer dimulai".

Cecil, singa berbulu surai hitam menjadi daya tarik bagi pengunjung Taman Nasional Hwange dan sudah seringkali menjadi objek sesi fotografi. Kepala dan kulit Cecil ditemukan dan akan digunakan sebagai bukti di pengadilan, kata Rodrigues.

Di Zimbabwe, singa bukan merupakan binatang dilindungi. Tapi, hasil penyelidikan menunjukkan perburuan oleh Cecil tersebut ilegal karena pemilik lahan tidak mengalokasikan singa dalam kuota perburuannya untuk 2015, kata Otoritas Manajemen Taman dan Hidupan Liar Zimbabwe (ZPWMA) dan ZTCF dalam sebuah pernyataan.

"Oleh karenanya, semua pihak yang terlibat dalam kasus ini akan diajukan ke pengadilan menghadapi dakwaan perburuan," kata pakar konservasi.

Zimbabwe mengeluarkan izin tahunan yang membolehkan para pemburu asing membunuh satwa liar seperti gajah, kerbau, dan singa, dan mengatakan bahwa kebijakan ini dibuat untuk mengumpulkan uang bagi konservasi. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terekam Kamera Trap, 5 Pemburu Macan Tutul Jawa di Gunung Sanggabuana Diringkus, Satwa Pincang

Terekam Kamera Trap, 5 Pemburu Macan Tutul Jawa di Gunung Sanggabuana Diringkus, Satwa Pincang

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 13:19 WIB

Meski Tuai Kontroversi, Studi Sebut Pemotongan Cula Badak Terbukti Kurangi Perburuan Liar

Meski Tuai Kontroversi, Studi Sebut Pemotongan Cula Badak Terbukti Kurangi Perburuan Liar

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 14:46 WIB

Cara Pelaku Perburuan Liar Badak Jawa Masuk TNUK Terbongkar, Mereka Punya Data Penting Ini

Cara Pelaku Perburuan Liar Badak Jawa Masuk TNUK Terbongkar, Mereka Punya Data Penting Ini

News | Kamis, 06 Juni 2024 | 12:10 WIB

26 Badak Jawa Mati di Tangan Pemburu, Pelaku Berjumlah 13 Orang

26 Badak Jawa Mati di Tangan Pemburu, Pelaku Berjumlah 13 Orang

News | Kamis, 30 Mei 2024 | 19:00 WIB

Diduga Punya Opsetan Kulit Harimau, Berapa Harta Kekayaan Bamsoet?

Diduga Punya Opsetan Kulit Harimau, Berapa Harta Kekayaan Bamsoet?

Video | Minggu, 12 Februari 2023 | 16:30 WIB

Terkini

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:21 WIB

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB