Pacaran dan Curi Kondom, Remaja Putri Dibunuh Ayahnya saat Tidur

Arsito Hidayatullah

Selasa, 29 September 2015 | 17:31 WIB
Pacaran dan Curi Kondom, Remaja Putri Dibunuh Ayahnya saat Tidur
Ilustrasi mayat. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang lelaki asal Pakistan yang tinggal di Darmstadt, Jerman, mengaku tega membunuh putrinya sendiri yang baru berusia 19 tahun, dengan cara menjerat lehernya selagi tidur.

Motifnya disebutkan karena rasa malu lantaran sang anak berpacaran dengan lelaki yang tak ia setujui, bahkan kemudian diketahui sempat mencuri kondom yang mengindikasikan sang putri telah berhubungan seks dengan pacarnya itu.

Kasus itulah yang kini tengah disidangkan di Pengadilan Negara Bagian Darmstadt, dengan salah satu persidangan digelar pada Jumat (25/9/2015) lalu, dengan tersangka Asadullah Khan (51) dan istrinya Shazia (41). Dalam persidangan itu terungkap, seusai aksi pembunuhan pada Januari lalu tersebut, Khan dan istrinya lantas memakaikan pakaian putri mereka, mendudukkannya di kursi roda, lantas membawanya dengan mobil dari apartemen mereka ke sebuah saluran air yang sepi untuk dibuang di sana.

Dalam persidangan itu pula, Khan yang bercucuran air mata mengakui terpaksa membunuh sang putri lantaran dianggap telah memalukan keluarga dengan mencintai lelaki yang tidak ia setujui. Bagi Khan, Lareeb, putrinya yang bekerja sebagai teknisi dokter gigi itu, harusnya menikah dalam sebuah perjodohan, persis seperti yang dijalaninya bersama sang istri saat di Pakistan lalu.

Sementara itu Shazia sang istri, menjelaskan betapa selama ini dia kerap berada dalam posisi tertekan, sangat terkungkung di bawah kuasa suaminya, serta menyesal tak dapat menyelamatkan putrinya.

Dia juga menjelaskan bahwa di malam pembunuhan itu, Lareeb bertengkar untuk kesekian kalinya dengan ayahnya, termasuk dengan sempat memukul sang ayah. Lantas saat putrinya tidur, Khan pun masuk ke kamar anaknya itu, berlutut di samping ranjang dan menjerat leher putrinya hingga tewas.

"Saya tak bisa menghentikannya (Khan)," ungkap Shazia, melalui pernyataan yang dibacakan pengacaranya. "Saya punya penyakit rematik, dan tidak punya kekuatan untuk melawannya. Saya ingin menjerit, tapi juga tak bisa," sambungnya.

LIHAT JUGA:

Menurut Anda, Cara Lelaki Ini Hukum Anaknya Baik atau Tidak?

"Lareeb sempat tak pulang ke rumah beberapa malam dan berhenti mengenakan kerudung. Satu hari, kami menerima sebuah surat dari kepolisian yang menyebutkan dia (Lareeb) pernah tertangkap coba mencuri kondom," jelasnya lagi.


"Pada titik itu, jelas bahwa telah ada aktivitas seksual (melibatkan putri kami). Saat saya memperlihatkan surat itu kepada suamiku, dia langsung murka," ungkapnya.

Namun justru di persidangan itu pula, adik Lareeb yang berusia 14 tahun, Nida, memberikan kesaksian sedikit berbeda, terutama terhadap keterangan ibunya. Pihak pengadilan sendiri mengetahui bahwa pada malam dibunuhnya Lareeb, Nida dikirim menginap ke rumah saudara mereka oleh orangtuanya.

Menurut Nida, ibu mereka pada dasarnya sama kerasnya dengan sang ayah. Sang ibu bahkan diakuinya kerap memukuli mereka. Saat muncul di persidangan hari itu, Shazia yang sempat mengembangkan tangan berusaha memeluknya, diacuhkan saja oleh Nida.

"Mama saya tidak (dalam keadaan) tertekan. Dia bebas melakukan apa saja kok. Dia (juga) biasa memukulku dengan tongkat kecil," akunya di persidangan.

"Kami tak pernah diperbolehkan bicara tentang pacarnya Lareeb. Ayahku beberapa kali bilang bahwa kakak harus dinikahkan di Pakistan," ungkapnya pula, yang diketahui belakangan harus menjalani terapi psikologis.

Khan yang tak bisa berbahasa Jerman sendiri sempat mengaku di persidangan yang masih akan terus berlanjut, bahwa dia sesungguhnya mencintai putrinya itu. [DailyMail]

BERITA MENARIK LAINNYA:

Perempuan Usia 29 Tahun Ini Sudah Punya Cucu

Kisah Hasmawati Berjuang Lolos dari Tragedi Mina

Terekam CCTV di Lokasi Pencurian Mobil, Ini Kronologis Limbad

NASA Temukan Air Mengalir di Planet Mars

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tangkap Dalang Pembunuhan Aktivis di Lumajang

Tangkap Dalang Pembunuhan Aktivis di Lumajang

News | Selasa, 29 September 2015 | 15:18 WIB

Komnas PA: Pembunuhan Balita di Papua Lebih Sadis dari Angeline

Komnas PA: Pembunuhan Balita di Papua Lebih Sadis dari Angeline

News | Selasa, 29 September 2015 | 07:20 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×