PKS Belum Percaya PAN Berkhianat

Laban Laisila, Bagus Santosa

Rabu, 02 September 2015 | 16:14 WIB
PKS Belum Percaya PAN Berkhianat
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. [Antara/Yudhi Mahatma]

Suara.com - PKS masih belum percaya PAN kini masuk dalam barisan gerbong partai politik yang mendukung pemerintah.

Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah menyatakan PAN sudah menyetujui  kesepakatan di Koalisi Merah Putih (KMP) yang tetap berada di luar pemerintahan.

"Saya nggak percaya. Nggak. Saya kira karena dalam keputusan terakhir semua diajak Presiden Jokowi. Semua bicara lah, ditawari juga semua. Sudah sering, sudah komunikasinya cukup sering. Cuma kesepakatannya waktu itu KMP tidak akan ambil keputusan sendiri," ujar Fahri di DPR, Jakarta, Rabu (3/8/2015).

Wakil Ketua DPR ini menegaskan, belum ada pembicaraan hingga akhirnya PAN pindah dukungan. Dia menambahkan, dalam pertemuan terakhir di KMP, saat itu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, tetap kompak  bergabung di dalam KMP.

"Belum, ya pembicaraannya‎ keputusannya KMP akan kompak, sebab semua ditemuin satu-satu.

Dalam pertemuan terakhir, Pak Zul hadir dan dia bicara juga cukup komprehensif. Kita satu suara," ujar Fahri.

Terpisah, Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera mengatakan, publik jadi bisa melihat sikap PAN yang akhirnya bergabung dengan pemerintah atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Di mana, sebelumnya PAN berada di luar pemerintah.

"Publik bisa lihat janji yang dulu dan sekarang. Kalau kita PKS tetap di KMP sebagai kontrol terhadap pemerintah," ujarnya.

Dia menambahkan, di Parlemen sendiri tidak akan berubah jauh komposisinya. Sebab, KMP akan ada tambahan pasukan dari Partai Demokrat.

"Melemah kan asumsi sekilas, peluangnya justru menguat, karena boleh jadi Demokrat mendekat. Kita makin memiliki kedekatan karena beberapa kebijakan Pak SBY yang bagus diapresiasi kita. Tetapi oleh teman-teman yang sudah dapat amanah (menjadi pemerintah) itu disalahkan," tuturnya.

Selain itu, di Parlemen sendiri nanti bisa dinilai oleh publik tentang usulan kebijakan pemerintah yang digodok di parlemen. Dia menyebut, banyak kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dna nyatanya itu ditolak KMP dan didukung KIH.

"Publik sudah cerdas. Publik akan lihat usulan kebijakan pemerintah yang tidak propublik dan tidak diterima KMP tapi malah KIH menerima. Nanti kreditnya untuk KMP," ujar Mardani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahas Deregulasi Investasi, Jokowi Kumpulkan Menteri di Bogor

Bahas Deregulasi Investasi, Jokowi Kumpulkan Menteri di Bogor

Bisnis | Rabu, 02 September 2015 | 16:05 WIB

PAN Tak Dihubungi Jokowi Soal Reshuffle, Ini Tanggapan Zulkifli

PAN Tak Dihubungi Jokowi Soal Reshuffle, Ini Tanggapan Zulkifli

News | Rabu, 12 Agustus 2015 | 15:34 WIB

PAN Gandeng Calon Kepala Daerah dari Partai Bertikai Maju Pilkada

PAN Gandeng Calon Kepala Daerah dari Partai Bertikai Maju Pilkada

News | Kamis, 23 Juli 2015 | 23:17 WIB

Terkini

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×