Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Bella | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. (Suara.com/LorensiaClara)
  • Wamen PPPA Veronica Tan menyoroti fenomena keluarga miskin dengan banyak anak di Jakarta pada Rabu, 8 April 2026.
  • Kondisi ekonomi terbatas memicu risiko kemiskinan struktural, terhambatnya tumbuh kembang anak, hingga praktik perkawinan anak di bawah umur.
  • Kementerian PPPA meluncurkan program Kebun Pangan Lokal untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga serta memberikan edukasi pola asuh komunitas.

Suara.com - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menyoroti fenomena keluarga di Indonesia yang masih memiliki banyak anak di tengah keterbatasan ekonomi.

Veronica menyampaikan hal tersebut usai menghadiri diskusi mengenai pemberdayaan masyarakat dan resiliensi nasional di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menilai pola pikir tradisional yang meyakini banyak anak mendatangkan banyak rezeki justru berpotensi memicu kemiskinan struktural hingga perkawinan anak.

Veronica memaparkan fakta di lapangan mengenai keterkaitan erat antara rendahnya kondisi finansial dengan tingginya jumlah anggota keluarga tanpa dukungan ekonomi yang memadai.

"Kalau kita lihat, fakta yang kita alami terus-menerus itu adalah kejadian yang berulang, sistem yang berulang. Jadi ekonomi nggak ada, si ibu yang kadang masih muda sudah menikah dan banyak anak. Ini masih banyak sekali terjadi," tuturnya.

Veronica juga menceritakan temuannya tentang seorang ibu yang memiliki belasan anak di salah satu wilayah di Jawa Barat.

"Di Tegalwaru aja, saya temukan ada yang ibu punya anak 13," ungkap Veronica.

Menurut dia, banyaknya jumlah anak tanpa sokongan ekonomi yang cukup berdampak langsung pada tidak terpenuhinya kebutuhan dasar serta tumbuh kembang anak.

Kondisi tersebut sering kali mendorong orang tua mengambil jalan pintas untuk mengurangi beban keluarga melalui praktik perkawinan anak.

"Kalau kita lihat jenjang ekonominya nggak cukup, pasti anak 15 tahun belum cukup umur dia akan nikahkan. Nanti anak 15 tahun punya anak lagi, dia juga nggak tahu merawat anaknya seperti apa karena tertekan dengan ekonomi itu. Inilah sebenarnya bubbling yang kita lihat," jelas Veronica.

Tekanan ekonomi di dalam keluarga juga memperbesar risiko terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Namun di sisi lain, ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah sosial yang berakar dari kemiskinan tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan sinergi lintas sektor.

"Harus nanti itu melibatkan semua. Kemenko Polkam, kepolisian, jaksa, hakim. Tapi balik lagi, ujung-ujungnya karena ekonomi yang nggak ada ini, ekonomi yang kurang, kemiskinan, sehingga stunting terjadi. Itu menyelesaikannya tak semudah membalikkan telapak tangan," ucap Veronica.

Sebagai upaya intervensi, Kementerian PPPA kini meluncurkan program Kebun Pangan Lokal Perempuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi keluarga.

Program ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan sekaligus sarana edukasi pola asuh (parenting) bagi para ibu di tingkat komunitas.

"Kami coba menjadikan sebuah komunitas penguatan psikolog secara komunal, menjadi tempat parenting. Tapi di samping itu, kami juga membuat sebuah entry point program pemberdayaan perempuannya. Jadi asupan makanan tidak akan di luar lagi, tapi dari dalam, untuk dalam," pungkas Veronica.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buku Saku 0%, Cara Pemerintah Jelaskan Transformasi Kebijakan Pengentasan Kemiskinan

Buku Saku 0%, Cara Pemerintah Jelaskan Transformasi Kebijakan Pengentasan Kemiskinan

News | Rabu, 08 April 2026 | 15:57 WIB

Pemerintah Luncurkan Buku Saku 0%, Targetkan Kemiskinan Nol Persen

Pemerintah Luncurkan Buku Saku 0%, Targetkan Kemiskinan Nol Persen

News | Rabu, 08 April 2026 | 15:09 WIB

Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?

Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:15 WIB

Apa Untungnya Perang? Analisis Kerugian Tak Terhingga dari Konflik Global Saat Ini

Apa Untungnya Perang? Analisis Kerugian Tak Terhingga dari Konflik Global Saat Ini

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:50 WIB

Ulasan Film Sun Children: Cahaya Harapan di Tengah Kegelapan Kemiskinan

Ulasan Film Sun Children: Cahaya Harapan di Tengah Kegelapan Kemiskinan

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:00 WIB

Stop Ngebut-ngebutan! Kecelakaan di Jalan Raya Bisa Langsung Bikin Anda Miskin

Stop Ngebut-ngebutan! Kecelakaan di Jalan Raya Bisa Langsung Bikin Anda Miskin

Your Say | Minggu, 15 Maret 2026 | 09:38 WIB

Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres

Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:47 WIB

Miskin Itu Bukan Takdir, Tapi Warisan yang Lupa Ditolak

Miskin Itu Bukan Takdir, Tapi Warisan yang Lupa Ditolak

Your Say | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:18 WIB

Menolak Lupa Tradisi, Film Hari Yang Kita Tunggu Jadi Kado Manis Perayaan Imlek Nasional 2026

Menolak Lupa Tradisi, Film Hari Yang Kita Tunggu Jadi Kado Manis Perayaan Imlek Nasional 2026

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 19:23 WIB

Ramadan dan Ketimpangan: Siapa yang Paling Berat Menjalani?

Ramadan dan Ketimpangan: Siapa yang Paling Berat Menjalani?

Your Say | Senin, 23 Februari 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:05 WIB

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB