MKD Belum Bersikap Atas Laporan Pelanggaran Etika Zulkifli Hasan

Laban Laisila | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 29 September 2015 | 14:35 WIB
MKD Belum Bersikap Atas Laporan Pelanggaran Etika Zulkifli Hasan
Ketua MPR Zulkifli Hasan. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR belum mengambil sikap atas laporan dugaan pelanggaran etika Ketua MPR Zulkifli Hasan yang bertemu dengan pengusaha di Cina.

"Kemarin dari kaukus datang ke MKD saat kita rapat, kita terima. Tapi kita belum tahu apa isinya itu, belum dirapatkan," kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Dia menambahkan, laporannya ini pun masih berada di kesekretariatan MKD. MKD pun, tambahnya, belum mengetahui secara utuh permasalahan yang dilaporkan.

"Kita kan belum dapat masalahnya apa. Ini sebenarnya masalahnya apa sih," kata dia.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, tidak mau berandai-andai tentang latar belakang laporan ini. Apalagi laporan ini terjadi setelah MKD menangani kasus dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua Fadli Zon karena melakukan pertemuan dengan pengusaha Amerika Serikat Donald Trump.

"Tidaklah (berandai-andai). Saya kira tidak sampai ke sana ya. Kalau tidak memenuhi unsur ya tentu tidak akan kita lanjutkan. Laporan harus ditindaklanjuti, semua harus kita dalami," kata Junimart.

Sebelumnya dilaporkan, Presidium Kaukus Indonesia Hebat Syarif Hidayatullah melaporkan dugaan etik Zulkifli Hasan karena hadir dalam forum China Minsheng Investment Corp dan Maspion Group.

"Tentu saja agenda ini sudah melenceng mengingat Ketua MPR tak selayaknya memiliki peran seorang kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) yang harus keliling luar negeri untuk menarik minat investor," ungkapnya di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (28/9/2015).

Dia menganggap, Zulkifli melanggar etika karena menyebut 'Karpet Merah' untuk pengusaha Cina yang dianggap seolah-olah seperti tamu agung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bertemu Pengusaha Cina, Zulkifli Hasan Dilaporkan ke MKD

Bertemu Pengusaha Cina, Zulkifli Hasan Dilaporkan ke MKD

News | Senin, 28 September 2015 | 17:05 WIB

MKD Panggil Ulang Setya dan Fadli Zon Pertengahan Oktober 2015

MKD Panggil Ulang Setya dan Fadli Zon Pertengahan Oktober 2015

News | Senin, 28 September 2015 | 15:47 WIB

Tiga Kasus Dugaan Pelanggaran Etika DPR Batal Dibacakan MKD

Tiga Kasus Dugaan Pelanggaran Etika DPR Batal Dibacakan MKD

News | Senin, 28 September 2015 | 15:22 WIB

Sempat Mangkir, MKD Datangi Sekjen DPR soal Pemeriksaan Setya Cs

Sempat Mangkir, MKD Datangi Sekjen DPR soal Pemeriksaan Setya Cs

News | Kamis, 17 September 2015 | 18:02 WIB

Terkini

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB