Satelit Terra Deteksi 131 Titik Panas di Kaltim dan Kaltara

Ardi Mandiri

Kamis, 10 September 2015 | 01:18 WIB
Satelit Terra Deteksi 131 Titik Panas di Kaltim dan Kaltara
Ilustrasi Pembakaran Lahan

Suara.com - Citra Satelit Terra Aqua Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofika mendeteksi 131 "hotspot" atau titik panas di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Kepala Stasiun BMKG Bandara Temindung Samarinda Sutrisno, Rabu (9/9/2015) sore, mengatakan ke-131 titik panas tersebut terdeteksi pada pukul 05.00 WIB atau pukul 06.00 Wita.

"Hari ini (Rabu) sekitar pukul 05.00 WIB, citra Satelit Terra Aqua BMKG mendeteksi 131 titik panas di wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara," kata Sutrisno.

Sebanyak 128 titik panas itu kata Sutrisno, terpantau di wilayah Kalimantan Timur yakni, di Kabupaten Paser terpantau 43 titik panas, 39 di Kabupaten Kutai Kartanegara, 22 titik panas terdeteksi di Kabupaten Kutai Barat, 13 di Kutai Timur serta 11 titik panas terpantau di Kabupaten Berau.

Di wilayah Kalimantan Utara lanjut Sutrisno, hanya ada tiga titik panas terdeteksi yakni berada di Kabupaten Bulungan.

"Citra Satelit Terra Aqua BMKG, tidak mendeteksi adanya titik panas di wilayah Kota Samarinda karena yang terpantau citra satelit luasannya minimal satu hektare persegi," kata Sutrisno.

Sementara, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Wahyu Widhi Heranata mengatakan, pada 8 September 2015, citra Satelit Terra mendeteksi tiga titik panas di Kutai Barat dan satu di Kutai Kartanegara.

Pada Selasa (8/9/2015) tersebut tambah Wahyu Widhi Heranata, Satelit Aqua mendeteksi 77 titik panas di wilayah Kaltim yakni, sebanyak 22 berada di Kabupaten Paser, 21 titik panas di Kabupaten Kutai Kartanegara, di Kutai Barat terdapat 16 titik panas, sebanyak 13 di Kutai Timur, masing-masing dua titik panas di Kabupaten Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara serta satu di Kabupaten Berau.

Di hari yang sama kata Wahyu Widhi Heranata, citra Satelit NOAA-18 mendeteksi tiga titik panas di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara dan di wilayah Kaltim terpantau 55 titik panas yakni, sebanyak 20 titik panas di Kabupaten Paser, 10 di Kabupaten Berau, sebanyak 11 di Kabupaten Kutai Kartanegara, lima di Kutai Timur, di Kutai Barat terdapat empat titik panas serta dua di Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Kemarin (Selasa) jarak pandang di Bandara Kalimarau Kabupaten Berau hanya sekitar dua kilometer dan dalam kondisi berasap dan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan sekitar 10 kilometer," ujar Wahyu Widhi Heranata. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabut Asap, Jambi Diprediksi Hujan Ringan Besok

Kabut Asap, Jambi Diprediksi Hujan Ringan Besok

News | Rabu, 09 September 2015 | 15:52 WIB

Jarak Pandang Kabut Asap di Bandara Pekanbaru Membaik

Jarak Pandang Kabut Asap di Bandara Pekanbaru Membaik

News | Rabu, 09 September 2015 | 12:38 WIB

Begini Cara Kurangi Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap

Begini Cara Kurangi Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap

Health | Rabu, 09 September 2015 | 12:31 WIB

Titik Api di Sumatera Terus Bertambah

Titik Api di Sumatera Terus Bertambah

News | Rabu, 09 September 2015 | 12:06 WIB

Terkini

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Jakarta | Kamis, 10 September 2026 | 08:45 WIB

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

News | Kamis, 10 September 2026 | 08:43 WIB

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 08:39 WIB

Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883

Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 08:35 WIB

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:25 WIB

Asing Lepas BBCA hingga ASII, Ini Daftar Saham IHSG Rekomendasi Analis

Asing Lepas BBCA hingga ASII, Ini Daftar Saham IHSG Rekomendasi Analis

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:24 WIB

Anak Krakatau Masih Level Siaga, BNPB Periksa Jalur Evakuasi hingga Sirene Tsunami Banten

Anak Krakatau Masih Level Siaga, BNPB Periksa Jalur Evakuasi hingga Sirene Tsunami Banten

Banten | Kamis, 10 September 2026 | 08:19 WIB

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:13 WIB

Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara

Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 08:10 WIB

Prabowo Puji Demokrat Saat Jadi Oposisi: Tidak Caci Maki dan Bakar-bakar

Prabowo Puji Demokrat Saat Jadi Oposisi: Tidak Caci Maki dan Bakar-bakar

News | Kamis, 10 September 2026 | 08:09 WIB

×