MKD Masuk Angin Tangani Setnov, Polri dan KPK Harus Turun Tangan

Siswanto, Erick Tanjung

Minggu, 13 Desember 2015 | 14:58 WIB
MKD Masuk Angin Tangani Setnov, Polri dan KPK Harus Turun Tangan
Komite Pengawal Nawa Cita mendesak Polri, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut kasus dugaan pemufakatan jahat Setya Novanto. [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Relawan pendukung Presiden Joko Widodo, Komite Pengawal Nawa Cita, mendesak Polri, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut kasus dugaan pemufakatan jahat Ketua DPR dari Fraksi Golkar Setya Novanto.

‎"Kami menuntut penegak hukum, dalam hal ini Polri, Kejagung dan KPK agar mengambil langkah-langkah hukum atas kasus Setnov yang mencatut nama Presiden dan Wapres. Kasus ini harus diusut tuntas sebagai pelajaran bagi elit-elit politik dan mafia di negara ini," kata anggota Komite Pengawal Nawa Cita Victor Sirait, dalam konfrensi pers ‎di Kafe Iceberg, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (13/12/2015).

Kasus Novanto mengemuka setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan pada Senin (16/11/2015) karena dalam pertemuan dengan pengusaha minyak Riza Chalid dan Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika meminta saham kepada Freeport sebagai imbalan atas andil memperpanjang kontrak karya. Kasus ini, sekarang juga diselidiki Kejagung.

Menurut Victor kasus tersebut merupakan peringatan bagi para menteri Kabinet Kerja serta pejabat negara agar jangan korupsi.

"Ini juga warning terhadap pejabat negara yang ada di sekeliling Presiden agar bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok," katanya.

Komite Pengawal Nawa Cita Osmar Tanjung menambahkan untuk menindaklanjuti acara konferensi pers hari ini, akan demonstrasi pada Selasa (15/12/2015) untuk menuntut penegakan hukum mengusut kasus Novanto.

"Gerakan ini kami lakukan karena kami melihat MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) sudah masuk angin, maka kasus ini harus diselesaikan melalui ranah hukum. Lusa kami akan aksi ke KPK kemudian menuju Kejagung dan Mabes Polri untuk mendesak segera menangkap dan mengadili Setya Novanto dan ‎Riza Chalid," katanya.

Demonstrasi nanti rencananya akan diikuti sejumlah kelompok masyarakat, terutama pendukung Jokowi.

"Kami di Komet terdiri dari 24 organisasi yang akan ikut dalam aksi lusa. Dengan estimasi massa sekitar 750 orang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MKD Sudah Bisa Putuskan Kasus Setnov, Kemungkinan Kamis

MKD Sudah Bisa Putuskan Kasus Setnov, Kemungkinan Kamis

News | Minggu, 13 Desember 2015 | 14:32 WIB

Besok Tak Datang Lagi ke MKD, Riza Chalid Dipanggil Paksa Polisi

Besok Tak Datang Lagi ke MKD, Riza Chalid Dipanggil Paksa Polisi

News | Minggu, 13 Desember 2015 | 13:08 WIB

Orang Papua Muak Hiruk Pikuk Kasus Setnov di MKD

Orang Papua Muak Hiruk Pikuk Kasus Setnov di MKD

News | Minggu, 13 Desember 2015 | 11:07 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×