Bedanya Bela Negara Zaman Dulu dan Sekarang

Siswanto, Bagus Santosa

Selasa, 13 Oktober 2015 | 14:14 WIB
Bedanya Bela Negara Zaman Dulu dan Sekarang
Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan HUT ke-70 TNI, Senin (5/10). (Antara)

Suara.com - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mendukung rencana program bela negara.

Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan konsep bela negara tepat dalam konteks menumbuhkan kesadaran masyarakat lebih menyintai bangsanya.

Hasanuddin mengatakan bela negara sebenarnya sudah ada sejak jaman penjajahan. Bedanya, pada jaman penjajahan, bela negara dipakai untuk perang melawan musuh. Setelah masa perang usai, rakyat kembali lagi ke pekerjaan masing-masing.

"Kalau sekarang bukan semata dilatih menembak. Misal ada bencana kan bisa ikut membantu, itu kan harus ada kesadaran bela negara," kata Hasanuddin.

Program bela negara, Senin (12/10/2015), disampaikan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

"Kader bela negara ini dibentuk untuk mewujudkan Indonesia yang kuat di tengah bentuk ancaman nyata yang kompleks," kata Ryamizard Ryacudu.

Untuk menunjukkan pentingnya kader bela negara, Ryamizard menyontohkan Israel. Israel, katanya, yang hanya memiliki tujuh juta warga, namun negara tersebut kuat, bahkan bisa menahan serangan dari negara musuh karena warganya punya kesadaran bela negara yang tinggi.‎

"Israel punya tujuh juta warga negara, dan punya enam juta warga potensial bela negara, tapi mampu menahan serangan dari kiri dan kanan. Mereka sama juga punya enam juta tentara," kata Ryamizard.

Ryamizard menargetkan dalam kurun waktu 10 tahun, Indonesia mencetak 100 juta kader bela negara.

Tahun ini, Kementerian Pertahanan, akan mulai membina 4.500 kader yang tersebar di 45 kabupaten dan kota. Setiap kabupaten dan kota, katanya, akan terdapat 100 kader pembina.‎

"Kita punya 100 juta penduduk potensial untuk kader bela negara. Bayangkan jika 100 juta warga RI punya kepribadian bela negara, maka sama dengan mempunyai 100 juta tentara," ujarnya.

Kader pembina bela negara diambil dari unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

"Jadi nanti para pemerintah daerah akan kerjasama dengan kodam atau kodim setempat. Yang terpenting adalah bagaimana menyamakan otak warga negara untuk mencintai negara," kata dia.

Mantan Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Moeldoko menilai program tersebut tepat karena bertujuan untuk membangun dan membentuk kecintaan terhadap bangsa.

"Untuk menuju persiapan komponen cadangan dan komponen pendukung, diperlukan kesiapan upaya pembangunan kesadaran bela negara kepada rakyat Indonesia. Itu sudah tepat," ujar Moeldoko di DPR.

Moeldoko menjelaskan bela negara merupakan wujud rasa tanggungjawab masyarakat terhadap bangsa. Bela negara tidak selalu diidentikan dengan persenjataan.

"Yang dimaksud bela negara bukan memegang senjata, tetapi jiwanya. Bagaimana rasa memiliki negara, disiplin, dan bertanggung jawab. Itu sebaiknya memang dari awal diberikan ke anak- anak kita," kata Moeldoko

Moeldoko mengatakan tiga bentuk dalam mempertahankan sistem pertahanan bangsa.

"Sistem pertahanan negara ada tiga yakni, komponen TNI, komponen Cadangan dan komponen pendukung," katanya.

Moeldoko menekankan nilai- nilai kebangsaan yang mulai luntur harus segera dikuatkan kembali.

"Saya pikir ada keprihatinan nasional soal kondisi yang perlu dibenahi kembali, yakni nilai-nilai bangsa, kejujuran, kegotongroyongan," kata Moeldoko.

Ketua DPR Setya Novanto akan mengundang Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan untuk melakukan pertemuan pada Jumat (17/10/2015). Salah satu agenda pertemuan yaitu membahas program bela negara yang diusulkan Ryamizard Ryacudu.

"Begini, ini berkaitan dengan polemik bela negara yang berkaitan dengan wajib militer, itu kita jangan terburu-buru memberikan penilaian. Tentu kita akan dengarkan dari Pak Luhut dan kita undang hari Jumat. Untuk menyampaikan langsung apa benar ada hal-hal berkaitan dengan Wajib Militer," kata Setya di DPR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi PDI Perjuangan Serukan Payung Hukum Program Bela Negara

Politisi PDI Perjuangan Serukan Payung Hukum Program Bela Negara

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 14:10 WIB

Politisi Nasdem Dukung Dibentuk Kader Bela Negara

Politisi Nasdem Dukung Dibentuk Kader Bela Negara

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 03:35 WIB

Moeldoko: Bela Negara Bukan Berarti Pegang Senjata

Moeldoko: Bela Negara Bukan Berarti Pegang Senjata

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 06:39 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×