17.000 Warga Lebak Banten Kesulitan Air Bersih

Laban Laisila

Sabtu, 01 Agustus 2015 | 20:55 WIB
17.000 Warga Lebak Banten Kesulitan Air Bersih
Ilustrasi kekeringan. (Shutterstock)

Suara.com - Sekitar 17.000 warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau yang menyebabkan sumur timba dan jet pump serta sumber mata air mengering.

"Kami terus menyalurkan bantuan distribusi air bersih ke lokasi-lokasi yang dilanda kekeringan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Sabtu (1/8/2015).

Dia mengatakan, saat ini warga yang mengalami kesulitan air bersih tersebar di 14 kecamatan akibat kemarau panjang tersebut.

Ke-14 kecamatan itu antara lain Kecamatan Wanasalam, Cilograng, Cihara, Bayah, Rangkasbitung, Cibadak, Sajira, Cimarga, Muncang, Warunggunung, Cileles, Leuwidamar, Maja dan Curugbitung.

Warga yang dilanda kesulitan air bersih mengatasi masalahnya dengan membuat lubang di tepi daerah aliran sungai atau membeli air bersih dari pedagang keliling.

"Kami terus menyalurkan bantuan pasokan air bersih agar mereka dapat memenuhi kebutuhan mandi,cuci dan kakus (MCK)," katanya.

Menurut dia, pihaknya kini menyalurkan air bersih di tujuh kecamatan dengan masing-masing memperoleh 15 liter per jiwa.

Ketujuh kecamatan itu adalah Sajira, Cilograng, Bayah, Maja, Wanasalam, Cimarga dan Warunggunung.

"Kami mencatat warga yang menerima air bersih sekitar 17.000 jiwa yang tinggal di tujuh kecamatan itu," ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah daerah kini menetapkan status tanggap darurat kekeringan sehingga terus dilakukan pendistribusian air bersih.

Namun, baru baru tujuh kecamatan dari 14 kecamatan yang dilanda kekeringan yang memperoleh air bersoh karena dinilai paling parah sehingga diprioritaskan.

"Kami berharap warga yang belum memperoleh bantuan air bersih segera melapor ke aparat kecamatan setempat dan ditembuskan ke BPBD Lebak," katanya.

Dia menyebutkan, sejauh ini pendistribusian air bersih sudah mencapai 30 tangki sehingga bisa memenuhi kebutuhan untuk MCK.

Kekeringan yang terjadi belakangan ini berlangsung lama dan kemungkinan kesulitan air bersih akan meluas ke kecamatan lainya.

"Kami siap membantu penyaluran air bersih jika warga benar-benar kesulitan mendapatkan air bersih itu," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemarau Panjang, BPBD Gunungkidul Usulkan Anggaran Dropping Air

Kemarau Panjang, BPBD Gunungkidul Usulkan Anggaran Dropping Air

News | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 14:56 WIB

El Nino Datang, 102 Kabupaten Kota Dilanda Kekeringan

El Nino Datang, 102 Kabupaten Kota Dilanda Kekeringan

News | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 13:57 WIB

Gubernur Jatim: Sebanyak 24 Kabupaten Dilanda Kekeringan

Gubernur Jatim: Sebanyak 24 Kabupaten Dilanda Kekeringan

News | Kamis, 30 Juli 2015 | 23:34 WIB

PDAM Bekasi Bersiap Hadapi Dampak Kekeringan

PDAM Bekasi Bersiap Hadapi Dampak Kekeringan

News | Minggu, 26 Juli 2015 | 04:50 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×