KLHK Akan Bangun Sekat Kanal di Lokasi Kebakaran Hutan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 02 Oktober 2015 | 08:56 WIB
KLHK Akan Bangun Sekat Kanal di Lokasi Kebakaran Hutan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar menyampaikan informasi terkini mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta bencana kabut asap di Jakarta, Jumat (18/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan membangun sekat kanal di lokasi kebakaran hutan dan lahan. Sekat kanal dibangun berdasarkan peta rawan kebakaran hutan dan lahan tingkat provinsi.

Pembangunan sekat kanal dipercaya akan mencegah kebakaran hutan di masa mendatang.

"Peta rawan kebakarannya kan sudah ada di masing-masing provinsi, dasarnya pakai itu. Lokasi sekat kanalnya dibuat di lokasi yang memang benar-benar rawan kebakaran," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B Panjaitan di Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan di tingkat provinsi telah dibuat berdasarkan putusan rapat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) Boediono, di Istana Wapres, 12 Juni 2014 lalu.

Pengerjaannya menjadi bagian dalam 12 rencana aksi untuk melakukan upaya yang lebih terkoordinasi secara baik dan efektif untuk mengurangi resiko kebakaran hutan yang diawasi langsung Unit Kerja Presiden bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4).

Pemerintah, menurut dia, tidak membuat kanal baru untuk mengairi lahan gambut yang rawan terbakar, namun membersihkan kanal-kanal yang sudah ada di lokasi-lokasi rawan terbakar agar air mudah mengalir.

"Kanal-kanal itu kan sebenarnya dulu sebagai jalur transportasi, digunakan perusahaan atau perkebunan mengangkut kayu atau sawit. Sekarang akses jalan sudah ada kanal tidak dipakai lagi, karenanya kita tidak buat kanal baru tapi bersihkan yang ada untuk dialiri air," ujar Raffles.

Dengan kanal yang teraliri air ini, menurut dia, target agar Indonesia bebas bencana asap tiga tahun ke depan sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo bisa tercapai.

"Tidak boleh lagi ada bencana asap dalam tiga tahun ke depan. Itu jadi target, jadi kalau bisa tahun ini sekat kanal selesai," kata dia.

Saat ditanya apa yang menyebabkan sekat kanal tidak tergarap pascablusukan asap Presiden Joko Widodo ke Sungai Tohor, Riau, pada November 2014, ia mengatakan sekat kanal sebenarnya sudah sempat dikerjakan di beberapa daerah namun tidak terekspos media.

"Review sekat kanal dilakukan termasuk oleh perusahaan, jika ada yang membuka sekat kanal maka harus bertanggung jawab menutup lagi. Di Riau sudah dikerjakan itu, sudah ada 21 kanal yang disekat di sekitar Giam Siak (Cagar Biosfer Giam Siak Kecil--Bukit Batu)," ujar dia.

Ia menyebut KLHK menganggarkan Rp5 miliar hingga Desember 2015 untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. "Ini termasuk digunakan untuk membeli pompa air, selang kebakaran yang besar itu untuk dipakai mengalirkan air dari embung-embung yang dibuat di ujung-ujung kanal," katanya.

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan KLHK melibatkan para ahli bertugas dan sedang mengkaji lokasi sekat kanal yang akan dibuat, sehingga belum diketahui berapa banyak sekat dibuat dan berapa panjang kanal dibersihkan.

Menurut dia, akan butuh waktu lama, hingga lima tahun, jika ingin membuat sekat kanal diseluruh area rawan kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi sekaligus.

Sejak 25 September lalu kanal bersekat sepanjang sekitar 17 kilometer (km) sedang dikerjakan oleh anggota TNI bersama masyarakat di lokasi yang terbakar hebat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. "Harapannya tanggal 10 Oktober bisa selesai," ujar dia.

Dari hasil penyekatan kanal yang dilakukan di Sungai Tohor, Riau, menurut dia, benar dapat mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Sistem sekat kanal ini bisa menjadi pencegahan di masa depan.

BNPB, menurut dia, menyiapkan anggaran Rp500 miliar untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, termasuk untuk mengerjakan sekat kanal. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kalteng Pakai Teknik 'Canal Blocking' Tanggulangi Kebakaran Lahan

Kalteng Pakai Teknik 'Canal Blocking' Tanggulangi Kebakaran Lahan

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 11:11 WIB

Singapura Jadi Korban Asap Diminta Ketua DPR untuk Mau Mengerti

Singapura Jadi Korban Asap Diminta Ketua DPR untuk Mau Mengerti

News | Rabu, 30 September 2015 | 16:25 WIB

Rantis Water Canon Dikerahkan Bantu Padamkan Kebakaran Hutan

Rantis Water Canon Dikerahkan Bantu Padamkan Kebakaran Hutan

News | Rabu, 30 September 2015 | 02:31 WIB

Pasukan Bomba Malaysia Diminta Bantu Padamkan Kebakaran Hutan

Pasukan Bomba Malaysia Diminta Bantu Padamkan Kebakaran Hutan

News | Rabu, 30 September 2015 | 00:05 WIB

Polisi Riau Telisik 17 Perusahaan Terduga Pembakaran Hutan

Polisi Riau Telisik 17 Perusahaan Terduga Pembakaran Hutan

News | Selasa, 29 September 2015 | 15:31 WIB

Wakil Ketua DPR: Ada Ketidakseriusan Tangani Kebakaran Hutan

Wakil Ketua DPR: Ada Ketidakseriusan Tangani Kebakaran Hutan

DPR | Selasa, 29 September 2015 | 14:13 WIB

Jokowi Diminta Tetapkan Kabut Asap Jadi Bencana Nasional

Jokowi Diminta Tetapkan Kabut Asap Jadi Bencana Nasional

News | Selasa, 29 September 2015 | 11:22 WIB

Kabut Asap Pekat Masih Selimuti Riau

Kabut Asap Pekat Masih Selimuti Riau

News | Selasa, 29 September 2015 | 09:19 WIB

Greenpeace: Sistem OneMap Bisa Bantu Pemerintah Awasi Hutan

Greenpeace: Sistem OneMap Bisa Bantu Pemerintah Awasi Hutan

News | Selasa, 29 September 2015 | 07:31 WIB

Protes ke Pemerintah, Greenpeace Bikin Kampanye "Kepo Itu Baik"

Protes ke Pemerintah, Greenpeace Bikin Kampanye "Kepo Itu Baik"

News | Selasa, 29 September 2015 | 06:15 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×