Johan Budi Setuju Koruptor Dihukum Mati, Jimly Tidak

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Selasa, 25 Agustus 2015 | 15:07 WIB
Johan Budi Setuju Koruptor Dihukum Mati, Jimly Tidak
Jimly Asshiddiqie [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Calon Pimpinan KPK yang juga Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi silang pendapat dengan Calon Pimpinana KPK lainnya, Jimly Assiddiqie terkait sanksi hukuman mati koruptor. Ini terjadi dalam penyaringan capim KPK.

Jimly yang juga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi menolak hukuman mati. Dia ingin koruptor dimiskinkan.

Sementara Johan sangat setuju jika koruptor dihukum mati. Alasannya koruptor itu tingkat kejahatannya sama dengan penjahat narkoba dan teroris.

"Ya, saya setuju koruptor dihukum mati. Tapi kita mesti lihat dulu tingkat kesalahannya," kata Johan di Gedung Setneg, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).

Hal yang sama juga ditekankan Johan mengenai para koruptor yang menjalani hukuman untuk tidak mendapatkan remisi atau potongan masa tahanan. Kata dia, mereka tidak layak untuk mendapat remisi dari Presiden sebagaimana halnya dengan napi lainnya.

"Saya juga tidak setuju napi koruptor dapat remisi. Korupsi kejahatan luar biasa. Tidak seimbang dengan pencuri ayam Rp60 ribu. Koruptor itu sama dengan narkoba, teroris. Nggak boleh diremisi," kata dia menjawab pertanyaan anggota tim pansel.

Ketika ditanya mengenai kesiapannya menjadi ketua KPK jika terpilih nantinya, Johan mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pansel atas setiap penilaian.

"Saya mengikuti saja prosesnya dan saya serahkan kepada pansel bagaimana hasilnya nanti. Dipilih ya bersyukur, tidak dipilih ya bersyukur juga," tutup mantan Juru Bicara KPK tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jimly Asshiddiqie Tolak Hukuman Mati Buat Koruptor

Jimly Asshiddiqie Tolak Hukuman Mati Buat Koruptor

News | Selasa, 25 Agustus 2015 | 15:01 WIB

Pada Pansel KPK, Jimly Ngotot Tak Jelaskan Alasan Mundur dari MK

Pada Pansel KPK, Jimly Ngotot Tak Jelaskan Alasan Mundur dari MK

News | Selasa, 25 Agustus 2015 | 14:35 WIB

Jimly Asshiddiqie Kewalahan Hadapi 9 Anggota Pansel KPK

Jimly Asshiddiqie Kewalahan Hadapi 9 Anggota Pansel KPK

News | Selasa, 25 Agustus 2015 | 13:29 WIB

KPK Ingatkan Usul Perketat Remisi untuk Koruptor

KPK Ingatkan Usul Perketat Remisi untuk Koruptor

News | Senin, 17 Agustus 2015 | 13:18 WIB

Nazaruddin dan Neneng Dapat Remisi, Angie dan Atut Gigit Jari

Nazaruddin dan Neneng Dapat Remisi, Angie dan Atut Gigit Jari

News | Senin, 17 Agustus 2015 | 12:11 WIB

1.938 Napi Korupsi Dapat Remisi, Yasonna: Ini Bukan Obral Remisi

1.938 Napi Korupsi Dapat Remisi, Yasonna: Ini Bukan Obral Remisi

News | Senin, 17 Agustus 2015 | 11:06 WIB

KPK Tak Takut Dilaporkan O.C. Kaligis ke Bareskrim Polri

KPK Tak Takut Dilaporkan O.C. Kaligis ke Bareskrim Polri

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 15:01 WIB

Korup dan Main Perempuan, Pejabat Ini Dilaporkan Putrinya Sendiri

Korup dan Main Perempuan, Pejabat Ini Dilaporkan Putrinya Sendiri

News | Jum'at, 24 Juli 2015 | 07:01 WIB

Bupati Morotai Minta Bambang Widjojanto Diperiksa, Ini Kata KPK

Bupati Morotai Minta Bambang Widjojanto Diperiksa, Ini Kata KPK

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 23:34 WIB

Johan Budi: Korupsi Semakin Canggih dan Sulit Terlacak

Johan Budi: Korupsi Semakin Canggih dan Sulit Terlacak

wawancara | Senin, 20 Juli 2015 | 07:00 WIB

Terkini

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:25 WIB

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:23 WIB

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:19 WIB

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:47 WIB

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB

LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!

LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:28 WIB

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:21 WIB

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:06 WIB

Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung

Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:05 WIB