Ini yang Paling Ditakutkan Bila Ada Program Bela Negara

Siswanto, Erick Tanjung

Rabu, 14 Oktober 2015 | 15:47 WIB
Ini yang Paling Ditakutkan Bila Ada Program Bela Negara
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Direktur Program Imparsial Al Araf ‎ khawatir pembentukan kader bela negara akan memunculkan milisi atau paramiliter sehingga mengancam keamanan nasional. Kader bela negara akan dibentuk Kementerian Pertahanan.

"Pembentukan kader bela negara yang dilatih dasar kemiliteran‎ itu berpotensi melahirkan milisi baru, dan itu nanti bisa jadi masalah," kata Al Araf ‎dalam konferensi pers di LBH Jakarta, Rabu (14/10/2015).

Dalam sejarah Indonesia, kata Al Araf, paramiliter seringkali menjadi bagian dari konflik, seperti di Timor Leste, Aceh, Papua, dan Pamswakarsa di Jakarta.

Al Araf ‎menilai ada kontra dengan prinsip HAM ketika ditekankan warga negara yang menolak ikut program bela negara silakan angkat kaki dari Indonesia.

"Bahkan, komisi tinggi HAM PBB (OHCHR) juga telah mengeluarkan resolusi mengenai adanya hak untuk menolak partisipasi wajib militer‎ melalui resolusi 1998/77. Pemerintah juga harus memiliki konsiderasi khusus atas penerapan hukum pengungsi internasional yang memberikan jaminan perlindungan bagi setiap individu pengungsi yang mendapatkan persekusi dari penolakan atas sifat wajib bela negara di Indonesia, dengan terpenuhinya elemen well founded of fear," katanya.

Koalisi Masyarakat Sipil menilai alasan Kementerian Pertahanan membentuk program bela negara untuk membangun rasa nasionalisme, tidak tepat. Seharusnya, kata dia, nilai-nilai nasionalisme dimasukkan ke dalam sistem pendidikan dan menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Program bela negara dinilai belum jelas konsepnya. Program ini, katanya, juga bisa menjadi beban baru bagi anggaran negara, khususnya anggaran pertahanan.

Al Araf mengingatkan saat ini Kementerian Pertahanan dan TNI masih kekurangan anggaran pengadaan alutsista maupun dalam peningkatan kesejahteraan prajurit.‎ Untuk pengadaan alutsista saja, Indonesia baru bisa menyelesaikan program minimum essential force pada 2024.

"‎itu artinya negara masih memiliki kekurangan anggaran untuk mendukung persenjataan TNI dan kesejahteraan prajurit sebagai komponen utama sistem pertahanan. Pembentukan bela negara oleh Kementerian Pertahanan dengan target 100 juta warga negara jelas akan menjadi beban bagi anggaran negara dan anggaran pertahanan," kata dia.

‎Al Araf mengatakan walau Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bela negara beda dengan wajib militer, program tersebut tetap bernuansa wajib militer.

"Rasa nasionalisme jangan dimaknai secara sempit berupa bentuk militerisasi sipil melalui pendidikan dan pelatihan dasar kemiliteran yang dicanangkan Menhan dalam bela negara itu. Bela negara harus dimaknai sebagai bentuk dan wujud partisipasi masyarakat dalam membangun negara yang lebih maju dan demokratis," katanya.

Pernyataan sikap Koalisi Masyarakat Sipil ‎didukung oleh Imparsial, Kontras, Elsam, LBH Jakarta, YLBHI, LBH Pers, Lesperssi, HRWG, Setara Institute, dan Indonesia Tanpa Militerisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Program Bela Negara Bisa Jadi Beban Buat APBN

Program Bela Negara Bisa Jadi Beban Buat APBN

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 15:10 WIB

Bedanya Bela Negara Zaman Dulu dan Sekarang

Bedanya Bela Negara Zaman Dulu dan Sekarang

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 14:14 WIB

Politisi PDI Perjuangan Serukan Payung Hukum Program Bela Negara

Politisi PDI Perjuangan Serukan Payung Hukum Program Bela Negara

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 14:10 WIB

Terkini

Sawah Terendam Rob Disulap Jadi Wisata Kano, Begini Penampakannya

Sawah Terendam Rob Disulap Jadi Wisata Kano, Begini Penampakannya

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Aturan BPJS vs Ekspektasi Pasien: Siapa yang Sebenarnya Perlu Disalahkan?

Aturan BPJS vs Ekspektasi Pasien: Siapa yang Sebenarnya Perlu Disalahkan?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Rincian Bunga Deposito BRI dan BNI Terbaru Tahun 2026

Rincian Bunga Deposito BRI dan BNI Terbaru Tahun 2026

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Komisi IX DPR Kecam Oknum Nakes yang Diduga Nirempati pada Yurizal: BPJS Bukan Pasien Kelas Dua

Komisi IX DPR Kecam Oknum Nakes yang Diduga Nirempati pada Yurizal: BPJS Bukan Pasien Kelas Dua

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Panduan Susunan Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap dari Awal sampai Akhir

Panduan Susunan Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap dari Awal sampai Akhir

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Dipimpin Hakim Richard Edwin Basoeki, Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 dan Agustus

Dipimpin Hakim Richard Edwin Basoeki, Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 dan Agustus

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Seberapa Oke Mobil Listrik Jaecoo J5 EV? Intip Kata Pakar

Seberapa Oke Mobil Listrik Jaecoo J5 EV? Intip Kata Pakar

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Riset Terbaru Ungkap Manfaat Sistem Kerja Hybrid bagi Karyawan saat Musim Libur Sekolah

Riset Terbaru Ungkap Manfaat Sistem Kerja Hybrid bagi Karyawan saat Musim Libur Sekolah

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Listrik Baru Menyala Setelah Padam? Jangan Langsung Tenang, Ini Barang Elektronik Paling Rawan Rusak

Listrik Baru Menyala Setelah Padam? Jangan Langsung Tenang, Ini Barang Elektronik Paling Rawan Rusak

Sumut | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Bukan di Dalam Museum, Ini "Sekolah" Budaya Paling Nyata di Ujung Timur Jawa

Bukan di Dalam Museum, Ini "Sekolah" Budaya Paling Nyata di Ujung Timur Jawa

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:41 WIB

×