Peneliti: Kabut Asap Bukan Bencana, tapi Tragedi

Ardi Mandiri

Jum'at, 09 Oktober 2015 | 06:28 WIB
Peneliti: Kabut Asap Bukan Bencana, tapi Tragedi
Foto kabut asap di Sumatera dan Kalimantan dari satelit Terra milik NASA. (Reuters/NASA)

Suara.com - Kabut asap parah yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia adalah tragedi bukan bencana karena disebabkan oleh kesalahan manusia dan tidak terjadi secara alamiah, menurut Center for International Forestry Research (CIFOR).

"Sebenarnya kejadian itu adalah tragedi, bukan bencana. Api yang menimbulkan kabut asap memang merugikan, namun secara bersamaan juga menguntungkan banyak orang," ujar peneliti CIFOR Herry Purnomo usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IV DPR di Komplek MPR/DPR/DPD, Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Pria yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini melanjutkan, api digunakan untuk membuka lahan pertanian, terutama sawit karena mudah dan murah.

Herry Purnomo menjabarkan, di Sumatera, harga satu hektare lahan sebelum dibakar adalah sekitar Rp8,5 juta. Setelah dibakar, nilai lahan meningkat menjadi Rp11 juta lebih.

Kemudian jika sudah ditanami sawit, maka harga meninggi lagi menjadi sekitar Rp40 juta. Kata Herry, cara ini lebih menguntungkan daripada membuka lahan dengan traktor yang sulit digunakan di lahan gambut.

Selain itu, hal yang membuat bisnis ini semakin "menggiurkan" adalah Indonesia merupakan pemasok 52 persen kelapa sawit dunia, atau yang terbesar, pada tahun 2014.

CIFOR mencatat, investasi perusahaan sawit di Indonesia, selain lokal juga berasal dari Malaysia dan Singapura. Perusahaan-perusahaan ini, pada tahun 2014, mengekspor 33 juta ton kelapa sawit dan menghasilkan 18,4 miliar dolar AS.

Sementara terkait kebakaran hutan, Herry menyebut pihaknya mencatat ada kerugian negara sebesar sekitar hampir Rp200 triliun.

"Sehingga sangat logis jika pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam pembakaran hutan mendapatkan hukuman, baik pidana maupun perdata, dengan mengganti semua ongkos tragedi lingkungan ini," katanya.

Terkait pembakaran hutan penyebab kabut asap parah di beberapa wilayah Indonesia, data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menemukan bahwa dari Januari hingga September 2015, ada 16.334 titik panas (berdasarkan Lapan) atau 24.086 (berdasarkan NASA FIRM) yang tersebar di lima provinsi dengan kebakaran hutan terparah yaitu Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Riau.

Titik-titik tersebut berada di konsesi perusahaan. Beberapa di antaranya yaitu Kalimantan Barat ada 2.495, Kalimantan Tengah 5.672, Riau 1.005, Sumatera Selatan 4.416 dan Jambi 2.842.

Nilai ISPU di daerah-daerah tersebut dalam beberapa waktu belakangan sudah di atas level berbahaya. Contoh di Kalimantan Barat, indeks standar pencemaran umum (ISPU) sempat mencapai angka 1.300 atau empat kali lipat level berbahaya (di angka 300-500), sementara nilai ISPU rata-rata mencapai 600-800.

Menurut CIFOR, kabut asap berdampak pada 30 juta jiwa, di mana ratusan ribu orang sudah menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sudah 32.860 Warga Sumsel Derita ISPA Akibat Asap

Sudah 32.860 Warga Sumsel Derita ISPA Akibat Asap

Health | Kamis, 08 Oktober 2015 | 22:47 WIB

Bentuk Panja, Komisi IV Cari Perusahaan yang Terlibat Pembakaran

Bentuk Panja, Komisi IV Cari Perusahaan yang Terlibat Pembakaran

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 20:43 WIB

Atasi Kabut Asap, Indonesia Kerahkan 25 Pesawat

Atasi Kabut Asap, Indonesia Kerahkan 25 Pesawat

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 21:36 WIB

Unik, Cara Orang Singapura Ini Bantu Atasi Kebakaran di Indonesia

Unik, Cara Orang Singapura Ini Bantu Atasi Kebakaran di Indonesia

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 19:34 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×