Pesawat Pemadam Asing di Sumatera Beroperasi Terbatas

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 11 Oktober 2015 | 23:34 WIB
Pesawat Pemadam Asing di Sumatera Beroperasi Terbatas
Petugas Manggala Agni dan TNI memadamkan sisa api yang membakar perkebunan kelapa sawit di Sungai Aur, Muaro Jambi, Sabtu (12/9). (Antara)

Suara.com - Armada udara pemadam kebakaran gabungan Indonesia, Malaysia, Australia dan Singapura yang ditugaskan di Sumatera Selatan hanya beroperasi dengan waktu terbatas. Pesawat beroperasi sampai 16 Oktober 2015.

"Misalnya, pemerintah Malaysia telah mengirimkan satu pesawat jenis Bombardir 415 MP dengan kapasitas angkut enam ton. Cara mengambil air dengan 'scooping' di laut. Pesawat ini beroperasi sampai 16 Oktober atau praktis hanya lima hari efektif," kata Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (11/10/2015) malam.

Pihak Malaysia akan melihat situasi apakah ditarik pulang atau diperpanjang. Sementara armada udara Singapura adalah Heli Chinook dengan kapasitas angkut lima ton. Pesawat ini akan dioperasikan selama 13 hari yaitu 11-23 Oktober 2015.

Sutopo juga mengatakan Tim AU Australia tiba di Palembang pada Minggu dan diperkirakan pesawat "Thor" type Hercules L 100 dengan kapasitas angkut 15 ton akan tiba pada Selasa atau Rabu besok.

Metode pengisian air dengan pesawat itu adalah dengan memompa dari mobil tangki. Pesawat ini hanya dapat dioperasikan selama lima hari di Indonesia karena masih digunakan untuk memadamkan kebakaran di New South Wales, Australia.

"Indonesia masih menunggu konfirmasi bantuan pesawat dari negara lainnya," kata dia.

Tim gabungan operasi udara untuk kebakaran dari berbagai negara bersama-sama memadamkan api api akibat kebakaran di Sumatera Selatan. Sejauh ini, telah ada 7 helikopter dan 3 pesawat fix wings melakukan pengeboman air dan satu pesawat Casa untuk hujan buatan. Operasi dikonsentrasikan di daerah Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Sebanyak 7 heli dan 4 pesawat tersebut terdiri dari 6 heli BNPB, 1 heli dari Singapura, 2 pesawat pengangkut air dari Kementerilah LHK, 1 pesawat hujan buatan BNPB dan 1 pesawat bombardir dari Malaysia. Briefing telah dilakukan kepada para pilot dan kru tentang rencana operasi, pembagian daerah dan tugas operasi serta aturan keselamatan.

Pemegang komando kendali, masih kata dia, adalah Indonesia melalui BNPB. Sedangkan komando dalam operasi sehari-hari berada pada Komandan sub-Satgas Udara. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tisu Indonesia Ditarik, Pemerintah Koordinasi dengan Singapura

Tisu Indonesia Ditarik, Pemerintah Koordinasi dengan Singapura

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2015 | 12:54 WIB

Sindir Pemerintah, Jurnalis Gelar Aksi Sejuta Masker

Sindir Pemerintah, Jurnalis Gelar Aksi Sejuta Masker

News | Minggu, 11 Oktober 2015 | 09:46 WIB

Senator Riau: Pak Presiden, Sekarang Tidak Butuh Peninjauan Lagi

Senator Riau: Pak Presiden, Sekarang Tidak Butuh Peninjauan Lagi

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 14:37 WIB

Jadup Korban Kabut Asap Bukan Kompensasi

Jadup Korban Kabut Asap Bukan Kompensasi

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 15:31 WIB

Hutan Taman Nasional Lore Lindu Terbakar

Hutan Taman Nasional Lore Lindu Terbakar

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 13:59 WIB

Kabut Asap di Muara Teweh Semakin Pekat

Kabut Asap di Muara Teweh Semakin Pekat

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 11:25 WIB

DPR Dorong Pemerintah Terima Bantuan Asing untuk Tangani Asap

DPR Dorong Pemerintah Terima Bantuan Asing untuk Tangani Asap

DPR | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 18:15 WIB

KPAI: Tanggung Jawab soal Asap, Kemenkes Jangan Hanya Beri Masker

KPAI: Tanggung Jawab soal Asap, Kemenkes Jangan Hanya Beri Masker

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 17:53 WIB

Berhasil Padamkan Ribuan Titik Api, TNI Teruskan Kerja

Berhasil Padamkan Ribuan Titik Api, TNI Teruskan Kerja

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 17:29 WIB

Indonesia Minta Bantuan Pesawat Pemadam dari Australia

Indonesia Minta Bantuan Pesawat Pemadam dari Australia

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 13:22 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×