Wilayahnya Darurat Asap, Walikota Pekanbaru Malah ke Cina

Esti Utami | Suara.com

Rabu, 16 September 2015 | 22:51 WIB
Wilayahnya Darurat Asap, Walikota Pekanbaru Malah ke Cina
Suasana kota Pekanbaru, Riau pada Senin (14/9). (Antara/Rony Muharman)

Keputusan Wali Kota Pekanbaru Firdaus melakukan kunjungan kerja ke Cina, saat Riau dinyatakan darurat pencemaran udara akibat asap kebakaran lahan dan hutan, menuai kritik.

"Kita sangat sayangkan keberangkatan Wali Kota ke Cina. Dia seharusnya hadir di tengah masyarakat untuk mencari solusi agar masyarakat tidak terkena asap terus-menerus," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (16/9/2015).

Ia menilai kunjungan kerja ke Cina bukan merupakan hal yang mendesak, dan bisa ditunda demi kepentingan masyarakat Pekanbaru yang menderita akibat kabut asap. Kabut asap yang mencapai level sangat berbahaya berdampak pada aktivitas sekolah yang kini lumpuh, dan ribuan warga sakit karena terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

"Kita sedang kondisi darurat sekarang, namun pemimpinnya terkesan meninggalkan warganya. Ini sangat tidak etis," kata Zulfan.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Said Usman Abdullah mengatakan seharusnya Wako Pekanbaru membatalkan kunjungan ke Cina, dan mencari solusi untuk meringankan penderitaan warganya.

"Banyak yang bisa dilakukan Wali Kota Pekanbaru, misalnya mengaktifkan seluruh Puskesmas yang ada di Pekanbaru untuk melayani masyarakat 24 jam untuk menangani penyakit yang disebabkan asap. Karena saat ini kita lihat Puskesmas maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya cepat tutup," katanya.

Kritikan juga datang dari Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Al Azhar yang menilai Wali Kota Pekanbaru kurang peka terhadap penderitaan masyarakat saat masa darurat asap.

Menurut dia, hanya ada dua alasan untuk meninggalkan Pekanbaru dan Riau pada umumnya saat darurat asap seperti sekarang. Pertama, pemimpin itu pergi untuk mencari solusi tempat warga untuk mengungsi karena dialah yang paling bertanggung jawab atas kondisi warga.

Alasan kedua, alasan pemimpin bisa pergi dari Pekanbaru adalah untuk mencari solusi ke tempat lain agar bagaimana warga bisa segera terselamatkan dari bahaya kabut asap.

"Tapi kalau pergi karena alasan lain, ini sangat keterlaluan. Riau saat ini kena petaka kabut asap. Ini pemimpinnya pergi enak-enakan. Ini sudah melukai hati kita semua," tegas Al Azhar.

Menanggapi kritikan tersebut, Humas Pemko Pekanbaru Alex Kurniawan menyebutkan kepergian Firdaus ke Cina untuk mendorong investasi daerah.

Suara.com - "Pak Wali ke Cina untuk merayu investor menanam modal di Pekanbaru. Rencananya paling lama lima hari di sana," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB