Ini Penyebab Hujan Es yang Terjadi di Kabupaten Bogor

Ardi Mandiri | Suara.com

Senin, 30 November 2015 | 23:05 WIB
Ini Penyebab Hujan Es yang Terjadi di Kabupaten Bogor
Hujan es (shutterstock)

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatilogi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat hujan es yang melanda wilayah Bogor terjadi akibat pengaruh awan konvektif yang cukup tinggi.

"Hujan hari ini dikategorikan ekstrem karena disertai petir dan angin kencang, juga hujan es yang terjadi karena awan konvektif yang tingginya mencapai 40.000 kaki atau 10 km ke atas, maka terjadi pendinginan sehingga membentuk butiran es," kata Kepala Stasiun Klimatologi, Dramaga, Deddy Sucahyono, saat dihubungi, Senin malam.

Berdasarkan informasi di lapangan hujan es sempat melanda wilayah Kota Bogor selama beberapa menit berlokasi di wilayah Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Hujan es berupa butiran kecil terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan melandar wilayah Bogor.

Deddy menyebutkan, pembentukan awan konvektif perlu diwaspadai karena, awan yang berbentuk kembang kol berwarna hitam dan menjulang tinggi memicu terjadinya hujan ekstrim disertai angin dan petir, bahkan es.

"Memasuki musim penghujan kali ini perlu diwaspadai adanya awan konvektif petanda akan ada hujan ekstrim," katanya.

Menurutnya, awan konvektif dalam diwaspadai dengan memperhatikan tanda-tanda alam, apabila di siang hari terjadi panas yang cukup terik, lalu berubah secara tiba-tiba mendung pekat disertai awan cummulunimbus atau CB yang merupakan awan konvektif memicu terjadi hujan ekstrim.

Dikatakannya, Bogor sudah mulai memasuki awal musim penguhujan, namun belum merata, karena belum keseluruhan wilayah di Jawa Barat masuk musim penghujan atau sebagai masih mengalami kemarau, seperti Karawang, Indramayu, Cirebon dan sebagian di Subang.

"Kondisi ini menyebabkan massa udara belum semuanya basah. Sehingga yang hujan hanya di Jakarta, Puncak dan Bogor, sebagian kecil di Depok. Jadi hujan belum keseluruhan merata," katanya.

Ia mengatakan, musim hujan akan merata terjadi di wilayah Jawa Barat pada Februari dan Maret atau disebut dengan puncak musim hujan.

"Karena hujan belum merata, potensi hujan ekstrim juga masih terjadi. Masyarakat terus kita ingatkan untuk mewaspadai hujan-hujan ekstrim, yang berpotensi terjadi angin kencang, longsor maupun banjir," katanya.

Hujan es tidak menimbulkan kerusakan pada rumah warga, hanya saya warga heran mendengar bunyi hujan yang turun cukup kuat seperti batu. Kerusakan justru terjadi akibat angin kencang yang menumbangkan sebuah pohon di Jalan Sholis Iskandar depan Universitas Nusa Bangsa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMKG Ingatkan Kemungkinan Hujan Es Selama Musim Pancaroba

BMKG Ingatkan Kemungkinan Hujan Es Selama Musim Pancaroba

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 11:00 WIB

Aceh Besar Dilanda Puting Beliung dan Hujan Es

Aceh Besar Dilanda Puting Beliung dan Hujan Es

News | Senin, 03 Agustus 2015 | 01:30 WIB

Jokowi: Pemerintah Telah Kirimkan 50 Ton Bahan Pangan ke Papua

Jokowi: Pemerintah Telah Kirimkan 50 Ton Bahan Pangan ke Papua

News | Sabtu, 18 Juli 2015 | 17:52 WIB

Suhu Dingin Ekstrem Tewaskan 11 Orang di Papua

Suhu Dingin Ekstrem Tewaskan 11 Orang di Papua

News | Kamis, 16 Juli 2015 | 11:52 WIB

Terkini

Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK

Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:37 WIB

Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi

Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:17 WIB

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:07 WIB

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:58 WIB

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:54 WIB

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:43 WIB

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:34 WIB