Motif Setya Novanto Bertemu Donald Trump di AS Dipertanyakan

Siswanto

Jum'at, 04 September 2015 | 12:15 WIB
Motif Setya Novanto Bertemu Donald Trump di AS Dipertanyakan
Capres AS dari Partai Republik Donald Trump dan Ketua DPR Setya Novanto di New York, AS, Kamis (3/9/2015). [Reuters/Lucas Jackson]

Suara.com - Pengamat politik dari lembaga riset Populi Center Usep. S. Ahyar mempertanyakan pertemuan sejumlah pimpinan DPR dengan bakal calon presiden Partai Republik untuk pemilu AS tahun 2016, Donald Trump di Fifth Avenue, New York, Amerika Serikat, Kamis (3/9/2015).

Pimpinan DPR yang bertemu Trump, antara lain Ketua DPR dari Fraksi Golkar Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon.

Usep mengatakan kalau pertemuan tersebut untuk kepentingan negara, kepentingan apa yang sedang diperjuangkan.

"Jika ada kepentingan negara, itu apa?" kata Usep saat dihubungi Suara.com, Jum'at (4/9/2015).

Menurut Usep kalau pertemuan tersebut bukan untuk kepentingan negara, kenapa bisa terjadi.

"Kalau memang bukan karena kepentingan negara, berarti dia kan punya banyak waktu," ujarnya.

Lebih jauh Usep mengatakan kalau pertemuan pimpinan DPR dengan bakal calon presiden tersebut untuk kepentingan politik pribadi, kenapa harus dilakukan di Amerika.

"Ngapain jauh-jauh pergi ke sana kalau cuma kepentingan politik pribadi dan bukan kepentingan negara," katanya.

Pertemuan tersebut terungkap dari media televisi Amerika Serikat yang menayangkan acara sumpah kesetiaan Trump pada Kamis (3/9/2015) waktu setempat.

Dalam video yang menyebar viral di media sosial, di penghujung acara, Trump memperkenalkan Setya Novanto kepada media dari atas podium.

Sambil memegang bahu Setya Novanto yang mengenakan setelan jas warna hitam, Trump mengenalkannya sebagai orang hebat.

“Dia adalah orang hebat, seperti yang Anda tahu dia adalah anggota DPR Indonesia yang datang menemui saya Setya Novanto, salah seorang yang berkuasa dan menemui saya, dan kita akan melakukan hal besar untuk Amerika, apakah itu betul?” tanya Trump ke Setya Novanto dalam video yang juga tersebar di Youtube.

“Benar,” kata Setya yang merespon dalam Bahasa Inggris.

Belum cukup sampai di situ, Donald Trump melanjutkan pertanyaannya.

“Apakah orang-orang Indonesia menyukai saya?” kata Donald Trump.

“Ya, terima kasih banyak,” kata Setya.

Dialog ini berlangsung pada akhir kata sambutan Donald Trump. Sementara Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, juga tampak dalam video itu.

Fadli Zon, yang mengenakan setelan jas rapi dan berkacamata, tetap berdiri di barisan kedua di belakang Setya dan Donald Trump. (Nur Habibie).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Seleb yang Mengincar Kursi Presiden Amerika Serikat

6 Seleb yang Mengincar Kursi Presiden Amerika Serikat

Entertainment | Rabu, 02 September 2015 | 07:55 WIB

Terkini

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

×