Soal Jual Nama Presiden, Anggota DPR: Jangan Bikin Gaduh Politik

Arsito Hidayatullah | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 13 November 2015 | 01:32 WIB
Soal Jual Nama Presiden, Anggota DPR: Jangan Bikin Gaduh Politik
Menteri ESDM Sudirman Said saat mengikuti raker dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (9/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha, menilai pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyebut ada politisi yang mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla untuk perpanjangan PT Freeport, bisa menimbulkan kegaduhan politik.

Menurut Syaifullah, jika ada politisi yang terlibat, sebaiknya langsung disebut saja nama politisi yang menyalahgunakan jabatan sebagai anggota DPR dan menjual nama Presiden dan Wapres itu.

"Kalau ada yang mencatut nama Presiden, tunjuk namanya. Jangan terlalu banyak menyebarkan isu politik. Isu itu bisa membuat kegaduhan politik," ujar Syaifullah, usai menghadiri diskusi bertema "Reshuffle Jilid 2: Kepentingan Siapa", di Gedung Nusantara III, DPR, Kamis (12/11/2015).

Menurut Syaifullah, Presiden Jokowi sudah mengingatkan kepada seluruh pejabat pemerintah untuk tidak membuat kegaduhan politik. Ia menyarankan jika ada politisi terlibat, langsung saja dilaporkan kepada aparat kepolisian.

"Kalau ada politisi yang terlibat, adukan ke polisi. Isu itu bisa membuat kegaduhan politik," ujarnya lagi.

Mengenai siapa kira-kira politisi yang terlibat itu, Syaifullah mengaku tak mengetahui siapa politisi yang dimaksud Sudirman Said. "Saya tidak tahu," kilahnya.

Yang jelas menurutnya, pernyataan Sudirman Said bisa merupakan sebuah fitnah, serta harus segera dikonfirmasi.

"Tunjuk hidungnya siapa proses, bener nggak tanya juga freeportnya bener nggak, jangan membuat fitnah begini
Ini tandanya dunia makin kiamat," tutur Syaifullah.

Ia menegaskan, para menteri untuk tidak membuat kegaduhan politik. Publik pun bertanya-tanya siapa politisi yang dimaksud.

"Jadi sebaiknya para menteri tertib kembali dan diingatkan kembali untuk tidak membuat kegaduhan politik baru. Jangan buat kegaduhan politik. Sebut saja politisinya apa itu ada di KIH atau KMP. Ini memberi tanda tanya besar kepada semua," tegasnya.

Pernyataan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said yang menyebut ada politisi yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia dan mendapatkan saham terus bergulir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Tunggu Laporan Politisi Jual Jokowi Minta Saham Freeport

Kapolri Tunggu Laporan Politisi Jual Jokowi Minta Saham Freeport

News | Kamis, 12 November 2015 | 18:01 WIB

Ada Politisi Minta Saham Freeport, Pakar Nilai Jokowi Bisa Diatur

Ada Politisi Minta Saham Freeport, Pakar Nilai Jokowi Bisa Diatur

News | Kamis, 12 November 2015 | 15:39 WIB

Politisi Jual Nama Jokowi Demi Saham Freeport, Paloh Yakin Benar

Politisi Jual Nama Jokowi Demi Saham Freeport, Paloh Yakin Benar

News | Rabu, 11 November 2015 | 18:16 WIB

Politisi Catut Nama Jokowi, DPR Berpeluang Panggil Menteri ESDM

Politisi Catut Nama Jokowi, DPR Berpeluang Panggil Menteri ESDM

News | Rabu, 11 November 2015 | 17:04 WIB

Terkini

Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis

Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:01 WIB

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:58 WIB

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:41 WIB

Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi

Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:27 WIB

KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji

KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:02 WIB

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:57 WIB

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:52 WIB

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:51 WIB

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:48 WIB

Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih

Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:43 WIB