Ini Pesan dari Ceu Popong untuk Setya Novanto

Arsito Hidayatullah, Bagus Santosa

Selasa, 17 November 2015 | 15:21 WIB
Ini Pesan dari Ceu Popong untuk Setya Novanto
Politisi senior Partai Golkar, Popong Otje (Ceu Popong). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Politisi senior Partai Golkar, Popong Otje Djundjunan atau Ceu Popong, memberikan saran kepada Ketua DPR Setya Novanto untuk menghadapi masalah terbaru yang kini sedang dihadapinya.

Diketahui, nama Setya saat ini dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh Menteri ESDM Sudirman Said, dengan tuduhan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

"Saran Ceu Popong, hadapi. Jangan berbelit-belit. Kalau memang tidak (ada) kesalahan, nggak usah takut. Takut sama Tuhan saja. Sama orang kenapa takut? Terbuka saja. Kalau tidak terbuka, orang akan bertanya-tanya," kata Ceu Popong di DPR, Selasa (17/11/2015).

Ceu Popong yang merupakan juga rekan satu partai Setya, sependapat supaya kasus ini tetap diproses. Anggota Komisi X ini sendiri mengaku dirinya memang belum bertemu dengan Setya, namun tetap memberikan support kepada juniornya tersebut.

"Intinya, Ceu Popong tidak akan berpihak ke sana atau ke sini, walaupun satu partai," ujarnya lagi.

Ceu Popong sendiri mengaku tidak mau menduga-duga motivasi dari laporan Sudirman Said ini. Namun menurutnya, niat pelaporan ini perlu menjadi dasar untuk melihat langkah yang akan diambil.

"Artinya, segala sesuatu itu sebetulnya bergantung dari niatnya apa. Itu saja. Kalau niatnya untuk kepentingan umum, kepentingan rakyat, perbaikan dan sebagainya, ya, memang harus dilaporkan. Tapi jangan ada maksud lain," tuturnya.

"Biarkan kasus ini berjalan tahap demi tahap. Tahap yang pertama kan laporan, dan laporan itu bergantung niatnya, apakah itu positif untuk penyelamatan secara makro, atau ada niat-niat khusus. Tentu kita kan tidak tahu. Hanya dia yang tahu," tambah Ceu Popong.

Anggota DPR yang pertama kali dilantik pada 1 Oktober 1987 ini juga tidak menyarankan bila laporan Sudirman Said ke MKD ini dijadikan bahan laporan ke ranah pidana (laporan balik), saat terbukti tidak benar. Sebab menurutnya, hal itu malah akan menimbulkan keriuhan baru.

"Jangan ujug-ujug lapor balik dong. Nanti malah jadi ramai. Orang-orang makin bingung. Lebih baik menurut Ceu Popong, wait and see saja. Dalam arti, apa yang sebenernya terjadi, sampaikan. Jangan ujug-ujug melaporkan balik. Kalau makin ramai begini, mau kapan ini orang-orang fokus kerjanya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Laporan Menteri ESDM, Bambang Soesatyo: MKD Tidak Boleh Ragu

Laporan Menteri ESDM, Bambang Soesatyo: MKD Tidak Boleh Ragu

News | Selasa, 17 November 2015 | 13:08 WIB

Aziz Syamsudin: Menteri ESDM Bisa Dipolisikan

Aziz Syamsudin: Menteri ESDM Bisa Dipolisikan

News | Selasa, 17 November 2015 | 14:46 WIB

Isu Catut Nama Presiden, Setya Novanto Siap Diperiksa MKD

Isu Catut Nama Presiden, Setya Novanto Siap Diperiksa MKD

News | Selasa, 17 November 2015 | 10:50 WIB

Setya Novanto Temui JK

Setya Novanto Temui JK

Foto | Selasa, 17 November 2015 | 09:49 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB