Ini Cerita Ahok soal Modus "Nyolong" DPR Saat ke Luar Negeri

Laban Laisila | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Senin, 07 September 2015 | 12:22 WIB
Ini Cerita Ahok soal Modus "Nyolong" DPR Saat ke Luar Negeri
Gubernur Jakarta Basuki Purnama (Ahok) di Balaikota Jakarta. [suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak berkomentar banyak soal pertemuan pimpinan DPR dengan kandidat capres dari Partai Republik AS Donald Trump. Dia malah mengajak wartawan untuk mampir melihat pengakuannya soal modus kunjungan kerja DPR ke luar negeri.

"Aduh, jangan tanya saya. Kamu baca aja di website (laman internet) saya, tulisan saya tentang kunjungan DPR," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2015).

Menurut penelusuran suara.com di ahok.org ada tulisan Ahok bertajuk "Satu Tahun Ber-DPR" yang dimuat pada 2 Maret 2011. Dalam tulisan tersebut membeberkan pengalamannya bagaimana politisi yang ada di DPR memanfaatkan kunjungan kerja ke luar negeri.

Ahok menceritakan pengalaman kunjungan kerjanya ke Maroko pada akhir September 2010. Ketika itu Ahok menjadi anggota delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR dan Parlemen Maroko. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menggunakan paspor dinas berwarna biru.

"Yang membuat saya gundah, rupanya dalam perjalanan itu juga ada acara ke Spanyol," kata Ahok dalam sebuah diskusi tahun 2011 lalu.

Dia merasa perjalanan ke Spanyol tersebut bukan lagi bagian dari agenda kerja sama bilateral. Sebab, ada tim lain yang ditugaskan kunjungan kerja ke negeri matador itu. 

Tim yang terdiri atas enam anggota DPR tersebut akhirnya berangkat pada 24 September 2010. Semua acara, lanjut dia, seharusnya sudah selesai pada 27 September 2010 sore. Namun, anggota rombongan yang lain nekat ingin ke Spanyol.

"Cuma sampai 29 September, dibuat seolah-olah masih di Maroko kegiatannya dan ditulis pukul 13.20 berangkat dari Casablanca (lokasi bandara internasional Maroko) menuju Jakarta," kata Ahok di websitenya.

Satu hal yang membuatnya tambah marah karena anggota rombongan yang jalan-jalan ke Spanyol tetap menerima tambahan uang saku perjalanan.

Di Maroko, setiap anggota mendapat 200 dolar AS setiap hari, termasuk hotel. Untuk Spanyol, jatahnya menjadi dua kali lipat, yakni 400 dolar AS per hari.  

Berbeda dengan anggota lain, Ahok memutuskan untuk tetap pulang ke Indonesia pada 28 September. Meski di Maroko selama lima hari, dia hanya mau menerima uang saku selama empat hari.

Sebelumnya, dia juga sempat ditawari menerima uang saku penuh selama tujuh hari, meski tidak ikut jalan-jalan ke Spanyol. Namun, Ahok tetap untuk menolaknya dan memutuskan kembali ke tanah air.

"Itu yang paling terkenal tuh kunjungan ke Maroko. Saya tulis betul itu bagaimana nyolong waktu, nyolong duit, lari ke Spanyol bawa uang dobel. Itu namanya juga krjasama antar parlemen dengan Maroko, (tapi) kok jalannya ke Spanyol, hubungannya apa," kata Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setya Novanto dan Fadli Zon Juga Dikritik Semasa Pimpinan DPR

Setya Novanto dan Fadli Zon Juga Dikritik Semasa Pimpinan DPR

News | Senin, 07 September 2015 | 11:43 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB