Surya Paloh Persilakan Kadernya Cari Partai Lain

Ardi Mandiri | Suara.com

Kamis, 10 September 2015 | 06:09 WIB
Surya Paloh Persilakan Kadernya Cari Partai Lain
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh (Suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh menegaskan di hadapan para kadernya untuk total dalam memenangkan usungan Nasdem di pemilihan kepala daerah karena kalau tidak dipersilahkan untuk mencari partai lain.

"Siapapun, mau dia legislator, pengurus atau bukan pengurus yang berstatus sebagai kader agar total dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap partai karena kalau tidak, silahkan mencari partai lainnya," tegasnya saat memimpin Rapat Kerja Wilayah Partai Nasdem Sulsel di Makassar, Rabu (9/9/2015).

Surya Paloh mengingatkan kepada semua kadernya agar mengesampingkan kepentingan pribadi dalam pemilihan kepala daerah dan bisa total dalam membantu Nasdem mencapai targetnya.

"Kita telah mengantarkan para calon ke pintu gerbang pilkada. Kalau kita bersatu, tumbuh dengan dedikasi, semangat, percaya diri dan kerja keras, bolehlah kita berharap pemenang pilkada adalah Nasdem," katanya saat mengumpulkan semua pasangan calon usungan Nasdem.

Surya Paloh mengatakan, Nasdem sebagai partai baru akan memanfaatkan pilkada serentak tahun ini sebagai pijakan langkah besar dalam memenangkan pilkada sebanyak-banyaknya.

Lewat kemenangan di pilkada diharapkan Nasdem tumbuh sebagai kekuatan utama politik untuk mewujudkan perubahan positif di masyarakat. Karenanya, tidak ada pilihan selain mengamankan sebanyak-banyaknya posisi kepala daerah.

Pada 11 pilkada di Sulsel tahun ini, mayoritas kandidat usungan Nasdem berasal dari kalangan yang bukan kader. Paloh menganggap hal tersebut berdasarkan perhitungan rasional, di mana figur yang ditunjuk merupakan yang orang yang dianggap paling berpeluang menang.

"Singkirkan dulu perasaan seperti itu. Kalau dia kader sejati, nanti akan memahami keputusan kita. Kalau tidak, silakan cari partai lain. Nasdem adalah partai baru yang harus dipahami oleh semuanya," jelasnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Willy Aditya menyatakan bahwa minimnya pengusungan kader pada pilkada bukan berarti proses kaderisasi tidak berjalan. Itu disebut sebagai bagian dari proses mematangkan denyut nadi demokrasi yang sifatnya partisipatif. Partai terbuka kepada putra dan putri Indonesia yang terpanggil untuk berjuang bersama.

"Nasdem diumpamakan sebagai bus kota, Puskesmas, yang free access. Menjadi domain publik. Partai tidak lagi menjadi milik kelompok sendiri, klan sendiri. Kami berupaya memperbaiki sistem partisipasi politik," kata Willy. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Surya Paloh: Mengejar Rating, Kerjaan Rata-rata Media

Surya Paloh: Mengejar Rating, Kerjaan Rata-rata Media

News | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 16:57 WIB

Surya Paloh Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR

Surya Paloh Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 10:50 WIB

Surya Paloh Setuju Saja Jika UU KPK Direvisi

Surya Paloh Setuju Saja Jika UU KPK Direvisi

News | Sabtu, 20 Juni 2015 | 21:04 WIB

Surya Paloh Masih Sulit Lupakan Kenangan 43 Tahun Bersama Golkar

Surya Paloh Masih Sulit Lupakan Kenangan 43 Tahun Bersama Golkar

News | Rabu, 11 Maret 2015 | 17:36 WIB

Terkini

Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi

Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:01 WIB

Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran

Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:57 WIB

Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland

Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:46 WIB

Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia

Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:42 WIB

Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman

Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:36 WIB

Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia

Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:33 WIB

Periksa Saksi Kasus Pemerasan TKA, KPK Telusuri Aset Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto

Periksa Saksi Kasus Pemerasan TKA, KPK Telusuri Aset Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:32 WIB

Prabowo: Hoaks dan Manipulasi AI Bisa Ganggu Stabilitas Negara, 100 Orang Saja Bisa Bikin Gaduh

Prabowo: Hoaks dan Manipulasi AI Bisa Ganggu Stabilitas Negara, 100 Orang Saja Bisa Bikin Gaduh

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang

Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:22 WIB

Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel

Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:55 WIB