alexametrics

Bentrok Anggota TNI-Polri, Polda Sulselbar Klaim Situasi Kondusif

Arsito Hidayatullah | Erick Tanjung
Bentrok Anggota TNI-Polri, Polda Sulselbar Klaim Situasi Kondusif
Ilustrasi anggota polisi. (Antara/Pradita Utama)

Pelayanan publik diakui belum normal, karena masih dikhawatirkan terjadi bentrok susulan.

Suara.com - Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar, serta Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Irjen Pol Anton Setiadji‎, terjun langsung ke Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat, lokasi bentrokan anggota TNI Angkatan Darat (AD) dengan Polri. Mereka memimpin langsung langkah pengamanan situasi dan melerai kericuhan yang terjadi.

"Saya sekarang di lokasi bersama Pangdam dan Kapolda‎. Semua pejabat Polda Sulselbar di lokasi untuk mengamankan situasi," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, AKBP F Barung Mangera, kepada Suara.com melalui sambungan telpon, Senin (31/8/2015).

Menurut Barung, kondisi saat ini di Polman khususnya di lokasi bentrokan, sudah mulai kondusif setelah dilerai langsung oleh kedua pimpinan TNI AD dan Polri itu. Namun ia tak menampik bahwa pelayanan publik di kota tersebut belum normal, karena masih dikhawatirkan terjadi bentrokan susulan.

"Situasi ini ditangani secara bersama-sama antara TNI dan Polri. Kondisi saat ini sudah kondusif, meski untuk pelayanan publik baru setengah yang buka," terangnya.

Saat dikonfirmasi mengenai adanya korban jatuh dari warga sipil karena salah sasaran, Barung membenarkan. Korban dari warga sipil itu diduga dikeroyok oleh anggota TNI karena dikira anggota Polri.‎ Untuk korban dari sipil tersebut, kini dilaporkan ditangani oleh Kodam VII Wirabuana.

"Iya, itu merupakan orang Bone, 180 km dari lokasi. Untuk korban dari sipil, silakan tanyakan lebih lanjut ke Kodam," ujarnya.

Barung menjelaskan, dalam bentrokan kemarin, Minggu (30/8), satu orang dari anggota Kompi Senapan B Yonif 721/Makassar, yakni Prajurit Dua (Prada) Yuliadi (YL), meninggal dunia. Selain itu, dari anggota Polri terdapat korban luka-luka sebanyak dua orang.

‎"Anggota TNI AD Prada YL jadi korban meninggal dunia. Dari Polri juga ada korban luka-luka dua orang, yakni Bribda AS dan AD. Mereka mengalami luka-luka di mulut dan wajah," katanya.

‎Diberitakan sebelumnya, bentrokan tersebut diduga berawal dari insiden perkelahian di ajang balapan motor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut berawal sekitar pukul 14.00 Wita. Awalnya, terjadi perkelahian antara anggota Kodim 1401/Majene yakni Praka Laksmono, dengan salah seorang anggota Patmor Polres Polman yang diketahui bernama Bribda Ambo Siki.

Saat itu, Praka Rusmono yang sedang menonton balapan dengan anggota kru MMS Racing Team Majene, didatangi beberapa anggota Patmor dan diminta agar tidak menonton di atas lintasan balapan. Waktu itu, salah satu rekan Praka Laksmono yang merupakan kru MMS Racing Team Majene, terkena tongkat anggota Patmor sehingga hampir terjatuh di parit.

Praka Laksmono pun tidak menerima perlakuan tersebut, dan menghampiri anggota Patmor hingga akhirnya terjadi perdebatan. Beberapa anggota Patmor yang melihat kejadian tersebut, lantas juga tidak terima dan langsung mengeroyok Praka Laksmono.

Setelah itu, sekitar pukul 14.30 Wita, Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi Koerniawan tiba di lokasi kejadian, dan langsung mendamaikan kedua belah pihak, disakasikan oleh Pasi Ops Dim 1402/Polmas Kapten In Martani.

Alhasil, kedua belah pihak dapat menerima dan saling memaafkan. Namun, berselang sekitar 1,5 jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 15.00 Wita, tiba-tiba terjadi penembakan yang mengakibatkan seorang anggota Kompi Senapan B Yonif 721/ Makassar yakni Prada Yuliadi tertembak, hingga mengakibatkan nyawanya tak tertolong.

Jenazah Prada Yuliadi yang tewas akibat terkena tembakan, kemudian dibawa ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk keperluan otopsi. Sementara itu, dua anggota Polres Polman pun telah menjalani pemeriksaan oleh Provost terkait insiden tersebut.