Menkes Tak Berani Sebut Jumlah Korban Asap

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 13 Oktober 2015 | 04:33 WIB
Menkes Tak Berani Sebut Jumlah Korban Asap
Sejumlah pengendara menembus kabut asap yang menyelimuti kawasan Jembatan Batanghari II, Jambi. (Antara)

Suara.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek belum menerima laporan resmi mengenai jumlah korban meninggal akibat kabut asap yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut (Ispa).

"Hingga saat ini belum ada laporan resmi yang saya terima," kata dia di Batam usai memberikan arahan dalam Rakerda Kesehatan Provinsi Kepri, Senin (12/10/2015) malam.

Dia tidak menampik bahwa kabut asap pekat telah menimbulkan banyak masyarakat terserang penyakit, khususnya saluran pernafasan. "Karena belum ada laporan resmi, saya tidak berani menyampaikan. Ini 'kan harus berdasarkan data-data pasti," kata dia.

Menkes juga mengatakan data segera dilaporkan termasuk mengenai penyebab kematian anak yang diduga akibat menghirup asap terlalu banyak. "Takutnya kalau tidak berdasarkan data salah. Makanya saya minta dilaporkan jika sudah jelas penyebabnya," kata Moeloek.

Dalam kondisi asap pekat, mengakibatkan kesulitan bernafas karena kandungan oksigen menipis. Hal tersebut bisa saja menimbulkan iritasi saluran pernafasan, menurunkan daya tahan tubuh dan banyak penyakit timbul.

"Kami sudah memberikan banyak bantuan obat-obatan dan masker untuk mengurangi dampanya," kata dia.

Ia juga meminta pemerintah daerah mengeluarkan larangan bagi penduduknya bepergian jika kualitas udara dinyatakan berbahaya yang ditunjukkan dari indek standar pencemaran udara (ISPU) di atas 300.

"Kalaupun keluar harus pakai masker. Ini harus benar-benar diperhatikan agar tidak jatuh korban," kata Moeloek.

Sebelumnya, seorang bayi, M Husien Saputra berusia 28 hari, warga Kota Palembang, meninggal dunia diduga terkena infeksi saluran pernapasan akut, di RS Muhammadiyah Palembang, Rabu (7/10/2015) kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Lesty Nuraini kepada wartawan di Palembang mengatakan belum bisa menyebut penyebab bayi itu meninggal karena masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter. Beberapa bayi masuk ruangan ICU karena harus diberi bantuan pernafasan bahkan ada bayi baru berumur 11 bulan dirawat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Jepang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Cara Jepang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

News | Senin, 12 Oktober 2015 | 18:47 WIB

Api di 15 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Jambi Sudah Padam

Api di 15 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Jambi Sudah Padam

News | Senin, 12 Oktober 2015 | 01:32 WIB

Pesawat Pemadam Asing di Sumatera Beroperasi Terbatas

Pesawat Pemadam Asing di Sumatera Beroperasi Terbatas

News | Minggu, 11 Oktober 2015 | 23:34 WIB

Terkini

Bos Rokok HS Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Maut Sang Istri, Begini Desainnya

Bos Rokok HS Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Maut Sang Istri, Begini Desainnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:36 WIB

40 Negara Bahas Selat Hormuz, Inggris dan Prancis Pimpin Upaya Buka Jalur Minyak

40 Negara Bahas Selat Hormuz, Inggris dan Prancis Pimpin Upaya Buka Jalur Minyak

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:28 WIB

30 Hari Menanti Keadilan, Andrie Yunus Surati Prabowo: Bagaimana Perkembangan Kasus Saya, Pak?

30 Hari Menanti Keadilan, Andrie Yunus Surati Prabowo: Bagaimana Perkembangan Kasus Saya, Pak?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:27 WIB

Pelaku Tangkap Terduga Pembunuh Wanita Paruh Baya di Tangsel, Ternyata Mantan Suami

Pelaku Tangkap Terduga Pembunuh Wanita Paruh Baya di Tangsel, Ternyata Mantan Suami

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:26 WIB

Serangan Israel Tewaskan 4 Warga Palestina saat Gencatan Senjata Gaza

Serangan Israel Tewaskan 4 Warga Palestina saat Gencatan Senjata Gaza

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:24 WIB

Dukungan ke Saiful Mujani Mengalir dari Aktivis, Soroti Kebebasan Kritik di Era Prabowo Subianto

Dukungan ke Saiful Mujani Mengalir dari Aktivis, Soroti Kebebasan Kritik di Era Prabowo Subianto

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:11 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Oknum Polisi di Jambi, Menteri PPPA Minta Diadili di Peradilan Umum

Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Oknum Polisi di Jambi, Menteri PPPA Minta Diadili di Peradilan Umum

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:10 WIB

Lantai 4 Bangunan Asrama Polri Kalideres Terbakar, Atap Runtuh Timpa Mobil Parkir

Lantai 4 Bangunan Asrama Polri Kalideres Terbakar, Atap Runtuh Timpa Mobil Parkir

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:03 WIB

Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, KPK Temukan Dokumen Alat Tekan

Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, KPK Temukan Dokumen Alat Tekan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:54 WIB

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:45 WIB