Cara Unik Jokowi Jawab Pertanyaan dalam Diskusi di Washington DC

Ruben Setiawan | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2015 | 02:16 WIB
Cara Unik Jokowi Jawab Pertanyaan dalam Diskusi di Washington DC
Jokowi di Amerika Serikat. (Antara)

Suara.com - Presiden RI Joko Widodo mendapatkan pertanyaan soal sikap pemerintahnya terhadap Cina yang merupakan negara relatif sangat berpengaruh di Asia meski kerap kali menciptakan friksi dengan negara tetangganya.

Moderator Dr. Ricard Bush di Washington, D.C., Selasa siang, menanyakan tentang Cina dalam sesi diskusi singkat dengan Presiden Jokowi setelah policy speech di Brookings Institution Washington D.C.

Menurut dia, Cina merupakan negara besar yang berpengaruh di kawasan Asia, tetapi sering menciptakan friksi dengan negara tetangganya.

BACA JUGA:

Anak Kandung Imam Samudra Masih Punya Jaringan


Bush ingin mengetahui respons Presiden Jokowi terkait dengan hal itu, termasuk sikap Indonesia dalam menghadapi Cina.

Presiden Jokowi merespons hal itu dengan sikap yang santai.

Ia beberapa kali menyampaikan gurauan yang mengundang tawa hadirin.

"Kami melihat Tiongkok sebagai mitra penting bagi Indonesia dan kami perlu untuk memperkuat kerja sama dengan Tiongkok karena kami mengekspor berbagai komoditas ke Tiongkok," katanya seperti dikutip Antara.

Namun, Jokowi juga menekankan bahwa Indonesia melihat negara lain, seperti halnya Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan Timur Tengah, sebagai mitra yang penting bagi Indonesia.

"Tentang Laut Tiongkok Selatan saya sudah sebutkan dalam pidato saya bahwa Indonesia bukan bagian dari konflik," katanya.

Namun, Indonesia merasa perlu untuk turut serta menciptakan perdamaian dan stabilitas keamanan di sekitar wilayah tersebut.

Indonesia mengimbau semua pihak menahan diri dari tindakan-tindakan yang mengikis rasa saling percaya antarpihak.

"Kita ingin negara-negara ASEAN dan Tiongkok untuk mulai berdikusi tentang konten Code of Conduct atau CoC. Indonesia ingin memainkan peran aktif dalam isu ini," katanya.

Policy Speech Jokowi mendapatkan sambutan yang antusias. Pada kesempatan itu, dia mengelaborasi tentang berbagai hal, termasuk paket kebijakan pemerintahnya yang baru saja diluncurkan hingga lima paket, posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia yang toleran dan moderat, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar, hingga kerja sama dengan AS.

"Tanpa demokrasi tidak akan ada Presiden Jokowi," katanya yang mendapat aplaus dari hadirin.

"Anda boleh twit," katanya yang disambut dengan tawa hadirin.

Jokowi terbilang menarik dalam menyampaikan pidatonya. Ketika mendapatkan pertanyaan soal Public Private Partnership, Jokowi mendelegasikan Menteri Perdagangan Thomas Lembong agar menjawabnya.

Ia juga mendelegasikan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi untuk menjawab pertanyaan yang lain.

Moderator Bush menyatakan terkesan dengan cara Jokowi mendelegasikan tugas kepada para menterinya. (Antara)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Misteri Tewasnya Tentara Rusia Pertama di Suriah

Dicecar soal Perceraiannya, Dominique Minta Wartawan Sabar

Ini Sarapan Para Pebisnis Sukses di Dunia

Bagaimana Rasanya Mati? Ini Penjelasan Para Ahli Kimia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:46 WIB