Buka Awal Tahun, Penduduk Miskin 3 Daerah Ini Bertambah

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 05 Januari 2016 | 10:02 WIB
Buka Awal Tahun, Penduduk Miskin 3 Daerah Ini Bertambah
Ilustrasi kemiskinan. (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Membuka awal tahun 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) di 3 daerah mencatat ada kenaikan jumlah penduduk miskin. Daerah itu adalah Sulawesi Utara, Jambi dan Aceh.

Pertama di Sulut, jumlah penduk miskin di sana selama tahun 2015 kemarin bertambah samapi 217,15 ribu jiwa. Jumlahnya terus meningkat sejak Maret 2015.

"Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Utara pada September 2015 mencapai 217,15 ribu jiwa yang bertambah sekitar 8,61 ribu jiwa dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2015 yang berjumlah 208,54 ribu," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Faizal Anwar di Manado, Selasa (5/1/2016).

Angka-angka kemiskinan yang disajikan dalam Berita Resmi Statistik ini merupakan angka yang dihasilkan melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional September 2015. Penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Utara pada bulan September 2015 sebesar 8,98 persen, naik 0,33 persen dibanding kondisi Maret 2015 yang sebesar 8,65 persen.

Tingkat kemiskinan masih lebih tinggi di perdesaan dibandingkan daerah perkotaan. Di perdesaan 12,10 persen (159,14 ribu jiwa) sedangkan perkotaan sebesar 5,26 persen (58,00 ribu jiwa). Kenaikan tingkat kemiskinan hanya terjadi di perdesaan yaitu sebesar 0,83 persen, sedangkan di perkotaan tingkat kemiskinan turun sebesar 0,26 persen pada periode Maret 2015-September 2015.

"Hal ini dikarenakan sektor perkebunan dan perikanan yang mengalami penurunan akibat dampak kekeringan dan cuaca ekstrim," jelasnya.

Garis kemiskinan naik sebesar Rp11.739 atau 3,97 persen yaitu dari Rp295.365 per kapita per bulan pada Maret 2015 menjadi Rp307.104 per kapita per bulan pada September 2015.

Peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Dilihat dari Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) periode Maret 2015 - September 2015 mengalami sedikit kenaikan.

Sementara di Jambi, jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi pada September 2015 mencapai 311.560 orang atau bertambah sebesar 10.850 orang dibandingkan pada Maret yang tercatat sebanyak 300.710 orang.

Sebelumnya Senin (4/1/2016) kemarin penduduk miskin di Aceh bertambah sebanyak 8 ribu orang yakni dari 851 ribu orang pada Maret 2015 menjadi 859 ribu orang pada September tahun itu. Salah satu faktor kenaikan jumlah penduduk miskin ini ada di pedesaan sebab ekonomi di pedesaan belum bergerak dengan baik.

BPS Aceh juga melansi faktor yang terkait dengan kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode September 2014 sampai September 2015 antara lain nilai tukar petani cenderung turun dan tingginya inflasi yang terjadi di pedesaan.

BPS mencatat egiatan besar yang diselenggarakan di provinsi ujung paling barat Indonesia itu juga belum menyentuh terhadap berbagai sektor di kawasan pedesaan dibanding dengan persentase penduduk miskin di perkotaan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS Akui Angka Kemiskinan di Indonesia Meningkat

BPS Akui Angka Kemiskinan di Indonesia Meningkat

Bisnis | Senin, 04 Januari 2016 | 21:10 WIB

Kemensos Akan Miliki Ditjen Penanganan Fakir Miskin

Kemensos Akan Miliki Ditjen Penanganan Fakir Miskin

News | Kamis, 10 Desember 2015 | 17:10 WIB

Rekomendasi Bank Dunia Atasi Kesenjangan Kaya-Miskin di Indonesia

Rekomendasi Bank Dunia Atasi Kesenjangan Kaya-Miskin di Indonesia

Bisnis | Selasa, 08 Desember 2015 | 13:33 WIB

Kesenjangan Miskin-Kaya Indonesia Lebih Buruk dari India

Kesenjangan Miskin-Kaya Indonesia Lebih Buruk dari India

Bisnis | Selasa, 08 Desember 2015 | 13:00 WIB

Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia Semakin Besar

Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia Semakin Besar

Bisnis | Selasa, 08 Desember 2015 | 12:47 WIB

BPS Lakukan Sensus Ekonomi Keempat di Indonesia Tahun 2016

BPS Lakukan Sensus Ekonomi Keempat di Indonesia Tahun 2016

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2015 | 16:08 WIB

Mensos Klaim Program PKH Persempit Kesenjangan Sosial

Mensos Klaim Program PKH Persempit Kesenjangan Sosial

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 06:27 WIB

Solusi BPS Tangani Perbedaan Data Pangan

Solusi BPS Tangani Perbedaan Data Pangan

Bisnis | Rabu, 25 November 2015 | 16:07 WIB

Sektor Pertanian Sumbang 14,15 Persen PDB Indonesia

Sektor Pertanian Sumbang 14,15 Persen PDB Indonesia

Bisnis | Rabu, 25 November 2015 | 11:14 WIB

Diskusi Perempuan Inspirasi Desa Dibuka oleh Sindorma Down

Diskusi Perempuan Inspirasi Desa Dibuka oleh Sindorma Down

News | Senin, 23 November 2015 | 11:34 WIB

Terkini

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:09 WIB

×